
1. Tidak akan dihargai.
Jika anda baru menikah, masih tinggal satu rumah dengan mertua maupun orang tua, maka tidak akan dihormati. Apalagi bila anda dalam posisi masih merintis, itu pas sekali dijadikan alasan. Belum jadi pegawai atau dianggap belum jelas pekerjaannya, itu pasti direndahkan. Rasanya sakit sekali kan, bahkan meskipun anda sudah berpenghasilnya. Tapi tetap saja, yang namanya numpang, tetap saja dianggap tidak ada harganya. Maka sebaiknya tinggalah dirumah sendiri, entah itu rumah kos, ngontrak, utang, gak masalah, yang penting jangan sampai serumah dengan mertua. Apalagi kalau anda punya saudara yang iri jika anda tinggal serumah bersama mereka, itu tambah ruwet.
2. Selalu jadi kambing hitam.
Yang namanya orang kalau baru menikah, kan wajar baru mengenal kebutuhan yang sebenarnya. Tapi kalau gak punya apapun kok tinggal serumah sama mertua setelah nikah, itu jamin garansi 100% apapun yang anda lakukan, ujungnya nanti akan dipersalahkan sebagai kambing hitam. Bahkan niat baik andapun tidak akan dianggap. Mengapa? karena numpang. Niat baik anda justru akan dicurigai, dianggap akan meminta harta orang tua tersebut. Ya memang menyakitkan sekali. Makannya tinggal sendiri saja. Mau pakai alasan apapun, dijelaskan ke siapapun, kalau orang numpan, ya gak akan dihargai.
3. Dijadikan obyek berhitung.
Coba pikir seandainya kamu ngontrak, berapa biayanya per tahun? suara siapa itu? ya itu suara mertua ketika anda telah menikah tapi masih numpang mertua. Apa saja akan dijadikan alasan untuk berhitung untung rugi. Coba kalau kamu cari makan sendiri buat anak bojomu, berapa sehari? berapa sebulan? ngenes dan menyakitkan sekali. Nanti lama-lama berselisih. Gak ada baiknya tinggal numpang serumah.
4. Dijadikan obyek pembanding.
Itu lihat kakakmu, lihat itu adikmu, lihat itu saudaramu, sudah punya mobil, sudah punya rumah, jadi pegawai, uang banyak. Kamu kan belum punya apapun? mau jadi apa kamu sudah menikah saja masih numpang. Itu juga suara yang bikin pikiran ruwet, telinga panas, hati seperti terbakar. Bukannya diberi motivasi yang baik, membesarkan hati, malah mengecilkan hati. Suara siapa itu? ya itulah suara mertua materialis. Cari rumah, tinggal sendiri, mandiri, itu sangat jauh lebih baik. Daripada banyak alasan ini itu, ujungnya sama saja menyakitkan.
5. Diusir secara halus.
Ini yang paling parah. Sudah tidak dianggap, selalu dipersalahkan, dihitung dan dibandingkan, dituduh sering meminta-minta, sekarang tinggal sering disinggung, disindir, akhirnya dibuang secara halus. Misalnya ada pernyataan : Ini rumah mau dijual, kita orang tua mau tinggal sama adikmu. Mereka dianggap lebih mapan. Padahal kenyataannya rumah tidak dijual, cuma buat manas-manasi saja. Rasanya seperti hati diris-iris, kepala serti disambar petir, entah bagaimana lagi menggambarkan rasa sakitnya mendengar suara seperti itu. Orang baru menikah, masih merintis, sementara masih tinggal disitu, bukannya dikasih semangat malah dijatuhkan serendah-rendahnya, sakit sekali rasanya. Akhirnya saling mendendam, itu sangat tidak baik.
Jika di bulan febuari anda koh baru menikah, masih serumah dengan mereka, maka sebaiknya pikirkan segera untuk hidup mandiri sendiri, itu jauh lebih baik. Daripada terus menerus kena getah yang sebenarnya tidak penting, malah jadi perpecahan. Percaya saja setiap niat baik dan kegigihan pasti akan dibukakan jalan, meskipun berat sekali di awal. Karena kita yang harus maklum, sebab sampai tahun 2026 banyak mertua ataupun orang tua semakin materialistis, apalagi kondisi ekonomi tahun 2026 yan tidak menentu, pasti bikin khawatir, meskipun kahwatir belebihan tidak perlu sebenarnya, tapi begitulah cara kerja dunia, yang harus anda terima, sesesak apapun itu.