Perbedaan pembimbing dengan penasehat pada orang yg suka bermain sepak bola agar dengan edukasi pengembangan diri bisa dapat pekerjaan tetap & masa depan yg menjamin.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Ini adalah ANALOGI yg bisa diterapkan pada berbagai sendi kehidupan. Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Perbedaan pembimbing dengan penasehat.

Perbedaan pembimbing dengan penasehat pada orang yg suka sepak bola. Ini adalah ANALOGI universal.

Apa bedanya pembimbing dg penasehat?

Inilah perbedaan nyata antara pembimbing dg penasehat :

  • Penasehat sebenarnya adalah : orang yg suka menasehati orang lain dg informasi yg berlebihan, suka menghantui orang lain dg rasa khawatir yg berlebihan, bukan pemecah masalah, & tak pernah memberikan jalan keluar / solusi yg kongkrit & nyata. Secara halus sering meremehkan bakat & potensi orang yg dinasehati, sehingga rasa khawatir orang yg dinasehati menjadi terbakar akhirnya dihantui rasa takut berlebihan.

  • Pembimbing sesungguhnya adalah orang yg memacu potensi & bakat apapun yng ada didalam diri seseorang, memotivasi orang dng cara tepat, hingga orang yng dibimbing akan dng sendirinya menemukan solusi sesuai dng bakat & potensinya tersebut. Pembimbing lebih introspeksi diri sebelum banyak bicara, & merasakan serta memposisikan diri / berempati bila berada di posisi seperti orang yng dibimbingnya. tak pernah membakar rasa khawatir, emosi, amarah orang lain dng cara apapun, tapi justru memotivasi bakat & potensi apapun orang yng dibimbingnya hingga bisa maksimal.

CONTOH ANALOGI YG NYATA yng menggambarkan bagaimana perbedaan pembimbing dgn penasehat :

  • KASUS : Ada anak yng gemar main sepak bola, olahraganya pintar, tapi sekolahnya nilainya jelek. Anak ini dikhawatirkan tak mendapatkan pekerjaan tetap kedepannya.

yang dilakukan PENASEHAT :

  • Terus menasehati anaknya supaya tak bermain sepak bola.

  • Terus mengkhawatirkan anaknya mbok sampai gak dapat pekerjaan tetap kedepannya.

  • Terus menghantui anak tersebut dgn rasa khawatir berlebihan sebab sepak bola tdk ada masa depannya, & sepak bola bikin orang bodoh sekolahnya hingga tdk ada masa depannya.

  • Kalimat seorang penasehat kurang lebih begini : "Nak, saya khawatir apabila terus bermain sepak bola, nanti sekolah bodoh & tdk bisa dapat pekerjaan tetap, nanti tdk punya masa depan, berhentilah nak.. bermain sepak bola dari sekarang, belajarlah yng rajin biar sekolahmu pintar, nanti dapat pekerjaan tetap ygn menjamin masa depanmu nak.." SEPINTAS nasehat ini BENAR, Tapi sebenarnya menyesatkan.

  • Efeknya anak akan berhenti bermain sepak bola, bakatnya pupus, sekolah pintar sebab dipaksa, hatinya sesak sebab hobinya dihalangi, kelak anak ini menjadi diktator ygn tidak bijak, hanya karena menuruti rasa haus orang tua akan pekerjaan & karir ygn dianggap menopang masa depan & seolah-olah menjadi DOKTRIN paling benar.

yang dilakukan PEMBIMBING :

  • Terus memotivasi anak tersebut agar mengembangkan bakat sepak bolanya sampai maksimal.

  • tidak pernah mengkhawatirkan anak tersebut kelak tidak dapat pekerjaan tetap & layak, tapi percaya & mendoakan agar bakat anak itu kelak mendapatkan habitat & tempat tepat, tanpa banyak bicara & membakar rasa khawatir berlebihan.

  • tidak pernah menghantui anak itu dgn kekhwatiran berlebihan, tapi justru membimbing bahwa kepandaian intelektual tergali melalui bakatnya dalam sepak bola, hingga anaknya menemukan hubungan lienear antara sepak bola & intelektualitas akademik, ygn terpelajari dgn berbagai cara & bakat apapun.

  • Kalimat seorang pembimbing akan seperti ini : "Nak,, teruslah bermain sepak bola, kembangkan bakatmu sampai titik maksimal. Nanti kalau sudah pandai bermain sepak bola, bidiklah masa depanmu dengan pekerjaan ygn tetap & menjamin seperti saat membuat goal ygn indah seperti bermain sepak bola, buktikan bakatmu nak.. Aku percaya & yakin orang ygn berbakat, doaku menyertaimu nak.. & rajin-rajinlah beribadah untuk selalu ingat penciptamu & pemberimu bakat yang sebenar-benarNya.."

  • Efeknya anak akan termotivasi besar untuk membuktikan bakat & keahliannya, anaknya akan berusaha keras membuktikan dia mampu meraih intelektualitas serta masa depan yang layak & menjamin, Tanpa merasa dipaksa. Kelak anak masuk jalur pembimbing ini akan menjadi pemimpin yang bijak, penuh empati, & cerdas dalam memecahkan masalah tanpa membuat doktrin yang dianggap paling benar.

  • Pembimbing selalu paham, kalimat & kata tepat untuk orang tepat dalam situasi paling tepat ditempo tepat pula, bukan sebaliknya seperti penasehat.

Analogi diatas terterapkan dalam berbagai sendi kehidupan, teliti dalam mencerna kata-kata, terutama bedakan antara pembimbing dengan penasehat itu sebenarnya berbeda 180 derajat. Pahami intisarinya, & jangan menelan mentah-mentah, karena penasehat & pembimbing bisa benar keduanya, tapi penempatannya sangat berbeda jauh. Bagaikan planet bumi dengan pluto.

Siapakah orang yang sering ditemui setiap hari? termasuk golongan pembimbing / penasehat?

jika setiap hari sering ketemu dengan penasehat, maka berhati-hati karena jika tidak teliti dia bahkan memperkeruh kondisi yang sebelumnya sudah benar menjadi tersamarkan bahkan semakin keruh.