Tau ilmu agama tapi sebenarnya tidak dipakai & tanpa terasa sudah menggeser akhlak serta akidah digantikan materi sebagai kiblatnya.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Tau ilmu agama tapi sebenarnya tidak dipakai.

Tau ilmu agama, tapi sebenarnya tak pernah dipakai, itulah waktu dimana materi tanpa terasa sudah menjadi kiblatnya.

Semua orang tanpa terasa hanya menggunakan kebaikan akhlak akidah sebagai simbol normatif bukan sebagai nilai yg substansial dalam kehidupan sehari hari.

Jaman sekarang semakin banyak orang pandai & berilmu, lebih memahami moral & agama. Namun realitanya, semua itu tanpa terasa tdk tercermin dalam prilaku kehidupan sehari-hari.

Bagaimana ini dipahami & terdeteksi?

Kita tahu sebuah realita bahwa :

  • Setiap orang semakin menyadari pentingnya pendidikan, berusaha sekolah setinggi mungkin.

  • Mencari & mendapatkan pekerjaan yg bagus agar memiliki status sosial yg layak.

  • Menyadari kebersamaan & hidup bergotong-royong.

  • Semakin banyak acara majelis & keagamaan apapun.

  • Saling membantu & bersedekah.

  • Makin paham akhlak & akidah yg sebenarnya.

Namun diluar kebaikan-kebaikan itu ada sebuah kenyataan yg halus lembut tanpa terasa sudah bersebrangan dg prinsip diatas :

  • Setiap orang bebas berprilaku & berbicara namun tanpa terasa sopan santun & kebaikannya hanya untuk membungkus & menutupi niat yg sebenarnya buruk & bersebrangan dng yng ditampilkan.

  • Materi, harta, kekayaan, finansial tanpa terasa menjadi kiblat. Hal sifatnya duniawi menjadi orientasi utama pada setiap sendi kehidupan sehari-hari. Semua diukur, dinilai, disimpulkan hanya berdasarkan materi duniawi semata.

  • Sering mengikuti acara majelis keagamaan, namun sebenarnya hanya untuk ngumumi, ngormati, ikut kebanyakan orang, Bukan untuk memperbaiki nurani, akhlak & kepribadiaannya sendiri.

  • Beramal & bersedekah tanpa terasa hanya sebagai media untuk berlomba saling menunjukan kebaikan diantara umat.

  • Kebersamaan & gotong royong tanpa terasa hanya sebagai wahana untuk bersaing meraih predikat mana paling baik diantaranya. Akhlak & akidah ditempatkan bukan sebagai ukuran utama.

  • Gaya bicaranya lembut & sopan tapi tanpa terasa sering menyinggung orang lain, Merasa paling benar & suka memotong pembicaraan, Kelihatannya sering memberikan nasehat yng baik tapi sebenarnya menjerumuskan, Merasa harga dirinya tinggi sehingga suka dipuji disanjung dialem & memaksa secara halus supaya orang lain melakukan itu.

  • Semua itu dilakukan tanpa terasa, tanpa disadari, tidak mau mengakui kesalahan, siapapun merasa paling benar. Padahal bila menggunakan dasar yng hakiki menggunakan ajaran agama yng sejati, semua akan terlihat mana yng sebenar-benarnya benar & mana ygn sesungguhnya salah meskipun tidak salah sepenuhnya sekalipun semua bisa terdeteksi apabila dasar ygn dipakai adalah ygn hakiki.

Bagaimana menurut anda? maka biarkanlan sanubari ygn menjawab realita tersebut, diamlah sejenak, evaluasi diri, tenang & fokus, anda sendiri akan menemukan jawabannya, kalau termasuk orang ygn mendapatkan hidayah, maka setelah mencerna itu semua akan terdiam & menyadari banyak hal yang tanpa terasa sudah menjadi bagian kegiatan keseharian yang bahkan mungkin sudah bersebrangan dgn dasar akhlak & akidah yang sesungguhnya sudah halus bergeser.