Konsekuensi dan tanggung jawab setelah anda bertambah dewasa apapun pilihan dan kebutuhan anda saat ini baik masih sekolah, kuliah maupun sudah bekerja dan menikah. Karena jika anda menjalankan itu dengan penuh kesungguhan maka anda akan mendapatkan manfaat terbesar mengenai keselarasan hidup yang alami dan natural serta harmonies kapanpun dan dimanapun anda berada saat ini tanpa menimbulkan banyak resiko kedepannya. Simak juga ciri orang yang tidak konsekuen dan tanggung jawab dengan pilihannya dan semoga anda bukan termasuk dalam golongan itu karena memang nurani andalah yang menjawabnaya. Saat ini ada 42 artikel yang masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal dan aplikatif. Halaman ini bisa anda lihat dengan PC-Desktop maupun dengan Smartphone Android atau Mobile Version, Revisi ke : . Silahkan simak selengkapnya materi tentang Edukasi Pengembangan Diri khususnya mengenai Konsekuensi dan tanggung jawab setelah bertambah dewasa.

Manfaat yang anda dapatkan jika konsekuen dan tanggung jawab semakin bertambah dewasa baik saat masih sekolah, kuliah atau bahkan sudah mulai bekerja apalagi telah menikah. Tanpa harus menimbulkan banyak resiko yang kurang baik kedepannya.

Sekolah . Kuliah . Bekerja . Menikah . Manfaat . Resiko . Ciri

Konsekuen dan Tanggung Jawab Atas Pilihan! -

Kapanpun bahkan ini setiap orang selalu mempunyai pilihan dalam hidupnya itu pasti. Namun pada kenyataannya tidak semua orang bisa konsekuen dan tanggung jawab dengan apa yang sudah menjadi pilihannya. Ciri khas orang yang paling banyak terjadi adalah mencari alasan dan alibi untuk menghindari apa yang menjadi konsekuensi dan tanggung jawabnya. Dan ini terjadi pada setiap aspek dan lapisan kehidupan. Baik yang dalam masa pilihan : sekolah, saat kuliah, mulai bekerja dan akhirnya menikah. Manfaat utama jika orang konsekuensi dan tanggung jawab setelah bertambah dewasa atas apa yang menjadi pilihannya adalah tidak akan menimbulkan resiko banyak masalah baik kecil maupun besar, karena kesadarannya ini bisa berguna mendidik langsung pada dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya. Simak ini dengan baik dan tanam dalam sanubari anda, sehingga ketika anda mengambil pilihan dalam hidup tidak menganggu dan merugikan orang lain, bahkan bisa mendidik secara langsung.

Pilihan saat anda sekolah :

  • Bagi anda yang saat ini dalam masa sekolah maka konsekuensi dan tanggung jawab atas pilihan anda adalah belajar yang tekun, raih prestasi dan ranking yang bagus 10 besar minimal, dan rangking 1 maksimal. Dan tunjukan pada orang tua anda kalau anda layak dibiayai sekolah karena anda mampu berprestasi tinggi disekolah sesuai bakat dan keahlian anda. Bukan mencari banyak alasan karena malas belajar dan saat prestasi anda menurun. Jangan suka bermain-main dan dolan-dolan dengan kanca batir, pikirkan orang tua anda sudah susah payah mencari uang untuk biaya sekolah anda.

Pilihan saat anda kuliah :

  • Saat anda memilih kuliah, pastinya anda sudah menginjak usia dewasa. Konsekuensi dan tanggung jawab sebenarnya sudah jauh lebih berat daripada sekedar sekolah, anda harus memikirkan 4 sampai 5 tahun kedepannya setelah lulus kuliah mau punya masa depan seperti apa. Kuliah tidak untuk berhura-hura, pacaran, kongko-kongko dan nongkrong dengan teman-teman. Sebab orang tua yang membiayai anda sedang menunggu hasil kuliah anda tentu dengan prestasi akademik yang bagus dan berprospek untuk cari kerja atau membangun usaha kedepannya. Kasihan kan orang tua anda yang sudah susah payah banting tulang cari uang, kalau anda kuliah hanya untuk bersenang-senang.

  • Mengapa anak desa, yang makannya singkong dan thiwul kadang bisa lebih pintar dan bahkan genius? Karena anak seperti ini memiliki kesadaran nurani dan spirit yang tinggi, menyadari kalau cari uang itu tidak gampang, harus bertetesan keringat dan otak bisa sampai berasap karena saking panasnya, dengan kesadaran tinggi nurani inilah yang pada akhirnya membuka gerbang logic (and or not nand nor) dalam otaknya secara alami tanpa dipaksa dan disuruh-suruh.

