Terjadinya sakutu kutu walang ketega

Pada era modern saat materi duniawi secara halus bergeser menjadi kiblat tanpa terasa. Berbagai jenis manusia dg beragam karakter kepribadian dimunculkan oleh pencipta-NYA. Hingga akhirnya akhlak akidah yg baik sebenarnya menjadi semakin samar-samar, jika tidak teliti melihatnya menggunakan dasar syariat hakikat agama ygn kuat.


Maksud terjadinya : Sakutu kutu walang ketega

"Pada era modern akibat materi menjadi kiblat yang secara halus menggeser akhlak & akidah."

Menurut pinisepuh jaman ilmu kewalian dulu ada pitutur piwulang wong jawa : "Mbesuk ana ing jaman, kabeh pada metu sakutu kutu walang ketega".

Kurang lebihnya makna sakutu kutu walang ketega begini :

  • Pada suatu saat nanti, kalian akan sampai pada waktu mendekati akhir zaman, dimana semua orang dengan berbagai bentuk watak, karakter, kepribadian akan dimunculkan tumpah ruah semuanya oleh Pencipta-NYA.

  • Jaman dimana materi duniawi menjadi kiblat, & menggeser secara halus lembut tidak terasa : nilai luhur akidah, akhlak, budi pekerti kedalam jalur yang seolah-olah benar tapi tidak sejatinya sesuai piwulang pinisepuh jaman dulu yang masih murni.

Jenis sakutu kutu walang ketega menurut pinisepuh jaman kewalian dahulu :

  • Orang yang baik.

  • Orang yang sebenar-benarnya baik.

  • Orang yang sebenar-benarnya sejati.

  • Orang yang seolah-olah baik padahal sebenarnya bersebrangan.

  • Orang yang seolah-olah luhur budi pekertinya namun memanfaatkan kebaikannya untuk mengendalikan kelompok sesuai keinginannya.

  • Orang yang terlihat seperti ewuh pekewuh, tapi aslinya sedang mencari simpati agar apa yang dia ingin terpenuhi tanpa repot.

  • Orang yang benar-benar buruk kepribadiannya : baik prilaku, tutur katanya, & kepribadiannya.

Salah tidak 100%, benarpun tidak 100%, sukar membedakan mana yang baik & tidaknya, karena serba samar-samar. Itulah kurang lebih sakutu kutu walang ketega, smuanya ada & dimunculkan, tapi kada kebaikannya masih samar-samar adanya.

Mengapa sakutu kutu walang ketega dikeluarkan oleh pencipta-NYA?

  • Kita hanya bisa menganalisa secara logis & mengambil hikmah baiknya.

  • Intinya jika seseorang diberi soal ujian semakin banyak, dengan berbagai karakter & bentuk pola soal, score yang berbeda-beda indikator pada setiap soal ujian, maka orang itu sedang di tes untuk masuk ke jenjang lebih tinggi yang membutuhkan kompetensi lebih kompleks.

  • Berdasarkan kronologi seperti itu maka, untuk mengetahui mana yang benar-benar beriman & bertakwa, mana yang setengah-setengah, mana yang biasa-biasa, mana yang sejatinya, mana yang terbaik, tentu membutuhkan indikator lebih kompleks dengan score yang berbeda-beda pula.

  • Soal-soal yang beragam tersebut harus diselesaikan dalam waktu yang dibatasi, namun dengan pilihan yang fleksibel.

Bagaimana supaya kita masuk pada sakutu kutu walang ketega dengan kategori minimal baik?

  • Harus berupaya memiliki pikiran, perasaan, yang peka, terutama saat materi duniawi sudah mulai menyelimuti & dominan menguasai akhlak akidah secara halus lembut, hingga menggeser materi menjadi kiblat.

  • Harus berusaha keras memahami perbedaan antara kebutuhan dengan tujuan hidup yang sejatinya berbeda.

  • Uang, materi, kekayaan memang penting & tidak bisa dipungkiri menopang hidup sekali. Tapi jangan sampai akhlak & akidah bergeser secara halus apalagi sampai menggantikan materi sebagai kiblatnya.

  • Tidak ada yang melarang siapapun yang ingin kaya, sukses, berhasil, penuh kelimpahan & kemudahan. Namun cara berusaha & mengimplementasikannya harus benar-benar berlandaskan aklhlak & akidah yang digariskan agar tidak menjadi paham salah.

  • Berusaha menggunakan aklhlak & akidah sesuai tuntunan tauhid, sebagai kiblat kebenaran yang hak dalam berbagai sendi-sendi hidup.

Sementara kurang lebihnya itu yang bisa disampaikan, semoga inspiratif bermanfaat positif & aplikatif dalam jangka panjang. Terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya, selamat bekerja & beraktifitas.