
1. Tidak perlu orang yang sekedar punya niat dan keinginan menikah.
Banyak orang yang ingin menikah, tapi sebenarnya belum siap menikah.
4 Ciri orang yang hanya ingin menikah :
1. Terlalu pilah-pilih orang, tapi tidak menyadari kalau orang yang dipilih sekalipun, punya hak juga milih-milih. Akhirnya tidak berhasil menemukan orang yang dibutuhkan dengan tepat.
2. Terlalu idealis tapi tidak realistis. Misalnya, ingin punya pasangan yang sudah mapan, punya segalanya, banyak uang, punya jabatan, pegawai mapan. Padahal dirinya sendiri belum mapan. Ketika orang idealis dengan pilihannya, yang dibutuhkan nanti ketemunya juga orangnya idealis, sama saja. Itu sudah hukum alam. Akhirnya gagal tidak ketemu juga.
3. Hasrat ingin hidup enak dan senang terlalu tinggi. Padahal membuat rasa nyaman, aman, membesarkan hati orang lain saja belum bisa. Tidak melihat diri sendiri, yang ada hanya memasang ukuran tinggi untuk orang lain, tanpa menyadari diri sendiri saja speknya masih rendah. Akhirnya ya gak ketemu juga yang dibutuhkan.
4. Banyak alasan ketika masih belum menikah juga. Lebih menyalahkan orang lain, maupun calon pasangannya. Meskipun usianya sudah matang untuk menikah, tapi belum ketemu jodoh juga akibat yang diperlukan itu ukuran idealnya tidak sesuai dengan kondisi sendiri. Orang yang memaksakan diri diluar kemampuannya, cenderung tidak berhasil.
2. Yang diperlukan orang yang benar siap menikah.
4 Ciri orang jika sudah siap menikah :
1. Mengikuti kata hatinya. Tidak pilih-pilih, Ketika kata hati berkata orang itu jodohmu, segeralah menikah. Siapapun orangnya, mau sudah mapan atau masih merintis, tidak masalah. Dia sadar kata hatinya bukan suaranya sendiri, tapi naluri yang murni. Sedangkan naluri yang bersih tidak akan merugikan kedepannya, tidak dibutuhkan banyak validasi, tidak mengedepankan hasrat duniawi yang terlalu dominan dari awal. Orang ini berhasil menundukan hasrat dan egonya. Meskipun memang jarang sekali orang bisa mendengar kata hatinya, sebab hati dan pikiran kita sangat bising dengan hiruk pikuk suara duniawi.
2. Punya idealisme tapi realistis. Artinya orang itu tetap punya cita, paham dengan yang dibutuhkan, butuh pasangan seperti apa, tapi kesadaran dirinya lebih tinggi. Sehingga yang ada adalah siap dengan konsekuensi pilihannya sendiri. Kelak apapun yang dihadapi, tetap punya keteguhan prinsip untuk selalu mandiri, menikah hanya sekali apapun yang terjadi selalu percaya dengan kata hati yang murni, pasti berhasil. Orang ini memendam prinsip teguh yang bersih. Menemukan orang dengan prinsip seperti ini di tahun 2026 adalah sulit sebab gemerlapnya teknologi dan duniawi.
3. Hasrat hidupnya tidak muluk-muluk, meskipun punya cita-cita tinggi. Orang tipe ini cenderung lebih berhasil masa depannya, dibandingkan orang yang terlihat punya hasrat tinggi, gaya hidup ukurannya tinggi, validasi selalu dibutuhkan dalam hidupnya, tanpa sadar kondisi diri, hidup diluar kemampuan, biasanya kalau sudah menikah akan terseok-seok karena senang melawan kondisi, bukan menerima kondisi apa adanya.
4. Tidak banyak alasan, baik sebelum dan sesudah menikah. Orang seperti ini sadar betul apa yang dibutuhkan saat hidup setelah menikah itu dinamis sekali, tidak semua selalu sama dengan yang diimpikan, menyadari 3 kebutuhan dasar yang datang mendesak tanpa permisi, tekanan lahir batin bertubi-tubi, mau sudah banyak uang, belum punya uang, tekanan seperti itu akan datang kapanpun dan dimanapun setelah menikah. Tapi jika orang punya prinsip dan keteguhan, akan selalu siap dengan segala kondisi, tidak butuh mengadu kesana kemari, kuat mental lahir batin. Orang yang sudah siap sampai tahap 4 ini jauh lebih berhasil kedepannya. Karena pandai meredam rasa pahit, menanggalkan egonya, sampai tidak terasa. Akhirnya ditinggikan derajatnya oleh semesta, tanpa dia rasa pula.
Siapapun yang menyimak artikel ini semoga bisa segera menikah bulan febuari dan mendapatkan jodoh yang tepat lahir batin. Usahakan bisa menjadi orang yang serius siap menikah, bukan cuma ingin menikah yang seolah-olah hanya dibutuhkan validasi tanpa sadar diri, yang ujungnya jadi tidak nikah-nikah sampai tahun 2026 akibat idealisme tidak realistis, hanya halusinasi belaka akibat tingginya hasrat duniawi tanpa menyadari kondisi dirinya.