Download terlengkap cara terbaikPenyebab PENDI pegawai KAI jika gagal tes kesehatan

Solusi cara terbaik dan terlengkap5 Penyebab peserta gagal tes kesehatan di PT KAI yang jarang diperhatikan sejak dini.


Download aplikasi terbaruLihatlah menggunakan komputer, pc-desktop, laptop, maupun smartphone android. Saat ini ada 129 artikel Kategori Psikotes. Pemutakhiran versi update revisi ke : 117358.


BUKAN HANYA KANDIDAT TES YANG GAGAL BERSAING, PT KAI JUGA HARUS BERSAING MERAIH PASAR!

Simak & perhatikan dg seksama, agar tidak gagal tes kesehatan di perusahaan manapun.

Jangankan kandidat tes yg bersaing meraih pekerjaan, PT KAI juga harus bersaing meraih pasar transportasi khususnya darat, karena PT KAI sekarang juga sudah banyak kompetitornya. Alasan tersebut yg mendasari PT KAI harus ketat melakukan seleksi calon karyawannya. Tidak hanya calon karyawan baru, karyawan setelah diterima jadi pegawai lama juga selalu dites periodik, barangkali ada pegawai yg prospek kesehatan maupun keterampilannya sudah kurang mumpuni biasanya juga akan di pensiun disini (PENDI). Resiko paling minimal dimutasi ke luar daerah domisili yg jauh, itupun bila orangnya mau, bila tidak mau ya PENDI. Banyak sekali peserta tes yg gagal tidak hanya akibat tes kesehatan, tapi ada peserta yg kualifikasinya dalam tanda kutip belum dibutuhkan PT KAI saat rekruitasi.

Bagi siapapun yg sangat terobsesi ingin menjadi pegawai PT KAI sebaiknya kenali dulu, PT KAI ini perusahaan seperti apa & bagaimana cara kerjanya. Sehingga minimal dari awal mengurangi resiko gagal tes sebab sudah paham apa yg mereka butuhkan.

  • 1. PT KAI itu sekarang bila menyeleksi calon pegawai baru, sudah menggunakan pihak ketiga, tidak melakukan seleksi sendiri. Sehingga jelas seleksinya lebih ketat & banyak yg gagal tes. Karena pihak ketiga yg ditunjuk PT KAI ini yg sebenarnya punya kualifikasi lebih rinci untuk calon pegawai PT KAI tersebut. Seleksi tes akademik oleh pihak ketiga yg ditunjuk, nanti kalau peserta tes sudah lolos psikotes, baru tes kesehatan yg melakukan dokter dari PT KAI sendiri.
  • 2. PT KAI itu core bisnis intinya transportasi darat & juga merambah ke properti.  Pegawai yg termasuk pada core bisnis inti seperti : Masinis, Tiketing, PPKA, Akuntansi, Teknik Mesin, Informatika. Sedangkan yg termasuk pegawai sekunder seperti humas, hukum, administrasi perkantoran, teknik elektro, teknik sipil, teknik komputer. Minimal dari awal peserta tes harus paham dulu melamarnya di bagian core bisnis apa di bagian sekunder, sehingga bisa memahami apa kebutuhan rekruiter sebenarnya, & juga meminimalisir penyebab peserta gagal tes baik karena tes teknis maupun tes kesehatan.

Berikut ini 5 penyebab peserta gagal tes kesehatan di PT KAI :

1. Begadang sebelum tes medical.

  • Begadang itu tidak harus untuk urusan bersenang-senang / refreshing, kadang ada peserta tes yg saking antusias ingin lolos tes, belajarnya sampai lupa waktu hingga larut malam. Akibat begadang ini peserta tes menjadi menurun kemampuan konsentrasinya, pengelihatan menjadi lebih buram dari biasanya, air seni menjadi pekat & kuning kecapean, badan menjadi lemas mukanya lebih pucat. Sehingga ketika besok tes kesehatan, bisa kaget ketika gagal tes akibat penyebab yang sebenarnya sepele tapi tidak diperhatikan

