1. Adonan kurang kalis.
Mengaduk adonan martabak manis, tidak harus menggunakan mixer. Pakai cara manual pakai kocokan kue spiral juga bisa. Yang paling penting harus diperhatikan saat mengaduk adonan adalah perhatikan tekstur yang dihasilkan. Untuk tau adonan sudah kalis atau belum adalah dengan melihat permukaan adonan diberi cahaya, bisa dari lampu. Jika bayangan yang dihasilkan belum mendekati seperti bayangan cermin itu artinya adonan martabak belum kalis, tampilannya masih bergelombang dan kasar, jika adonan masih belum halus dipaksakan dimasak maka hasilnya 100% pasti bantat, kulitnya belang dan gelembungnya besar-besar tidak rata, tentu jika sudah bantat rasanya tidak lezat sama sekali.
2. Adonan terlalu kental.
Jika adonan sudah kalis seperti yang dicirikan diatas, tapi masih terlalu kental dan keras, itu juga bikin martabak manis jadi bantat ketika dipanggang, kalaupun tidak bantat ketika dimasak, maka setelah dingin martabaknya bakal keras seperti kulit kambing.
3. Adonan kurang fermentasi.
Adonan yang sudah jadi minimal diistirahatkan 15-30menit, 1 jam resting adonan lebih ideal. Adonan perlu didiamkan dengan waktu ideal tersebut karena bisa membantu mengembangkan adonan, sehingga martabak yang dihasilkan lebih empuk, anti bantat karena ketika dimasak lebih cepat matang, sehingga kulitnya halus, tidak keras dan warnanya kuning sedikit kecoklatan alias tidak gelap.
4. Loyang yang digunakan terlalu tipis.
Menggunakan loyang yang tidak khusus untuk martabak, apalagi jika bahan loyang terlalu tipis, maka ketika memasak martabak, hasilnya akan cepat matang semi bantat. Kenapa? karena panas yang disalurkan loyang biasa itu lebih cepat, sehingga suhu tidak bisa dimainkan dan diatur agar pas dengan enaknya martabak manis. Loyang premium baja lebih sering digunakan para pedagang matabak, karena loyang tersebut tidak cepat menghantarkan panas meskipun api dibesarkan dalam waktu cepat, sehingga martabak punya cukup waktu mengembakan adonan dan mengeluar buih serta serat yang merata.
5. Teknik pengapian yang statis.
Memasak martabak tidak bisa menggunakan api yang statis. Sebab jika pengapiannya statis maka martabak bisa lama mengembang, atau bisa juga cepat mengembang tapi gelembungnya besar dan keras tidak lembut. Ada beberapa tahap pengapian dalam proses memanggang adonan martabak agar tidak bantat : Pertama saat memanaskan loyang harus dengan api kecil, tunggu sampai panas tapi dengan ukuran api kecil, jangan memanaskan loyang langsung dengan api besar, sebab ketika dituang pertama kali adonannya kedalam loyang, akan cepat gosong dan pasti bantat. Yang kedua adalah pengapian saat adonan baru saja dituang, itu api mesti langsung dibesarkan, pembesaran api sesuai loyang yg dipakai, semakin tebal bahannya api bisa langsung dibesarkan, semakin tipis loyangnya jangan langsung dibesarkan secara penuh apinya. Yang ketiga tunggu sampai adonan naik dan mengeluarkan gelembung merata, dari pinggir ketengah, kalau sudah seperti itu, kecilkan apinya dengan api paling kecil dan tutup loyangnya, tunggu sampai matang. Mau dtabur gula atau tidak itu tidak pengaruh ke serat martabak.
Sekarang tinggal anda cek, dibagian mana kesalahannya, lalu perbaiki bertahap, jamin pasti martabaknya tidak akan bantat lagi. Terimakasih atas atensi dan perhatiannya, selamat bekerja dan beraktifitas, semoga berhasil.