Mengapa kesejahteraan guru bakti layak ditingkatkan? ini realita jawabannya.

Guru bakti jaman sekarang di sekolah manapun itu sudah pinter-pinter, rata-rata sudah ngerti pekerjaan sekolah luar dalam. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini. Guru bakti yang etos kerjanya tinggi, beretika, jelas perlu ditingkatkan kesejahteraannya supaya gairah kerjanya semakin tinggi di era yang semakin kompetitif.


Mengapa ada sertifikasi guru? Mengapa guru bersertifikasi digajih besar? Sebenarnya apa tujuannya?

  • 1. Guru PNS yg bersertifikasi gajinya ditingkatkan sebab sebenarnya supaya penghasilan sertifikasinya dipakai untuk belanja media belajar tambahan yg bila mendukung kegiatan belajar mengajar, agar setiap guru kelas meningkatkan produktifitas mengajarnya sehingga menghasilkan siswa didik yg kreatif, produktif & kompetens kedepannya.

  • 2. Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dibatasi penggunaannya ada juknisnya, ada kode akun yg bisa dibelanjakan sebab sebenarnya guru SD sudah ditingkatkan kesejahteraannya dg adanya sertifikasi.

Kenyataannya sekarang bagaimana dg guru PNS bersertifikasi?

  • 1. Gajih dipakai untuk mensejahterakan kepentingan pribadi, sedangkan kepentingan disekolah lebih banyak bisa diabaikan. Maunya gajinya dan kesejahteraannya ditingkatkan terus, namun kenyataannya hasil siswa didiknya kurang produktif & kompetens. Buktinya : Anak-anak sekolah yg pintar & produktif sebab ikut BIMBEL maupun LPK seperti : Neutron, Primagama, Gama Exata, & lainnya. bukan karena belajar di sekolah, sekolah hanya tempat mencari gelar / ijazah.

  • 2. Semua beban operasional sekolah dibebankan kepada dana BOS, entah itu yg tertera di JukNis, yg termaktub dalam akun yg boleh dibelanjakan, bahkan tidak segan-segan memanipulasi supaya seolah-olah pengeluaran operasional sekolah ditingkatkan termasuk dalam pembelanjaan yg diperbolehkan dg dana BOS.

Bagaimana dg nasib guru wiyata bakti?

  • 1. Dibebani tugas banyak, mengerjakan semua pekerjaan guru pns, mengakomodir semua kesejahteraan guru PNS, sementara kesejahteraan guru bakti tidak ditingkatkan sama sekali, sekolah hanya menuntut tanpa rasa manusiawi. dg mengatasnamakan Kedisiplinan & aturan dinas. Padahal departemen diatasnya dari sekolah sudah mendeklarasikan bila guru bakti boleh berangkat lebih siang, boleh pulang lebih awal, & tidak dibebani tugas terlalu berat seperti PNS. Tujuannya supaya guru bakti mencari penghasilan tambahan dengan usaha diluar. Guru PNS benar-benar sangat sejahtera dalam tanda kutip. Guru bakti diperas tenaga, pikiran, & waktunya, sementara kesejahteraannya sangat miris sama sekali tidak disentuh oleh guru PNS senior disekolah.

  • Apakah ada sekolah yang punya pengertian & rasa manusiawi pada guru bakti? jawabannya tetap ada, namun jumlahnya bisa 1 dibanding 1000. Sangat langka.

Bagaimana seharusnya hubungan guru bakti dengan guru PNS di sekolah?

  • 1. Kesadaran para guru PNS memberikan insentif lebih, apabila membebani pekerjaan terlalu banyak pada guru bakti, toh guru PNS kesejahteraannya sudah ditingkatkan dengan penghasilan sertifikasi.

Bagaimana supaya sekolah bisa maju? manajemennya jelas? & menghasilkan siswa yg kompetens?

  • 1. Pengawasan dari lembaga atau departemen diatasnya harus ditingkatkan lagi, namun para pegawai pengawas ini berada dalam satu atap disekolah, sehingga bisa langsung menyaksikan kegiatan-kegiatan disekolah, tidak hanya mengandalkan laporan keuangan secara tertulis saja. Pengawas diberikan hak & kewajiban serta perlindungan lebih, agar tugasnya dalam mengawasi semua kegiatan sekolah tidak terkontaminasi.

  • 2. Jargon, maupun kata-kata yang baik, tidak hanya dijadikan selogan semata yang seolah-olah sudah baik saja. Tapi dijalankan dengan landasan iman & taqwa yang terus ditingkatkan sebenar-benarnya, supaya mereka yang diberi kesejahteraan lebih, tidak gelap mata dengan gemerlapnya materi duniawi yang secara halus lembut menggeser nilai akidah tidak menjadi kiblatnya. Kalau pinisepuh jawa mengatakan seperti "Blongsong Kewolo".

Artikel & uraian ini tidak membela guru PNS, maupun guru bakti, tapi lebih realistis membela : siapapun mereka yang mau bekerja keras, berprinsip menghasilkan murid yang kompetens, mau meluangkan waktu lebih untuk kemajuan sekolah, kesadaran & etos kerjanya tinggi, tidak mengedepankan kepentingan pribadi, Itulah mereka yang seharusnya layak ditingkatkan gaji dan kesejahteraannya. Baik itu dari golongan guru PNS maupun guru bakti. Deskripsi ini hanya memberikan gambaran kenyatan kalau mau jujur dari sanubari paling dalam, seperti itulah realitanya sekarang.

Sementara itu penyampaiannya mengenai nasib kesejahteraan guru terutama guru bakti yang sebenarnya masih muda yang seharusnya terus dupacu dan ditingkatkan prestasinya, memiliki kompetensi lebih, lebih produktif, pekerja keras namun sementara ini masih dikesampingkan oleh pihak sekolah dimana mereka bernaung. Baca juga liputan 6 nasib miris guru honorer.

Semoga artikel ini menjadi inspirasi positif untuk semuanya, demi kemajuan dunia pendidikan terutama ditingkat sekolah dasar, karena di SD ini adalah cikal bakal calon generasi baru yang akan merevolusi dunia menjadi lebih baik, Jika di didik oleh guru yang kompetens & manajemen sekolah terus ditingkatkan sistematikanya lebih fairnes & adil.

Terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya.