Cara memperbaiki baterai laptop yang bocor serta akibat kerusakan hardware.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Langkah merawat dan menjaga agar lebih awet tidak cepat habis dan mudah ngedrop. Caranya adalah sebagai berikut : perhatikan jenis chipset pada mainboard laptop dan yg ada di baterai laptop tersebut, lihat dan cek ukuran ampere dan voltasenya. Beli dan ganti salah satu atau beberapa komponen cell baterai sesuai parameter dan ukuran. Gunakan alat repair yang bagus kalau butuh menyolder jangan terlalu banyak tinol menggelembung karena mempengaruhi konduktifitas dan resistansi. Jika kurang yakin bisa anda bawa ke teknisi yang paling anda anggap terpercaya aka kualitas service dan supaya anda mantep. Jika sudah jadi, anda bisa merawat NB (Notebook) atau laptop dengan jangan terlalu lama ngechass. Baterai yg drop apalagi sampai bocor bisa mengakibatkan kerusakan OS dengan indikasi sering mati sendiri, restart maupun blue screen. Simak selengkapnya sampai ke perkembangan hardware agar anda bisa menemukan sendiri spare part yg tepat buat laptop anda. Hopefully your ask soved here. Sekarang ada 67 materi masuk dalam Kategori Komputer. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat menggunakan PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version, Revisi ke : 95583. Silahkan simak selengkapnya materi tentang Ask Bagaimana cara memperbaiki baterai laptop yang bocor.

JENIS KERUSAKAN PADA LAPTOP.

Perbaikan kerusakan hardware / software ditentukan oleh kualitas peralatan repair yang digunakan & spare part penggantinya.

hardware . chipset . kerusakan . os . spare part . merawat . kualitas . teknisi . komponen . alat

Cara memperbaiki laptop yg lemot

Untuk melakukan perbaikan yg jitu pada laptop maka paling awal harus dipahami adalah mengenal jenis kerusakannya terlebih dahulu sehingga tak spekulatif. Ulasan kali ini akan membahas mengenai ciri kerusakan laptop yg nantinya terjadikan referensi & inspirasi sebagaicara memperbaiki laptop yg lemot / bahkan memperbaiki laptop rusak. Jenis kerusakan pada laptop secara garis besar ada 2 jenis yaitu : kerusakan hardware & software pada OS. Untuk kerusakan akibat perangkat keras (Hardware) hasil perbaikannya nanti sangat ditentukan oleh kualitas dari teknisi yg memperbaiki, alat service yg digunakan, komponen micro seperti spare part semacam chipset yg dipakai untuk pengganti (Replacement). Kalau laptop kelak sudah berhasil diperbaiki, berikutnya tinggal merawat saja aplikasi didalamnya untuk menjaga supaya laptop tak lemot.

Saat ini kerusakan notebook sangat beragam sebab perkembangan jenis hardware & berbagai vendor-vendor baru yg mulai mengeluarkan berbagai jenis komponen, sehingga kerusakan menjadi semakin variatif tak seperti sebelumnya yg terbanyak hanya pada program didalamnya atapun laptop lemot, Tapi sekarang kerusakan notebook lebih banyak pada hardware area / pada perangkat kerasnya, sehingga dibutuhkan basic pengetahuan yg harus memadai tak hanya pada teknik aplikasi programnya, tetapi sudah menyangkut mengenai keterampilan bidang elektronika digital & kemampuan replacement komponen bga & analisanya, sebab sebagian besar notebook didominasi komponen terintegrasi bga, jadi untuk menangani kerusakan notebook sekarang lebih membutuhkan waktu untuk analisa & lokalisir gangguan yg menimbulkan kerusakan/trouble.

dengan adanya beragam jenis chipset maupun komponen bga yg bervariasi & dimensi pcb micro atx yg menyesuaikan desain dari model-model laptop yng dikeluarkan saat pabrikasi, Maka saat terjadi trouble ada banyak jenis kerusakan laptop dg prosedur penanganan berbeda-beda, adapaun beberapa kerusakan yng sering terjadi adalah dg ciri-ciri sebagai berikut :

Ciri-ciri Jenis kerusakan hardware :

  • Laptop mati total, baik saat menggunakan baterai maupun menggunakan charger/adaptor.

  • Laptop tak menampilkan gambar sama sekali alias blank, meskipun saat post power on : led indikator untuk power, hdd, wifi & ie menyala normal & ada aktivitas pembacaan hdd.

  • Bunyi tut berkepanjangan saat pertama kali laptop dinyalakan, & saat masuk desktop blinking dg mengeluarkan salahsatu karakter maupun huruf / simbol yng sama.

  • Bunyi tut lebih khusus dg nada beep berbeda saat di on, & tak menampilkan tanda-tanda booting dari self post bios.

  • Keyboard berhenti & tak teroperasikan / Digunakan saat sudah booting & masuk pada desktop area, saat posisi login tak memasukan account apapun.

  • LCD / LED monitor laptop mengeluarkan raster tapi tdk menampilkan gambar apapun saat dinyalakan, indikator led power, hdd, wifi, bluetooth menyala normal.

  • LCD mengeluarkan shadow-dot virtual & bintik-bintik mulai dari satu titik hingga menyebar keseluruh layar.

  • LED mengeluarkan garis vertikal maupun horisontal berwarna-warni dg koordinat beragam.

  • Laptop blue screen, tetpai setelah direpair OS tetap blue screen baik pada proses awal maupun saat akan memasuki desktop, terutama setelah driver-driver peripheral sudah mulai dimasukin & sudah dikenalOS.

  • Layar blinking, dg warna putih dalam waktu lama, / menyala trus dg satu warna tanpa menampilkan gambar apapun. Contohnya pada acer aspire one yng tdk booting biasanya ada indikasi ini terlebih dahulu, juga berlaku pada laptop lain yng tdk bisa booting.

  • Indikator baterai pada OS bekerja normal & melakukan charging namun dng tempo lebih cepat, & saat charger di lepas laptop mati secara mendadak / hanya bertahan beberapa menit saja tdk sesuai dng power remain pada indikator power charging pada OS.

  • Nyedot baterai, artinya baterai laptop ter charge dng kondisi normal, namun cepat sekali habis sebelum mencapai titik maksimal power remain yng ditampilkan OSnya, misal power remain menunjukan 100%-3 Jam, tetapi pas dipakai remain tdk sampai 1/2 jam & drop total. Kerusakan jenis ini biasanya muncul tdk hanya diakibatkan cell baterai yng rusak, tapi bisa psu regulator mainboardnya yng rusak, Cara memperbaiki psu rusak drop maupun matot (Mati Total) pada laptop/NB berbeda dng PC desktop sebab komponen sudah BGA ball / chipset kaki seribu.

  • Keyboard Nge-short, artinya saat keyboard dipakai pada waktu laptop mulai panas & mencapai suhu cukup tinggi, huruf pada keyboard mengacak, & saat di push/dipencet tdk mengeluarkan huruf maupun simbol sesuai, misalkan mengetik A maka layar mengeluarkan B, & seterusnya, Namun saat suhu mulai normal & lebih dingin, keyboard normal kembali & begitu seterusnya berulang-ulang.

  • Tombol power mengeluarkan indikator led berbeda, misalkan saat normal mengeluarkan warna kuning, maka bila laptop posisi trouble, akan mengeluarkan warna biru / merah tapi dalam waktu lebih panjang, & akhirnya led tersebut blinking berulang-ulang.

  • Laptop nyala & mati secara berulang, baik saat tombol/button power di tekan, maupun saat charger dimasukan ke laptopAnda, led indikator nyala, kemudian mati & menyala sendiri secara berulang-ulang.

  • Laptop overhating, dng ditandai bunyi kipas dalam mainboard yng sangat keras, & dalam beberapa menit bahkan detik, kemudian laptop mati secara mendadak, & saat dinyalakan kembali sudah sulit sekali, kemudian saat suhu sudah dingin laptop ternyalakan, namun dalam tempo singkat, kembali overheat, & seperti itu lagi.

dan masih banyak ciri-ciri khusus yng ditimbulkan oleh hardware, sebab pada prakteknya kerusakan selalu variatif dng penanganan berbeda-beda. Nah, bila laptop memiliki salah satu saja ciri-ciri diatas, maka kerusakan tersebut ditimbulkan dominan sebab perangkat kerasnya/hardware, jadi jangan mengotak-atik os / program didalamnya sebelum hardware normal / replaceable dng standar perbaikan / pabrikasinya, sebab bila tdk dilakukan secara prosedural, akan berakibat tambah fatal, analisa terlebih dahulu baru tentukan langkah perbaikan/replacement komponen, sebab laptop memiliki dimensi pcb lebih kecil / micro & didominasi oleh mainboard yng membenamkan komponen berbasis bga ataupun ic dgn kaki laba-laba maupun kaki seribu.

  • Untuk jenis kerusakan yng ditimbulkan sebab OS maupun perangkat lunak biasanya paling banyak ditimbulkan karena : bugs, virus, maupun storage (HDD, FDD, CDR, CDRW, DVDR, DVDRW) yng tidak lazim/normal, program bios rusak & membutuhkan proses flash bios, efek kerusakan jenis ini bisa blank, mati total (matot), laptop menjadi lemot. Maka dari itu saat memasang aplikasi/program sebaiknya scaning dahulu / apabila akan menggunakan / memasang aplikasi baru pada laptop, pastikan store-age ygn ada dalam laptop normal, & pastikan aplikasi ygn akan dipasang clean dari bugs maupun virus, & juga jangan membiasakan memasang aplikasi dgn referensi baku seperti : Klik Next, Klik Yes, Klik OK, Baca dahulu prosedur penggunaannya & aturan ygn ada didalamnya, baru apabila menyetujui prosedur ygn diberikan aplikasi ygn akan dipasang, barulah tentukan langkah berikutnya, karena kadang trouble pada aplikasi/program ditimbulkan karena kelalain pengguna (Brainware) dalam memahami prosedur & fungsi aplikasi ygn sebenarnya bisa berimbas menjadi faktor penyebab utama komputer menjadi tambah lambat kinerjanya. & sekarang repair maupun perbaikan laptop justru sudah lebih banyak dari sisi hardware/komponen/chipsetnya.

