Download terlengkap cara terbaikBener ning durung tiniba kebenaran

Solusi cara terbaik dan terlengkapAdalah petuah jawa yg menggambarkan orang salah tapi sebab punya uang lebih diterima daripada sedang dalam masa benar tapi sedang kekurangan uang sehingga belum bener sing tiniba kebenaran. Bener ning durung, alias durung tiniba kebenaran, kudu sabar, wani ngalah luhur wekasane. Siapapun dalam posisi apapun sebaiknya akhlak & akidah didalam sanubari menjadi kiblatnya, agar semua bisa menyatu dalam kondisi harmonis, tanpa saling membandingkan, memperselisihkan, maupun saling memaksakan kehendak. Siapakah orang yang paling sukar diberi nasehat? Orang yang sedang banyak uang biasanya sukar diberi nasehat, sebab dia punya sarana untuk memanipulasi salah jadi benar. Kecuali jika orang yang sedang dipengaruhi punya prinsip hidup dan spiritual yang kokoh itu baru tidak mudah dimanipulasi. Pun demikian, hidup itu dinamis.


Download aplikasi terbaruLihatlah menggunakan komputer, pc-desktop, laptop, maupun smartphone android. Saat ini ada 96 artikel Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Pemutakhiran versi update revisi ke : 117880.


Jaman sekarang : Salah tapi sebab punya uang lebih diterima, dibandingkan sedang dalam masa benar tapi sedang kekurangan uang. Itulah : bener ning urung tiniba kebeneran.

"Bener sing tiniba kebenaran"

1. Orang yang salah tapi punya kelebihan uang, dibandingkan dengan orang benar tapi sedang kekurangan uang, lebih diterima yang mana?

2. Orang yang benarnya tidak 100%, pun salahnya juga tidak 100%, apakah tipe ini mudah dinasehati? jawabannya tidak mudah.

2 hal di atas adalah konsep yang akan menggambarkan & melukiskan petuah jawa : bener sing tiniba kebenaran. Berikut ulasannya :

Orang yang salah tapi punya banyak uang menjadi benar, tapi orang yang benar sekalipun jika sedang kekurangan maka menjadi salah / disalahkan.

Mengapa orang yang salah tapi banyak uang menjadi benar? sebab :

  • Salah tapi mencitrakan diri sebagai dermawan, sebab punya uang.

  • Salah tapi memberi sebab punya uang, sehingga mau tidak mau pasti akan mendapat predikat baik (Ngrikuih).

  • Salah tapi bisa membeli apa saja, sebab sedang punya uang.

  • Salah tapi merekrut orang lain untuk mendukung kesalahannya sebab punya uang.

  • Uang berpotensi merubah yang salah menjadi benar dengan pencitraan khusus.

Mengapa orang yang benar tapi kebenaran (ndilalah) lagi kekurangan uang, menjadi salah? sebab :
  • Benar tapi belum men dermawankan diri karena sedang kekurangan uang.

  • Benar tapi belum memberi karena sedang tidak punya uang.

  • Benar tapi kemampuan / daya belinya belum ada, karena sedang kekurangan uang.

  • Benar tapi sulit membuat orang mempercayai dirinya, karena tidak merekrut orang dengan uang.

  • Kekurangan uang berpotensi merubah mereka yang benar menjadi dianggap salah, tanpa pencitraan apapun.

Lebih baik menjaga sikap & tutur kata, karena apabila sedang dalam masa benar tapi tidak tiniba kebenaran (ndilalah), maka akan selalu disalahkan & sangat sulit mempertahankan kebenaran, apalagi menerapkannya kepada orang lain.

Jaman sekarang, sadar maupun tidak disadari, semua orang memikirkan materi & kebutuhan hidup, berlomba mencari & mendapatkan uang, pangkat, jabatan, sebaik & setinggi mungkin, hingga akhirnya menggeser akhlak & akidah menjadi materi sebagai kiblatnya.

Hingga akhirnya mengikis, mengesampingkan tujuan hidup yang sebenarnya ada dalam lubuk hatinya, suara hati murni didalam jiwa menjadi tertutup samar terdengar akibat paradigma tentang uang yang sudah sangat mendominasi.

Untuk menjadi orang yang benar sing tiniba kebenaran (ndilalah) :
  • Harus memiliki kesabaran ekstra, apalagi kalau sedang dalam masa kekurangan uang, belum punya daya beli terhadap sesuatu, pasti akan selalu terpojok bahkan dengan kebenaran yang dibawanya. Memang sangat pahit rasanya jika sedang dalam masa seperti tersebut, ingin segera keluar dari lingkaran yang sulit tapi tidaklah mudah, butuh waktu & kesempatan.

Dimanakah posisi anda sekarang? tentu anda sendiri yang mengetahuinya. Apapun posisi anda sekarang, sebaiknya mengambil sikap, tutur kata, & tindakan sesuai dengan tuntunan akhlak & akidah yang terpendam dalam nurani, bukan mendramatisirnya, karena kesadaran yang tinggi itulah yang membawa, membimbing, & menyatukan siapapun dalam kondisi yang harmonis tanpa bersebrangan, berbenturan, tanpa memaksa satu sama lainnya.

Sementara itu yang bisa disampaikan mengenai "bener sing tiniba kebeneran", jika ada yang ingin memberikan masukan silahkan. Mari kita belajar bersama menemukan solusi & jawaban. Semoga bermanfaat positif & inspiratif. Selamat berkarya & beraktivitas. Salam hangat untuk rekan semua, semoga selalu dalam keberuntungan-NYA.