
1. Performa hosting yang buruk.
Optimasi SEO itu intinya kreatifitas menuangkan ilmu pengetahuan, dengan mengembangkan frase kata kunci, menjadi rangkaian kalimat inti yang terkait satu sama lain. Kemudian hasil dari pengolahan tersebut disimpan didalam database, kemudia dipanggil dengan query tertentu, hingga menghasilkan URL, tag, keyword yang akurat. Aktifitas data optimasi itu dilakukan terus menerus selama link artikel tersebut diakses pengguna maupun robot google. Yang jadi masalah adalah ketika konten sudah dibuat, yang akan paling sering berkunjung itu bukan orang saja, tapi crawler / robot google, untuk melakukan validasi url sampai memfilter untuk menentukan posisi yang tepat di SERP, dan pengunjung terbanyak itu sebenarnya mesin seperi google, bing, ask dan mesin telusur lainnya, sebelum dapat trafik banyak dari pengunjung real. Pada masa seperti itu hosting anda kuat gak? menangani trafik yang dinamis, baik dari mesin pencari dan orang tentunya. Disinilah letak hancurnya optimasi jika kualitas hosting buruk, tentu akan sia-sia optimasi seo yang dilakukan dengan susah payah, bisa hancur lebur dalam hitungan cepat. Sudah banyak contohnya web pada gulung tikar akibat sebelumnya punya trafik tinggi, tapi tiba-tiba trafik hancur merosot tajam ke urutan paling buncit. Bukan karena kontennya jelek, bukan karena salah optimasi, tapi web sering macet, suspend, kena limit, akhirnya web ikut dicap buruk di mata search engine. Dan anehnya bagi yang masih mengawali di dunia SEO akan fokus terus otak-atik SEOnya, padahal hostingnya yang buruk performanya. Kondisi begitu bisa sangat memusingkan, bahkan optimasinya bisa hancur dalam sekejap, besok trafik sunyi senyap, entah hilang kemana, tidak ada lagi di SERP depan. Maka dari itu memilih hosting yang berkualitas, murah tapi tidak murahan, reputasi penyedia hosting bagus, itu penting sekali sebelum terjun ke dunia website maupun internet marketing.
2. Persaingan keyword ketat.
Sulit mencari keyword yang dicari banyak orang, tapi minim persaingan. Sebab kenyataannya kalau kata kunci banyak pencarinya, pastilah ketat persaingannya di halaman depan pencarian google. Mau pakai kata kunci pendek ya percuma pasti kalah dengan web besar yang dedengkotan lama, mau main kata kunci panjang (long tail keyword) males lihat hasilnya, paling dapat visitor yang nyasar tidak tertarget. Pilihannya jadi sulit, kalau kita pakai kata kunci asal-asalan alami, sebentar saja sudah hancur digeser web lain yang lebih berbobot disegala aspek. Kalau situasi seperti ini sudah hinggap di web anda, maka hancur sudah optimasi yang sudah dilakukan sepanjang waktu, mau diutak-atik terus tidak kunjung ada hasilnya. Ketatnya persaingan keyword dari web besar, mengakibatkan hancurnya web kecil yang baru merintis, sukar sekali dapat pengunjung yang tertarget sesuai keyword yang diinginkan, ini nyata sekali terjadi.
3. Semakin banyak web besar main SEO.
Biasanya web yang sudah besar, tidak begitu menerapkan SEO karena reputasinya sudah bagus. Bikin konten apa saja, artikel apapun pasti tetap rangking tinggi dihalaman depan google. Tapi tahun 2026 khususnya bulan febuari yang saya perhatikan ternyata banyak sekali web besar yang reputasinya tinggi, jugat ikut ramai memainkan SEO, coba lihat halaman depan google, ketika anda mencari sesuatu, rata-rata yang muncul web besar online shop, seperti tokped, shopee, lazada, web go id, web co id, silahkan cek sendiri di google. Nah, sekarang kalau ada web baru atau masih merintis, mau ikut masuk ke halaman depan hasil SERP google tentunya sangat sulit sekali masuk. Hancurnya sumber pengunjung akibat tidak kebagian trafik tahun 2026, dapat pun paling sisa-sisa reruntuhan trafik yang pada nyasar.
4. Website diakses berat akibat sisi internal situs.
Web yang terlalu animatif, atraktif, banyak main warna, ornamen disana-sini, query sql terlalu banyak, file webnya gemuk, itu juga bisa bikin hancur optimasi SEO tanpa disadari, fokus pada tampilan web tapi tidak fokus pada kata kunci konten yang relevan, ya sia-sia belaka hasilnya, buat apa web terlalu animatif kalau trafiknya gak ada, ya kan? semua pemilik web intinya menginginkan trafik pengunjung yang relevan. Sebab trafik tipe itu bisa mendatangkan konversi penjualan, baik produk barang maupun jasa. Hancurnya optimasi akibat hal yang kurang disadari karena terlalu banyak pernak-pernik yang bikin berat web ketika dimuat.
5. Tidak mau adaptasi dengan aturan SEO terbaru.
Saya sendiri sebenarnya juga males, mengikuti aturan optimasi SEO google yang semakin hari makin ketat aturannya, algoritmanya berubah-rubah, sukar ditebak pula akibat sekarang semua sudah AI, tapi ya mau bagaimana lagi, kalau tidak mengikuti perkembangan, ya sudah pasti hancur tidak bakalan dapat trafik yang stabli sepanjang waktu, website sepi paling dikunjungi puluhan orang saja perhari, coba saja web anda dipasangi widget histats akan lebih kelihatan, atau cek saja sumber trafik dihalaman cpanel hosting anda, disana akan kelihatan semua. Semakin malas optimasi maka hancurnya trafik web semakin terasa hari demi hari kedepannya, semakin rajin optimasi tinggal hostingnya yang tidak kuat. Benar-benar memusingkan SEO tahun 2026. Tapi semoga saja anda rajin optimasi dengan hasil yang optimal.
Mengapa banyak web trafiknya hancur dan tidak naik lagi tahun 2026?
Yang paling umum terjadi adalah web tersebut punya konten ataupun artikel berjumlah ratusan, bahkan ribuan, sudah usang karena menggunakan SEO klasik. Sedangkan tahun 2026 SEO klasik sudah tidak berlaku lagi. Jadi pasti males mau update script dan artikel yang totalnya ribuan, akhirnya trafik anjlok dan tak naik kembali. SEO klasik itu seperti : menebalkan memiringkan kata kunci, menyebar keyword ke semua paragraf bahkan kalimat, mengulang-ulang judul di awal dan di akhir artikel, menambahkan tag kata kunci secara frontal, SEO klasik seperti itu tidak berpengaruh sama sekali tahun 2026. Yang berlaku sekarang adalah optimasi berbasis Google SGE yang jauh lebih kompleks.
Sementara itu dulu, terimakasih atas atensinya, lancar dan sukses selalu untuk anda. Tetap semangat!!.