Konsekuensi dan tanggung jawab Pilihan saat anda bekerja :

  • Mencari dan mendapatkan pekerjaan ideal sesuai dengan keinginan anda itu tidak gampang. Jadi jika anda sudah terdesak dan melag butuh uang dari hasil bekerja apa saja diluar idealisme anda ya jalankan saja tanpa menggerutu dan menyalahkan orang lain. Kecuali jika anda tergolong orang yang memiliki skill dan keahlian khusus yang tinggi, mungkin saja bisa pilih-pilih seusai bakat dan bidang anda.

  • Memahami pengertian bekerja dan jangan menjadikan tempat kerja sebagai rumah. Lembur menjadi alasan tidak pulang kantor, padahal pekerjaannya kalau diakui hanya sedikit (Gengsi). Waktunya kerja ya kerja, waktunya pulang ya pulang tanpa banyak alasan, apalagi kalau anda sudah berkeluarga, harus bisa menanggalkan kepentingan dan ego sendiri untuk bersenang-senang, apalagi kalau sudah punya momongan.

  • Bekerja dengan wajar sesuai dengan bidang dan jenjang kerja, tanpa memolesnya berlebihan seolah-olah paling berperan dibidangnya padahal tidak demikian.

  • Memahami dan mengenal betul struktur oraganisasi perusahaan yang dinaunginya, dan memahami tugasnya yang sebenar-benarnya, sehingga tahu cara memberikan benefit dan keuntungan bagi perusahaan yang sudah mempekerjakannya, bukan hanya menuntut gaji tinggi tapi tidak ada kontribusinya secara teknis untuk membesarkan perusahaan tempatnya bekerja.

Tanggung jawab dan konsekuensi Pilihan saat anda menikah dan berkeluarga :

  • Jangan suka membebankan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab anda setelah berkeluarga kepada orang lain, kepada saudara lainnya atau orang tuanya. Pembantu rumah tangga sekalipun memiliki tugasnya sendiri, tapi jika sudah apa yang seharusnya menjadi tanggungan anda sebagai orang tua, seharusnya tetap dijalankan sendiri tanpa banyak alasan ini dan itu.

  • Berkeluarga dan menjadi orang tua itu : repot, capek, banyak pikiran dan tenaga yang terkuras, TAPI itu sudah tanggung jawab dan konsekuensi pilihan anda setelah menikah, jalankan saja karena itu sudah konsekuensinya. Jangan beranggapan Akad Nikah itu ucapan biasa, tapi akad nikah memuat tanggung jawab besar dan konsekuensi tanpa beralasan ini dan itu.

  • Kalau kebutuhan apapun, selesaikan sendiri. Tanpa harus merepotkan orang lain, saudara lainnya, orang tuanya, bahkan memojokan orang lain supaya mau terus membantu apa yang seharusnya bukan tanggung jawab dan konsekuensinya.

  • Siapapun dan apapun seperti apapun karakter pasangan anda setelah menikah, itu adalah pilihan anda sendiri, jalankan saja sesuai akad nikah bahkan jangan sampai mencari-cari yg lainnya, inipun tanggung jawab besar dan konsekuensi tinggi yang kadan tidak dipahami jauh-jauh hari sebelum menikah.

  • Apapun pekerjaan yg didapat setelah menikah, berapapun banyaknya uang yang dihasilkan dari penghasilan atau gaji, maka anak adalah tujuan utamanya, baik istri maupun suami. Kalau uangnya lebih, maka lebih baik ditabung untuk masa depan anak, daripada dipakai untuk menyuap dalam tanda kutip kepada saudara maupun orang tuanya, supaya mau direpoti terus mengurus anaknya, dan merasa tidak enak karena sering disuap dalam tanda kutip. Padahal posisi seperti ini adalah rikuh pekewuh yang tidak pada ranah dan kategorinya. Adakah orang seperti itu setelah berkeluarga dan istilahnya meskipun mapan secara finansial? jawabannya ada : hanya saja nuraninya mau mengakui atau tidak, dan ini membutuhkan analisa sangat lembut, serta kesadaran penuh kesungguhan dari orang yang bersangkutan.

Manfaat utama menjalankan konsekuensi dan tanggung jawab pilihan anda :
  • Memahami makna kedewasaan yang sesungguhnya dan bisa diandalkan karena tidak akan menimbulkan banyak masalah baik yang diduga maupun tanpa terduga.
  • Hidup berjalan wajar dan alami sesuai dengan porsi dan tanggung jawab masing-masing paham dengan konsekuensi pilihannya sendiri tanpa menyalahkan orang lain.
  • Tidak menimbulkan banyak salah paham yang berujung pada distorsi dan disharmonies.
  • Hidup selaras dan seimbang, baik dengan keluarga, saudara, teman, kerabat maupun dengan tangga teparo. Tanpa menimbulkan sesuatu yang ambigu dan kesalahpahaman tidak pada tempatnya.
  • Memiliki hubungan silaturahmi yang harmoni dan bertahan lama dengan siapapun juga.
  • Lembah manah dan punya kesadaran tinggi akan konsekuensi dan tanggung jawabnya, bahkan saat banyak keadaan yang bertentangan dengan kehendak dan keinginananya, punya kesabaran tinggi dan penug pemecahan yang tidak merugikan siapapun disekitarnya.
  • Rasa konsekuensi dan tanggung jawab setelah bertambah dewasa akan terus tumbuh dan berkembang, tanpa harus disuruh-suruh, tanpa harus diberitahu terus menerus.
Efek dan resiko yang ditimbulkan jika menghindari dari konsekuensi dan tanggung jawab pilihan anda :
  • Hanya menimbulkan banyak masalah baru, baik besar, kecil maupun yang terduga dan tidak diduga.
  • Hidup berjalan dengan penuh tekanan, ada-ada saja masalah yang timbul, mengakibatkan hubungan yang disharmonies bahkan dengan pasangan sendiri setelah menikah misalnya.
  • Sering menimbulkan salah paham yang tidak pada tempatnya, menimbulkan crash yang tidak semestinya, terlampau distorsi dan disharmonies.
  • Hidup menjadi tidak selaras karena terlalu banyak hal yang ambigu karena suka memanipulasi keadaan yang sebenarnya sudah menjadi konsekuensi pilihan dan tanggung jawabnya.
  • Hubungan silaturahmi dengan siapapun menjadi terganggu dan kadang menimbulkan sekulerisme yang selalu bertentangan satu sama lainnya.
  • Tidak akan punya sikap lembah manah, kesabaran, apalagi kesadaran tinggi, karena memang suka menganggap dirinya paling benar, dan sudah pasti sering merugikan dan menyakiti orang lainnya, terutama yang hanya manis di bibir dan sikapnya saja, tanpa dilandasi niat yang tulus penuh kesungguhan.
  • Rasa konsekuensi dan tanggung jawab setelah dewasa tidak ada dan hanya akan tumbuh jika dikerasi, ditekan, disuruh dan terus-menerus diberitahu, meskipun itu saja tidak menjamin kesadarannya bisa tumbuh secara natural.
Ciri orang yang suka menghindar dari konsekuensi dan tanggung jawab pilihannya :
  • 1. Suka memanipulasi keadaan dengan beragam cara, baik halus (Yg berpendidikan) maupun kasar (Yg tidak berpendidikan). Membuat keadaan seolah-olah dirinya paling benar, padahal sebaliknya. Dan cenderung kegiatannya ini merugikan orang lain yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan kebutuhannya itu.
  • 2. Banyak bicara, dan banyak bicaranya itu cenderung meracuni pikiran orang lain, baik dengan cara halus (Yg berpendidikan) dan kasar (Yg tidak berpendidikan). Membuat seolah-olah dirinya yang terbaik, padahal sebaliknya. Konsekuensi dan tanggung jawabnya sendiri dihindari, supaya seolah-olah orang lain yang bersalah terhadapnya, padahal tindakannya ini sangat menyakiti hati orang lain, dan membuat orang lain yang tidak ada sangkut pautnya itu menjadi terpojok dan serba salah padahal tidak demikian seharusnya.
  • 3. Suka mencari alasan dan alibi, supaya seolah-olah dirinya tidak bersalah. Manis di bibir memutar kata malah menuduh orang lain segala penyebabnya. Siapa terlena pastilah terpana : bujuknya, rayunya, suaranya yang menyimpan simpati dan harapan. Sikap yang seolah-olah manis namun memendam niat yang tidak baik dan memanfaat orang lain untuk membelanya padahal dirinya bersalah.
  • 4. Banyak tingkah dan polahnya, yang disatu sisi menimbulkan orang lain memujinya karena tingkah lakunya dianggap benar, namun disisi lain menyakiti dan merugikan orang lain.
  • 5. Tidak memahami kalau hidup itu terlalu dinamis untuk dijelaskan dan dipahami, sehingga berbuat semaunya sendiri tanpa memandang kedepan dampak dan resikonya buat dirinya sendiri saat melalaikan konsekuensi dan tanggung jawab pilihannya.
  • 6. Memiliki pengetahuan agama yang cukup matang hasil dari pendidikan formalnya, namun tidak memiliki kesadaran spiritual yang tinggi, dan jauh dari pengetahuan yg dimensinya lebih tinggi. Sehingga hanya paham dengan hal-hal yang sifatnya fisik saja, tanpa mempertimbangkan beban pikiran orang lain dan hati orang lain yang telah disakitinya, dan selalu merasa paling benar dan tidak mau disalahkan.
Sementara itu yang bisa disampaikan mengenai konsekuensi dan tanggung jawab setelah bertambah dewasa apapun pilihan dan kebutuhan anda saat ini jalani dengan penuh kesungguhan tanpa menyalahkan apalagi memojokan orang lain yang bahkan sudah bukan tanggung jawabnya. Semoga uraian ini bermanfaat baik untuk anda yang saat ini sedang menjalani sekolah, mulai masuk kuliah, apalagi yang sudah bekerja dan manikah karena sunggung itu konsekuensi dan tanggung jawab besar tanpa banyak alasan. Jika menjalankan konsekuensi dan tanggung jawab dengan penuh kesungguhan maka tidak akan ada resiko tidak baik yang ditimbilkan malah justru hanya keselarasan dari budi pekerti yang baik yang timbul. Semoga anda yang sedang membaca ini tidak termasuk ciri orang yang tidak memiliki konsekuensi dan tanggung jawabnya, dan jawablah hanya dengan nurani anda. Sebelum dan sesudahnya, Terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan anda. Selamat .

Tag : Terimakasih sudah menyimak posting tentang Konsekuensi dan Tanggung Jawab Setelah Dewasa semoga bermanfaat positif, inspiratif dan lebih aplikatif kedepannya. Karena memang referensi edukatif ini jika dijelaskan lebih detail dan spesifik secara ilmiah akan sangat panjang. Jika ada fasilitas download silahkan lihat di pojok kanan atas. Artikel dengan kategori Edukasi Pengembangan Diri ini merupakan sub dari Substansi Kedewasaan Seri 2. Selamat beraktifitas dan semoga berhasil sukses untuk anda!.




Comment

   
Nama
 

E-Mail

 

 

 

Nama WEB/Blog tulis dg format lengkap http

Comment

 

Hasil perkalian
5 dan 6=?

 
  

Silahkan jika anda serius, ingin memberikan komentar / saran / masukan / lainnya boleh, dengan syarat berkomentar : gunakan data valid, terutama email aktif yang bisa di subscribe, karena setiap comment masuk akan di subscribe lebih dahulu. Comment diluar topik dan prosedur tidak akan direspon dan comment yang anda masukan harus sesuai dengan topik materi mengenai konsekuensi dan tanggung jawab setelah bertambah dewasa.

 
 

Konsultasi Tanya Jawab Umum maupun Link Exchange khusus materi artikel mengenai konsekuensi dan tanggung jawab setelah bertambah dewasa :

  

Nama
 
Alamat
 
Kota
 
E-Mail
 
Telepon
 
  
   Isi pertanyaan, post, review, konsul, etc.

Hasil perkalian
5 dan 6=?
 
  
   
 
 

Post Visitor

  
Nama
E-Mail
  
Pesan / Konsul / Pertanyaan
Nama rekan anda
E-Mail rekan anda
Hasil perkalian
5 dan 6=?
 

Jika anda memiliki rekan atau teman bahkan saudara maupun kerabat dekat yang anda percaya dan juga membutuhkan informasi artikel khusus tentang Edukasi Pengembangan Diri ini maka, anda boleh mengirimkan info ini menggunakan email yang valid. Gunakan post visitor ini sebaik mungkin, silahkan isi form post visitor diatas dengan baik dan benar serta berhubungan dengan materi topik mengenai konsekuensi dan tanggung jawab setelah bertambah dewasa.

 
 

Statistic And Geographics


Simple Content For Fast Access

-