Prosedur melakukan jumper pada komponen perangkat digital

Harus sesuai prosedur dalam melakukan jumper pada jalur komponen terutama yang memuat catu daya sensitif.


syarat . ciri . check . modul

Teknik jumper memiliki pengertian sebagai suatu cara alternatif dalam melakukan persilangan fisik antar jalur / node bila dg prosedur standar telah tak memungkinkan untuk mematri melelehkan tinol untuk penyambungan, interkoneksi & lainnya.

WARNING : Persyaratan utama yg harus diperhatikan dalam melakukan jumper (Do its Gently! - Use at your own Risk!)

bila akan melakukan cross link / jumper, diharapkan telah memenuhi syarat standar prosedur yg benar-benar harus dipegang, sebelum melakukan maintenance, repair lebih lanjut terutama dalam permasalahan hardware repairing :

  • 1. Nomor Satu adalah tahu betul mekanisme kerja & cara kerja modul apapun yg sedangdihadapi. Bila belum memahami seluk beluk kinerja modul elektronik apapun bentuknya, Dilarang melakukan jumber, sebab Fatal akibatnya. Bilamana diperlukan, mintalah teman, rekan, / siapapun relasi lebih dipercayai & telah piawai dalam bidang elektronika umumnya, & membidangi modul yg sedangdihadapi troubleshooting-nya.

  • 2. Kondisi memang benar-benar memungkinkan untuk melakukan jumper. Contohnya bila menghadapi PCB lebih dari satu layer & benar-benar telah tak konek bila dilakukan pengukuran sesuai prosedur.

  • 3. jangan jumper pada komponen dg jenis BI-POLAR (Memiliki muatan & kutub elektris), jumper sebaiknya dilakukan pada komponen NON-POLAR. apabila komponen jenis bi-polar rusak, sebaiknya diganti (replace) dg yg baru, Kemudian apabila jalur putus, barulah jalurnya yg di jumper buka route kutub komponennya.

  • 4. Pada saat jumper, apabila memungkinkan direkomendasikan menggunakan kaca pembesar (loop) & dg cahaya putih NEON, jangan menggunakan bohlam, sebab cahaya selain warna putih membiaskan pandangan mata & mengurangi konsentrasi, Terutama apabila menjumper pin ball bga.

  • 5. Pastikan kondisi fisik prima, fit. jangan jumper dg kawat email berdiameter 1 / dibawah satu milimetter, apabila tak terbiasa fokus & konsentrasi dalam waktu yg cukup lama. Kalau dalam 2 - 5 menit pandangan membias, STOP jangan diteruskan, hasilnya tak akan optimal.

  • 6. Menggunakan tools terutama pin-set, penjepit, berbahan stainless steel (Anti Korosi). / menggunakan tools pendukung lain yg memadai, terutama dengan ukuran & dimensi sesuai jalur & pcb / papan elektrik yangdihadapi. (Focus - Persistence - Known, Consistent that you want to do)

Syarat & petunjuk diatas terutama adalah untuk perangkat elektris arus lemah, Kalau melakukan jumper pada perangkat berbasis analog / bukan arus lemah, apalagi dengan diameter kawat di atas 2 Milimeter, petunjuk diatas gak semuanya bisa tepat, & telah pasti lebih memahami caranya.

Kesuksesan dalam menjumper ditentukan oleh apa yg benar-benar dipahami sesuai prosedur diatas, Kalau hasil jumper bagus, & optimal sesuai daya, impedansi, resistansi perangkat maupun komponen yg terintegrasi, Maka akan mendapatkan ciri khas hasil sebagai berikut :

  • 1. Prangkat memiliki life time yang balance terhadap kondisi aslinya saat sebelum dijumper.

  • 2. gak menimbulkan suhu panas yang berlebihan.

  • 3. Perangkat stabil & gak ada perubahan siginifikan dari konstruksi aslinya.

  • 4. Perangkat memiliki operasional & cara penggunaan yang sama seperti aslinya.

  • 5. gak menimbulkan noice / getaran elektrik yang mengganggu perangkat/komponen lainnya.

  • 6. tidak menimbulkan trouble baru pada komponen & blok lainnya, maupun antar blok.

Langkah berikutnya adalah melakukan checklist gangguan / kalau terjadi berubahan, berikut langkah melakukan checklist point :

  • 1. Setelah menyelesaikan pekerjaan, jangan lekas meninggalkan perangkat yang di repair pakai teknik jumper, Tunggu sekitar 15-30Menit (Amati apakah ada perubahan seperti prosedur diatas), Kalau ada perubahan signifikan diluar struktur yang disebutkan diatas, segera matikan catu daya utama, & teliti kembali hasil pekerjaan, Jika tidak memungkinkan menjumper ulang, putuskan jumper & ganti dengan komponen sesuai konstruksi utamanya.

  • 2. Perangkat yang sudah mengalami jumper, akan memiliki impedansi & beban daya (I) lebih banyak, Amati apakah menghasbiskan catu daya (jika menggunakan baterai)? jika ya, lakukan langkah pertama tadi. Putuskan & matikan catu daya, serta ikuti langkah pertama.

Pada entry poin terakhir, Jika sudah menjalankan semuanya sesuai prosedur, Maka sudah optimal dalam melakukan repair dengan teknik tersebut, & melakukannya sebab memahami secara benar konstruksi & kinerjanya, Bukan karena spekulatif & coba-coba. petunjuk diatas tidak banyak gambar, karena ditujukan yang sudah memiliki basic untuk itu. Artikel ini direlease, sebagai ucapan terima kasih yang sudah memberikan kepercayaannya menggunakan modul repair kits tutorial soft-skill tutorial repair ponsel. & yang sudah login serta memberikan pertanyaan, konsultasi & masukan-masukan untuk membantu pengembangan.




MCSCV Technical Support WA : +62-8822-008-4521 [Tyo]