Arti Psikotes



Psikotes artinya tes yang digunakan untuk mengungkap potensi tersembunyi seorang kandidat, intinya meliputi : intelejensi dan kepribadian, yang tidak bisa digali dan diungkap menggunakan tes akademik biasa.

Perhatikan arti poin pertama diatas, jangan sampai salah persepsi dalam memaknainya.

Soal psikotes jelas selalu berbeda arti dengan tes biasa yang ada di sekolah maupun kuliah.

Soal psikotes memiliki sifat dinamis dan unik, sukar ditebak bagi yang belum terbiasa mengerjakan atau bahkan yang belum pernah tes psikotes.

Berikut ini contoh perbandingan psikotes dengan tes biasa, agar lebih paham arti dan substansi psikotes :

1. Soal tes akdemik biasa saat anda sekolah / kuliah.

  • Misalnya saja : 2x2 berapa? jawabannya baku : 4, 8 dibagi 2 berapa? jawabannya juga 4. Itu analogi paling mendasar.

2. Soal psikotes lain lagi, arah dan pertanyaannya beda lagi.

  • Kalau psikotes, yang ditanyakan : Jika 10 dibagi 5 sama dengan 3, Maka berapa jika 40 dibagi 4?
  • Dari sini nanti akan terlihat, orang yang awam tidak paham arti psikotes, dengan yang sudah kristis cara berpikirnya.
  • Orang biasa akan langsung menjawab 40/4=10, sudah merasa benar tapi ternyata salah secara psikotes.
  • Kalau orang yang cerdas, pikirannya kristis, dia akan memahami kausalitas antar variabel dengan cepat, sebelum menjawabnya. Tentu diakan menjawab dengan hukum perbandingan antar ruas variabel. Waktunya terbatas, jawabannya cepat.

3. Ada contoh soal lagi :

  • Alex beli kelereng 10 butir, totalnya beli 10000. Tapi dijual 7500, alex tidak rugi.
  • Pertanyaannya berapa butir kelereng yang dijual alex? berapa sisa kelerengnya? jika alex jual seluruh kelreng berapa total labanya?
  • Nah, disini kalau orang biasa akan salah arti memaknai soal psikotes matematika itu. Dia akan beranggapan : Pasti rugi, kulak 10000 dijual 7500 ya gak untung.
  • Tapi kalau orang punya potensi intelejensi yang tinggi, dia akan kembali memahami arti kausalitas soal antar variabel. Sehingga dia akan menemukan jawaban logis, dengan penalaran kritis, yang dianggap tidak mungkin oleh orang biasa. Orang dengan potensi seperti ini biasanya yang dibuthkan rekruiter.

Dari contoh paling mendasar diatas, tidak heran banyak yang gagal tes psikotes. Akibat tidak memahami arti dan maknanya, sehingga tidak paham substansi soal, sebenarnya apa yang ditanyakan dalam soal. Sebab jika sudah salah memahami makna dan arti soal yang sebenarnya tersembunyi ditanyakan, maka jawabannya sudah pasti salah total. Akhirnya masuk perangkap pertanyaan jebakan.

Selengkapnya simak artikel psikotes lebih panjang & rinci : Penyebab orang sulit mengerjakan soal psikotes dihalaman ini.