2. Kurang minum air putih.

  • Air putih itu penting sekali untuk kesehatan tubuh, apalagi kalau akan menjalani tes kesehatan di perusahaan manapun. Jadi kalau sudah tau besok akan tes kesehatan, sebaiknya malam sebelum tidur, minumlah air putih sebanyak mungkin, minimal 1 sampai 2 liter penuh, setelah itu jangan diisi makanan apapun. Tujuannya supaya besok, air seni tidak pekat & kuning. Sebab jika sampai air seni menjadi pekat & kuning jelas akan diindikasikan sebagai orang tidak sehat, bahkan mengidap penyakit tertentu, padahal sebenarnya sehat-sehat saja. Hal ini sering menjadi penyebab gagal tes kesehatan akibat tidak memperhatikan konsumsi air putih.

3. Kurang makan makanan yang mengandung vitamin A.

  • Tes kesehatan di PT KAI intinya nanti tidak boleh buta warna, diprioritaskan yang tidak berkacamata, kesehatan prima dg fokus yang bagus. Karena PT KAI ingin pegawai dg masa prouktif lebih lama, sehingga tidak dirugikan oleh pegawai yang sering ijin sakit-sakitan nantinya. Nah, bagi yang mau ikut tes kesehatan sebaiknya jauh-jauh hari memperhatikan makanan yang dikonsumsi, agar kesehatan lebih optimal. Sebab ketika tes kesehatan terutama mata nanti akan dites hampir sama seperti saat tes sim ditambah tes lain. Ada masalah sedikit saja dg penglihatan mata, maka jadi penyebab gagal tes akhirnya gigit jari akibat kesehatan yang tidak dijaga sejak dini.
4. Kurang menjaga kebersihan tubuh.
  • Saat tes kesehatan nanti di PT KAI kebersihan tubuh juga di tes. Terutama aspek kesehatan yang berhubungan dengan penyakit kulit menular seperti panu, kudis, kurap. Selain itu soal punya riwayat wasir / tidak juga di cek. Jadi saat tes kesehatan di PT KAI ini, peserta akan di tes oleh dokter khusus, sesuai kategori jenis kelamin peserta tes. Seluruh bagian tubuh akan dicek kesehatannya seperti mata, gigi, & juga kulit. Jangan sampai gagal tes kesehatan gara-gara terdapat panu di paha yang tidak kelihatan. Makannya agar meminimalisir resiko gagal tes tersebut, jauh-jauh hari sudah jaga kebersihan tubuh, usahakan semaksimal mungkin agar performa bagus termasuk minum jamu ya boleh jika dirasa perlu.
5. Tinggi & berat badang yang tidak proporsional.
  • Jangan salah ya, sekarang PT KAI memasukan syarat tinggi badan minimal untuk bisa diterima jadi pegawai. Menurut info yang akurat dari peserta yang pernah gagal tes sampai bosan, tinggi badan minimal perempuan itu 165 cm, sedangkan laki-laki minimal 170 cm. Tapi kok ada setelah jadi pegawai PT KAI tinggi badannya kurang bisa masuk? ya itu karena sistem rekruitasi lama, nanti lama-kelamaan juga akan dikeluarkan / penisun dini. Karena lihat saja : sekarang karyawan POM Bensin saja, ganteng-ganteng, cantik-cantik & bersih-bersih, sebab apa? persaingan, performa itu penting, diluar faktor teknis. Mau bagaimanapun itu kenyataannya. Orang pemilik berat badan tidak ideal dengan tingginya, namanya overweight. Sedangkan orang yang overweight akan diindikasi lebih gampang kena penyakit dibanding orang yang berat badannya ideal. PT KAI tentu menginginkan pegawai dengan masa produktif lebih lama daripada dirugikan pegawai yang sering ijin karena sakit, itu logikanya. Maka dari itu supaya tidak gagal tes kesehatan terkait tinggi & berat badan ideal di PT KAI sebaiknya dalam waktu dekat sebelum tes kesehatan, olahraga dulu ditambah seperti volly, basket, renang, ringen, dsb supaya agak mulur sedikit. Kan sangat disayangkan jika peserta tes potensial malah gagal tes gara-gara kurang tinggi badan sedikit saja.