Spare part & ic chipset laptopUntuk spare part laptop sendiri sekarang sudah cukup banyak part & komponen ygn dikeluarkan, untuk mendukung proses perbaikan, baik ygn bersifat modul replaceable PnP seperti : keyboard, mouse, led, lcd, card wifi, card bluetooth, NIC, modem, panel power, mainboard/motherboard, engsel, cashing, frame, & lainnya. Untuk ygn replaceable non PnP contohnya : IC Power, Chipset Southbridge, NorthBridge, Chip VGA, Chip SoundCard, Chip NIC, IC Charging, IC BIOS (Mulai dari penggantian IC sampai pengisian program sesuai dgn versi bios & type laptop, ygn memang sudah disediakan oleh setiap pabrikan untuk fasilitas download supportnya, hanya saja untuk melakukan ini butuh pengetahuan & jam terbang khusus & tidak bisa untuk coba-coba, karena bisa berakibat fatal).

Untuk menghindari maupun paling tidak meminimalisir kerusakan diatas sebenarnya ada banyak teknik ygn sederhana tanpa terlalu rumit-rumit, Misalnya cara merawat NoteBook dgn langkah-langkah dasar : Jangan menggunakan laptop terlalu lama apalagi di standby diatas 4-5jam, Jangan menggunakan laptop diatas busa / permukaan lunak (Sirkulasi udara & panas tidak merata - menimbulkan kerusakan hardware), jangan men-charger laptop terlalu lama, apabila baterai penuh segera cabut, kalau akan menggunakan dalam waktu lama, prioritaskan menggunakan adapter untuk menghemat baterai. dgn langkah awal perawatan sesuai dgn prosedur diatas maupun sesuai dgn user-guide pada setiap type/merk maka akan menambah waktu pemakaian dalam jangka panjang & lebih awet.

Tingkat keberhasilan & Kualitas dari hasil troubleshooting laptop maupun service/repair, ditentukan oleh beberapa hal utama, antara lain :

  • 1. SDM / Teknisi ygn menanganinya ygn memang benar-benar praktisi dibidangnya, & sudah memiliki jam terbang cukup dalam melakukan repair, khususnya untuk hardware, chipset, IC & sebagainya. karena penanganan & repair trouble pada laptop paling awal ditentukan oleh kualitas analisa & lokalisir penyebab kerusakannya, kalau analisa & lokalisirnya tepat maka lanjut pada faktor berikutnya :

  • 2. Ketersediaan komponen/hardware/ic/chipset yang akan digunakan, serta kualitas komponen yang akan digunakan, karena tidak jarang / menutup kemungkinanan, meskipun kerusakan sudah berhasil dianalisa & menemukan komponen yang harus direplace, kadang spare-part tidak banyak (limitted) / bahkan harus menggunakan seri equivalennya dengan debit maupun barier yang setype, Namun lebih baik tetap menggunakan seri & type sesuai.

  • 3. Peralatan repair yang digunakan, semakin baik peralatan repair yang dipakai maka hasil perbaikannyapun akan semakin baik, terutama kalau sudah menyangkut penggantian IC, Chipset, reball, reblow, karena peralatan yang dipakai untuk repair laptop tidak sesederhana dengan peralatan repair yang dipakai untuk PC / CPU desktop yang ukurannya jauh lebih besar & masih terliahat mata tanpa bantuan loop / kaca pembesar.

Sementara itu dahulu penyampaiannya, semoga referensi artikel ini terjadikan referensi tidak hanya sebagai cara memperbaiki laptop yang lemot saja tapi lebih dari itu. Baik untuk memperbaiki jenis kerusakan hardware akibat spare part micro ic seperti komponen kaki seribu yaitu chipset sampai dengan akibat OS. & sudah dijelaskan diatas, adapun kualitas dari hasil repair & perbaikannya juga ditentukan kualitas pengetahuan & jam terbang teknisi yang menangani dengan alat service maupun tool kit professional. Jangan lupa untuk selalu merawat laptop dengan melakukan cek berkala pada file primer maupun sekunder (Temporer) jika perlu dibersihkan dengan program semacam tuneup utilities. Sebelum & sesudahnya, Terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya, Selamat bekerja & beraktifitas.