Mengapa banyak yang tidak lolos tes CPNS 2018 karena malas belajar tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) sejak dini.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Tidak memahami metode scoring passing grade juga faktor tidak lolos seleksi akibat tidak punya strategi menyiasati waktu & jawaban soal tes. Sekarang ada 108 artikel masuk dalam Kategori Psikotes. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Mengapa banyak yang tidak lolos tes CPNS 2018.

Sebelum pengumuman seleksi CPNS 2018 memang sudah banyak sekali yang menunggu peluang tersebut. Terbukti pada saat pembukaan lowongan kerja CPNS pelamar & pendaftarnya sangat banyak melebihi kuota yang dibutuhkan. Banyak pula yang lolos seleksi administrasi awal yang standarnya sudah cukup tinggi. Namun setelah tes CPNS digelar diberbagai daerah, ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Banyak yang tidak lolos CPNS 2018 pada tahap tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) karena tidak memenuhi passing grade yang diberlakukan. Mengapa banyaka pelamar yang tidak lolo seleksi tes CPNS 2018 itulah yang akan coba dibahas & dianalisa disini, semoga bisa membawa wacana & perubahan khususnya bagi pelamar supaya siap lebih dini agar tidak kaget dengan bentuk tes : TIU, TWK, TKP, SKB.

Alasan kenapa masih banyak yang tidak lolos memenuhi passing grade CPNS 2018 :

  • 1. Malas belajar jenis tes SKD, sehingga tidak familiar dengan bentuk soalnya. Malas belajar adalah faktor utama pangkal tidak lolos tes CPNS itu pasti.

  • 2. Sudah punya banyak referensi download soal latihan tes SKD namun tidak memahami substansi soal, tapi hanya menghapal.

  • 3. Jarang membuka kembali pelajaran ketika di sekolah maupun kuliah, terutama yang berhubungan dengan sejarah nasional & kebangsaan, biasanya mendapatkan skor yang rendah pada tes TWK sehingga tidak lolos tes ini.

  • 4. Terlalu fokus mengerjakan soal yang dianggapnya rumit padahal belum tentu soal tersebut memiliki skor yang tinggi, sehingga kehabisan waktu yang justru bisa digunakan untuk mengerjakan soal yang lebih mudah bahkan sebenarnya memiliki nilai lebih tinggi.

  • 5. Tidak memahami metode perhitungan score passing grade tes SKD sehingga tidak memiliki strategi untuk menyiasati bagaimana memanfaatkan waktu yang sedikit & tidak menjawab semua soal tapi bisa mendapatkan score yang tinggi sesuai standar passing grade. Untuk bisa melakukan itu butuh pengetahuan & strategi khusus, karena soal tes SKD sudah didesain sedemikan rupa sangat cerdik bagi mereka yang tidak teliti & hati-hati menjawabnya maka hasilnya jamin 100% gigit jari, apalagi kalau malas sekali belajarnya.

  • 6. Terbiasa mengerjakan tes secara manual, padahal tes CPNS sekarang menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Meskipun komputer sudah jadi barang umum, namun responsibilitas pengguna dalam menggunakan sistem CAT ini jika tidak familiar akan mempengaruhi terkurasnya waktu untuk hal yang tidak penting, seperti scrolling mouse terlalu lama, menekan tombol yang tidak semestinya, mengulang halaman refresh page, ini secara tidak sadar bisa secara akumulatif mempengaruhi hasil tes, karena disini secara langsung ketelitian peserta tes juga teruji.

Passing grade setiap tes SKD yang tidak terpenuhi adalah faktor dominan tidak lolos tes CPNS :

Setelah menanyakan langsung ke beberapa responden peserta tes, hasilnya sangat variatif. Pertanyaan standar "Mengapa tidak lolos tes SKD?", ada yang menjawab : karena nasib belum nyanthol, & paling banyak menjawab karena soal tes TWK maupun TKP yang tidak familiar & tidak pernah ada selama di sekolah maupun kuliah. Semua soal apapun keturunan psikotes yang berbau logika penalaran kritis memang lazimnya tidak akan pernah ada dalam tes akademik biasa, makannya kalau malas belajar pasti tidak akan lolos tes ini. Rata-rata dari mereka tidak lolos akibat mendapatkan score passing grade dibawah ambang batas minimal pada tes TWK & TKP, selebihnya di TIU. Yang lebih parah lagi ketiga tes tersebut meraih score dibawah batas minimal passing grade yang ditetapkan. Malas belajar & belajar model wayangan adalah penyebab utama gagal lolos tes SKD.

Jika banyak yang tidak lolos & hasilnya tidak memenuhi kuota kebutuhan pegawai, lalu bagaimana? Berikut adalah prediksi secara logis & realistis :

  • 1. Kalau mau diadakan seleksi tes ulang, sepertinya tidak mungkin. Mengapa? karena seleksi tes CPNS menggunakan sistem CAT membutuhkan persiapan teknis yang sangat matang diberbagai aspek & terutama membutuhkan anggaran biaya yang sangat besar.

  • 2. Kemungkinan paling logis & rasional adalah menggunakan sistem fivety-fivety / (50%/50%), Artinya :

Opsi A : 50% berikutnya diambil langsung dari mereka peserta tes yang sudah menjadi wiyata bakti & sudah terdaftar di Dinas Pendidikan (DinDik) melalui sistem DaPoDik. Terutama mereka yang jelas sudah memiliki sertifikat diklat maupun keahlian diberbagai tingkat pada instansinya masing-masing. Karena mereka dalam kategori ini sudah jelas-jelas memiliki kontribusi teknis sesuai juknis & kompetensi bidangnya masing-masing bukan fresh graduate.

Opsi B : 50% bisa dilakukan perengkingan berdasarkan hasil score passing grade maksimal sampai minimal, dicocokan dengan kuota kebutuhan.

Banyak yang tidak familiar menggunakan sistem CAT sehingga score passing grade jauh dibawah batas minimal, akibat MALAS BELAJAR.

Jadi pada intinya memang siapapun yang ingin menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) kuncinya adalah belajar & siap lebih dini bahkan sebelum ada lowongan CPNS sekalipun. Berusaha secara mandiri menambah wawasan mengenai administrasi negara, wawasan sejarah kebangsaan & pancasila, serta memperbaiki intelegensia dengan memperbanyak latihan tes berbau angka, selain itu menerapkan konsep diri agar memiliki kepribadian yang tepat untuk menjadi ASN.