Seperti apa ibu yang mulia yaitu ibu yang mampu menanggalkan kepentingan pribadinya seperti saat gadis dan lebih memprioritaskan keluarga serta bakti kepada suaminya.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Seperti apa ibu yang mulia.

ibu seperti apa yang mulia?

"Pada saat materi pada era modern menjadi kiblat"

Seperti apa ibu yang mulia -

Kebanyakan orang beranggapan bahwa : Kalau sudah menikah, sudah punya anak, hidup dg materi yg berkecukupan, bekerja dg posisi bagus, sanggup memenuhi kebutuhan anaknya, enak & ramah jika dilihat dari kacamata sosial maka sudah bisa memenuhi seperti apa ibu yg mulia.

Padahal ibu yg mulia seperti apa sebenarnya?

  • 1. Seorang ibu yg sanggup menanggalkan kepentingan pribadi, & lebih mementingkan anaknya yg bahkan masih kecil.

Contoh nyata : Ibu punya anak kecil rewel, nangis, kesal bikin stress & depresi. Daripada pusing, sang ibu menitipkan anaknya, entah ke tetangga, pembantu, saudara atau bahkan pada orang tuanya sendiri, lalu ibu tersebut kontak teman-teman ceweknya untuk kumpul disuatu tempat guna trip & adventure. Ibu yg belum sanggup menanggalkan kepentingan pribadinya hanya baru sebatas menjadi orang tua, tapi belum menjadi ibu yg mulia.

  • 2. Seorang ibu yg sanggup berbakti pada suaminya, meskipun notabene, karirnya lebih bagus dg gaji lebih besar.

Contoh realistis : Suami pulang kerja, kemudian istrinya (ibu) tidak memasakan makanan & membuatkan secangkir kopi, Alasannya : warung sudah tutup, suami malah diberi uang untuk membeli kopi & makanan sendiri. Ibu seperti ini belum bisa dikatakan ibu yg mulia meskipun sudah jadi orang tua & mampu memberikan uang lebih pada anak & suaminya. Kondisi seperti ini jika diteruskan akan menjadi cikal bakal perpecahan.

  • 4. Seorang ibu yg mampu mengikis rasa gengsi, prestis, ego, dirinya sendiri & mementingkan suami atau keluarganya.

Contoh nyata : Suami meminta istrinya (ibu) untuk memasukan motor kedalam rumah/garasi karena sudah malam, kemudian sang istri menolak dgn alasan : aku pulang kerja mas, capek & ingin tidur, kamu saja yg memasukan. Karena sang suami sedang merasa tidak enak karena istrinya punya pekerjaan lebih bagus & penghasilan lebih besar, maka sang suami dgn rela memasukan motornya tsb. Ibu dgn model seperti inipun tidak bisa disebut ibu ygn mulia.

  • 5. Seorang ibu ygn sanggup & betah dirumah, mengurus anaknya ygn masih kecil dari umur 1 bulan sampai berumu 5/6 tahun sekolah TK.

Contoh kongkrit : Seorang ibu tidak betah dirumah, karena terus menerus mengurusi anaknya ygn masih kecil rewel, ingin makan, menyusui, pup, & lain sebagainya. Merasa depresi & stress jika terlalu lama dirumah, ingin bekerja kembali, bertemu teman-temannya dikantor, bersosialisasi & bercanda ria dng temannya. Meskipun seorang ibu sanggup berhari-hari dirumah mengurusi anaknya ygn masih kecil, tapi diselimuti amarah, ego, bosan, ingin keluar & bekerja kembali dikantor, maka masih hanya layak disebut orang tua, belum bisa menjadi ibu ygn mulia.

  • 6. Mampu menerima dng iklhlas hati saat ada banyak hal bertentangan dng suaminya setelah menikah, & melandaskan semuanya sebagai bakti berdasarkan akidah & ajaran agama ygn betul ygn dianutnya.

Contoh nyata : Sautu ketikan istri & suami berselisih paham, keduanya tidak mau mengalah & memiliki pembenarannya masing-masing. Sebenarnya istrinya ygn benar, akhirnya istri mempertahankan argumen & persepsinya sekuat mungkin, hingga suaminya tidak mampu menahan kemarahan, & berujung pada perpecahan ygn ujung-ujungnya ala tua becik tua, apalagi pemandangan ini dilihat jelas anak-anaknya ygn masih kecil. Ibu dalam kondisi ini memang betul secara logis, tapi secara akidah tetap belum bisa disebut sebagai ibu yng mulia.

Sebenarnya dalam hal tsb, anak laki-laki (suami) tetap memiliki perasaan & empati, jika istrinya berbakti, sopan, ngajeni & menghormati suami, apalagi secara profesi status istri lebih tinggi, pasti sang suami akan lebih berhati-hati dalam menjaga ketulusan & cinta istrinya sebagai ibu yng mulia, serta berusaha sangat keras membahagiakan istri semampunya.

Apakah ibu yng mulia pada jaman modern seperti sekarang ini masih ada?

  • Masih ada, hanya saja memang ibu yng mulia jumlahnya sangat sedikit/minoritas. Akibat materi duniawi sudah menjadi kiblat, akhirnya menjadi ibu dg ciri orang tua materialistis sampai mampu membelokan akidah & akhlak secara halus, keluar dari yng digariskan menurut syariat & hakikat agama yng sesungguhnya.

Apakah benar, surga berada dibawah telapak kaki ibu?

  • Ya memang benar, siapapun ibu kita, maka harus dihormati & diajeni. Terutama ibu yng benar-benar mulia memenuhi 6 kriteria diatas. Ibu dgn niat bijak, karakter seperti itulah, jika anda sanggup menjaganya maka benar-benar akan memberikan surga, dalam hal ini berbagai kemudahan. Pun demikian sebaliknya.

Sementara itu yng bisa disampaikan, semoga bermanfaat positif & inspiratif terutama dalam memahami persepsi ibu yng mulia sesuai akidah & akhlak sesuai yng digariskan agama. Terima kasih atas kunjungan & kepercayaan anda, selamat bekerja & beraktifitas.