Pengaruh sindrom pensiun terhadap sifat & perilaku seseorang.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Pengaruh sindrom pensiun terhadap perilaku seseorang.

Apa : Pengaruh sindrom pensiun terhadap perilaku seseorang? & Bagaimana supaya tak dihinggapi sifat sindrom pensiun?

Masa pensiun sangat berpengaruh pada seseorang, terutama sifat, watak & perilakunya. Orang yg sudah pensiun bila tak punya pekerjaan / usaha sampingan yg dibangun selama masih aktif bekerja, maka berpengaruh besar setelah pensiun. Jabatan hilang, status pekerjaan hilang, mesti kembali membaur dg masyarakat. Bagi yg tak siap menghadapi masa pensiun, tak jarang mereka depresi, setiap hari kurang kerjaan, aktivitasnya tak produktif. Sibuk hanyalah sekedar sibuk yg tdk begitu berarti ada hasilnya. Pensiun memang memberikan dampak & pengaruh sangat besar terhadap seseorang dalam visi hidupnya kedepan terutama bagi mereka yg punya sifat materialistis baik ditonjolkan secara fisik maupun dipendam dibenaknya.

Definisi arti sindrom pensiun memiliki pengertian sebagai kondisi dimana seseorang tdk siap ikhlas & tulus ketika predikat aktivitas, kesibukan, status pekerjaan, kehormatan jabatan, harus dilepas sebab rotasi umur, sistem, produktivitas yng harus digantikan. Sangat takut & khawatir apabila sudah pensiun tdk dihargai & dihormati setelah purna, terutama saat harus kembali terjun & membaur dng masyarakat umum / sosial. kalau tdk siap mengahadapi masa pensiunan akan sangat memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang.

Berikut beberapa ciri & sifat seseorang yng sudah terkena sindrom pensiun :

  • Suka ngobrol, terutama tentang kehebatan pengalaman hidupnya jaman dahulu.

  • Setiap apa yng dibicarakannya selalu ingin diakui betulnya & dijawab ya.

  • Suka mengadakan kegiatan yng kadang sudah tdk terlalu diperlukan, hanya demi mengisi waktu kosong.

  • Kadang operasional keseharian semakin boros, ingin diakui kedermawanannya.

  • Suka menggurui, terlepas dari salah benarnya yng dibicarakannya, pokoknya ygn penting diakui benarnya.

  • tidak mau dinasehati, karena merasa lebih berpengalaman & lebih tua umurnya.

Sifat & perilaku apa ygn rentan membuat seseorang terkena pengaruh terhadap sindrom pensiun?

  • Sifat materialis, cinta materi, suka pamer kekayaan & kedermawanan.

  • Sifat terlalu suka dipuji & disanjung.

  • Keras tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, terutama ygn dianggap masih muda.

  • Mudah emosi, marah, murung, ketika apa ygn dimilikinya tidak diakui secara publik. Entah itu dirumah maupun dilingkungan umum.

Bagaimana cara agar seseorang tidak kena pengaruh sindrom pensiun terhadap perilaku secara mendalam?

  • Berusaha menyepi dari hal ygn bersifat duniawi, materi, & memperdalam ilmu agama maupun jiwa spiritual. supaya bijak dalam menghadapi siklus hidup yang heterogen.

  • Tulus, iklhas & mensyukuri keadaan tanpa terlalu khawatir berlebihan terhadap ekspektasi orang lain terhadap dirinya.

  • Usahakan mempunyai perilaku yang lembah manah, asor & muhasabah.

  • Mau mendengarkan nasehat, pendapat, dari orang lain meskipun masih muda. Sadarilah : pengalaman hidup esensinya adalah pengetahuan langsung secara fisik. Sedangkan pengetahuan tercapai seseorang dgn berbagai metode observasi, apalagi jika seseorang itu mendapat tiupan hidayahNya. Maka jangan heran jika ada anak berumur fisik muda tapi usia mental jiwanya sudah sangat tua & sebaliknya.

Entah pensiunan maupun yang belum pensiun memang yang namanya harta uang kekayaan, tahta, gelar, jabatan, status sosial, kajenan, semua kebutuhan hidup memang penting sekali terhadap pengaruh hidup seseorang. Tetapi ada tujuan hidup lebih penting & jauh dari sifat dimensi fisik. Terserah bagaimana memahaminya, meskipun realitanya demikian adanya.

Itulah mengenai sindrom pensiun, semoga siapapun kapanpun dimanapun tidak sampai terkena pengaruh sindrom pensiun terhadap perilaku seseorang serta menjaga ketulusan lebih memahami arti dewasa dalam berpikir lebih bijak. Terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya, selamat bekerja & beraktivitas.