Download terlengkap cara terbaikDampak korupsi uang dalam kehidupan

Solusi cara terbaik dan terlengkapDampak korupsi uang dalam beragam aspek kehidupan alam semesta.


Download aplikasi terbaruLihatlah menggunakan komputer, pc-desktop, laptop, maupun smartphone android. Saat ini ada 96 artikel Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Pemutakhiran versi update revisi ke : 116531.


Arti . Contoh . Dampak . Pengemis

Dampak Laten Korupsi

"Efek pada kehidupan sosial, lingkungan, budaya, iklim usaha. Akibat materi sudah menjadi kiblat"

SEMUA HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KORUPSI SEBENARNYA TIDAK HANYA SOAL UANG SEMATA.

Definisi & pengertian korupsi adalah segala bentuk kegiatan menyalahgunakan wewenang & amanah tanpa usaha nyata. tidak sesuai dengan aturan formal insan yang sudah disepakati bersama maupun aturan hakiki kitab suci agama apapun. Korupsi sebenarnya tidak hanya berkutat soal uang & materi saja.

KITAB SUCI AGAMA APAPUN TIDAK ADA YANG MENGAJARKAN PRILAKU KORUPSI UANG TAPI AKHLAK AKIDAH YANG BENAR & HAKIKI.

Contoh & bentuk korupsi terhadap beragam aspek :

Korupsi Uang.

Meraih, memakai, menggunakan uang yang jelas bukan haknya, tapi hak hidup orang banyak, dinamakan korupsi uang.

Korupsi Waktu.

Masuk kerja tidak tepat waktu, janji sering tidak tepat waktu, pulang kerja tidak pada jamnya, lembur melebihi jamnya, itu dinamakan korupsi waktu.

Korupsi wewenang & amanah.

Menggunakan kekuasaan yang dimiliki, bahkan melampaui apa yang menjadi wewenang yang diamanahkan, untuk menguasai lebih dari standarnya bahkan diluar haknya.

Korupsi pekerjaan.

Bekerja sedikit tapi menginginkan imbalan banyak, tanpa jelas memberikan keuntungan pada perusahaan yang dinaunginya. Bekerja tidak sesuai dengan justifikasi teknis, tapi mendapatkan balas jasa yang nominalnya tinggi. tidak begitu memiliki skill & keahlian tapi memiliki status pekerjaan bergengsi & prestisius. Semua itu dinamakan korupsi pekerjaan.

Maupun beragam jenis kegiatan melanggar akhlak & akidah, baik aturan yang sudah disepakati oleh manusia, maupun yang hakiki menurut kitab suci agama apapun.

KERUSAKAN LINGKUNGAN BENCANA ALAM ALAM SEMESTA BERAWAL DARI PIKIRAN NIAT TERSELUBUNG YANG HANYA KELIHATAN SEOLAH-OLAH BAIK, PADAHAL ORIENTASINYA HANYA UANG SEMATA.

Dampak korupsi dalam beragam aspek kehidupan :

Kehidupan sosial.

Bergesernya secara halus & lembut nilai moral, sopan santun, uanggah-ungguh, digantikan materi & uang sebagai kiblatnya. Akibat mereka yang diberi wewenang & kepercayaan masih suka melakukan korupsi, akhirnya prilakunya dicontoh & berpengaruh dalam beragam aspek kehidupan sosial.

Kehidupan ekonomi.

Terjadinya kesenjangan ekonomi semakin meningkat, kaya semakin kaya, miskin semakin miskin & terasa tertindas, minimnya keadilan & pemerataan ekonomi maupun pembangunan, akibat korupsi semakin berkesinambungan.

Kehidupan budaya.

Adat ketimuran bergeser tanpa terasa, tergantikan oleh peradaban modern dengan materi & teknologi canggih menjadi kiblatnya. Akhlak, akidah, moral, sudah dinomorskiankan dalam prakteknya, meskipun terlihat menomorsatukannya.

Iklim usaha.

Usaha semakin sulit, lapangan pekerjaan semakin sempit, peluang usaha dipersulit, yang kaya bisa pinjam uang, yang miskin dipersulit meminjam uang untuk modal usaha bahkan yang nominalnya kecil. Semua itu diakibatkan sebab perputaran uang secara global terhambat, hanya fokus pada satu sektor & tidak merata, hanya fokus pada mereka yang piawai melakukan korupsi, sehingga peluang kerja, iklim usaha rakyat menjadi terganggu untuk menciptakan masyarakat semakin produktif pada berbagai aspek & bidang.

Kerusakan lingkungan & bencana alam.

Manusia & alam semesta memiliki hubungan yang erat, secara tidak langsung memiliki hubungan genetis, sebab jagat & insan saling membutuhkan. Apa yang menjadi pikiran & niat insan itulah yang diwujudkan alam semesta. Pikiran & niat buruk yang terpendam dalam diri insan akan dikembalikan oleh alam semesta dalam bentuk kerusakan lingkungan & bencana alam. Sebaliknya, pikiran & niat baik terpendam sesuai akhlak & akidah dalam tuntunan kitab suci akan membuat alam semesta hanya akan memberikan semua yang baik-baik. karena insan & alam semesta memiliki hubungan morfogenetik, bagi yang menyadarinya. Penyebab utamanya adalah mereka yang diberi wewenang & berpengaruh memegang hajat hidup orang banyak namun menyalahkangunakannya untuk memperkaya diri dengan pikiran & niat yang bersebrangan atas apa yang ditampilkannya, sehingga alam semesta selalu memberikan teguran berkali-kali berbentuk kerusakan lingkungan & bencana alam. Hujan tiada henti, angin kencang dimana-mana, banjir, tanah longsor, kekayaan alam terkuras, itu semua adalah teriakan/seruan dari alam semesta, supaya insan kembali kepada niat luhur budi pekerti yang mementingkan kebersamaan, baik sesama insan & alam semesta.

Bagaimana jika nanti sampai akhir zaman, akhlak & moral manusia semakin tidak selaras dengan ketetapan aturan kitab suci? maka alam semesta semakin memberikan teguran keras yang berdampak pada siapa saja, bahkan yang baik akhlaknya sekalipun tersapu terkena imbasnya. apabila bumi sudah mulai menangis & meneteskan air matanya akibat buruknya tutur kata, pikiran, niat yang tidak selaras yang dianjurakan dalam kitab suci, maka sedetik saja bumi terlumat dengan tetesan air matanya saja.

Maka dari itu hendaknya kita semua berusaha sepenuh hati menyadari, manusia benar-benar terhubung secara genetis dalam koneksi morfogenetik field. yang merupakan keajaiban, kelebihan, keutamaan yang diberikanNYA yaitu Sang Pencipta jagad raya agar manusia menjadi khalifah di bumi. Berusalah menjadi manusia yang "Lembah Manah",, "Sepi ing tutur naging rame ing gawe",, "Aja rumangsa bisa nanging sing bisa ngrumangsani",, "Yen pengin urip waras slamet dunyo akhirat, manembaho marang Gusti Ingkang Maha Agung",, seperti yang sudah dicontohkan para leluhur pinisepuh kita pada jaman dulu kala.

KORUPSI MERUSAK BERAGAM ASPEK KEHIDUPAN SECARA SISTEMATIS AKIBAT UANG MENGGESER AKHLAK & AKIDAH SECARA HALUS TANPA TERASA LAGI.

Seperti ramalan pinisepuh orang jawa jaman dulu kala "Mbesuk tiniba ing jaman, ono pengemis tekene emas". yang dimaksud "pengemis tekene emas" kurang lebihnya yaitu :

  • Bukan pengemis yang sering kita jumpai minta-minta uang receh dijalan raya / dimanapun.

  • Tapi orang yang terlihat ramah, penampilan rapi, bersih, sopan, murah senyum, terlihat baik pada semua orang, punya tahta & status sosial dengan harga diri tinggi, derajat kehidupan yang berkecukupan, punya kekuatan "pena emas", tanda tangannya berharga mahal, namun skill & keahlian teknisnya kosong & pekerjaan sebenarnya dibalik layar tidak lebih hanya sekedar menyalahgunakan amanah, wewenang & kepercayaan yang melekat, untuk meraih uang "meminta-minta" sebanyak mungkin yang bukan haknya tapi hak hidup banyak orang, / lebih trend dikenal dengan korupsi.

  • Para pengemis dijalan raya itu sebenarnya tidak salah total, mereka masih mending, masih jujur, mengorbankan harga dirinya untuk meminta-minta dijalanan sampai urat malunya putus sudah. karena yang salah sebenarnya merekalah pemilik "pena emas / tekene emas" sudah menyalahgunakan amanah & wewenang. Seandainya uang yang begitu besar jumlahnya tidak dikorupsi, tapi dialokasikan untuk membangun pabrik-pabrik produktif, maka semua lapisan masyarakat dari semua jenis pendidikan & keterampilan akan terserap pasar kerja, rakyat lebih produktif, & semua hidup adil & makmur tentunya, ini logis & realistis.

dan dampak terhadap semua itu terjadi di zaman now sekarang..

Semua orang butuh uang tapi kalau materi sudah menjadi kiblat maka akhlak & akidah bergeser secara halus tanpa terasa hingga akhirnya korupsi terjadi secara sistemik dari hal paling kecil sekalipun.

Sementara itu yang bisa disampaikan mengenai dampak korupsi dalam beragam asepek & bidang pada zaman now, semoga memberikan inspirasi positif. Selamat berkarya & beraktifitas, terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya.