Sistem persinyalan secara digital beserta contoh seperti sistem sinyal perjalanan kereta api yg menggunakan teknologi sistem persinyalan westrace, lebih detail spesifik adalah sistem terintegrasi supervisori.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 5 artikel masuk dalam Kategori Persinyalan. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Sistem persinyalan secara digital beserta contoh.

SISTEM PERSINYALAN SECARA DIGITAL BESERTA CONTOH.

Sinyal/Signal merupakan indikator yg dijadikan referensi/barometer mobilitas sebuah objek. Contoh sinyal : rambu, lampu, LED, & lainya, yg diimplementasikan dalam berbagai bentuk unik & warna sebagai karakteristik persinyalan.

Persinyalan adalah sistem terintegrasi yg mengkolaborasikan berbagai bentuk signal/sinyal sebagai sistem kontrol (Feed Back) baik untuk yng berisfat elektris (Logic)/Programmable, maupun yng bersifat mekanis (hardware).

Sistem persinyalan secara spesifik & aplikatif adalah sistem terintegrasi yng mengkombinasikan berbagai komponen elektronika baik analog & digital sebagai kontrol penuh & utama, dalam sistem komputerisasi & programmable persinyalan (Signalling System).

SISTEM PERSINYALAN KERETA API DALAM PERCABANGAN RELL salah satu contohnya.

Sebelum mereview contoh-sontoh sistem persinyalan, Tanamkan pemahaman ini supaya tak ambigu, yaitu :

  • P-1 : Statis ygn dibahas disini bukan berarti diam total / tak memiliki momentum, Tetapi hanya mampu bergerak secara analog & bersifat mekanis.
  • P-2 : Dinamis/Mobile/Bergerak disini bukan berarti benda fisik ygn bisa berubah-rubah momentum secara multikoordinat, tetapi pergerakan terkontrol secara logic digital / Hide Sliding.
  • C-1 (Contoh-1), C-2 (Contoh-2), C-3 (Contoh-3).

Keterangan : P-1 (Pemahaman 1), P-2 (Pemahaman 2).

Harap diingat & toleransi, sebab gramer/tata bahasa elektronika digital berbeda dg grammer bahasa umum sehari-hari. Baik cara penerjemahan & pemahamannya. Keterangan ini diberikan dari awal supaya lebih realistis aplikatif & lebih mudah dipahami baik secara implisit & eksplisit.

TEKNOLOGI SISTEM PERSINYALAN ADALAH SISTEM TERINTEGRASI.

Sistem sinyal merupakan solusi futuristik dalam dunia teknologi khususnya teknologi elektronika digital, sebab dg sistem sinyal mucul berbagai perangkat tdk bergerak / statis menjadi dinamis & mobile (bila dilihat secara logic digital) terkendali/terkontrol. Untuk memahami pengertian ini, akan diberikan contoh beserta kronologinya agar lebih rasional & logis :

  • C-1 : Kereta Api. Kereta api apabila tdk menggunakan sistem persinyalan maka hanya akan bergerak lurus (maju mundur) pada lintasan/track rel kereta api & tidak dinamis/statis. dng adanya sistem persinyalan maka Kereta Api menjadi mobile & dinamis, sebab percabangan rel terkontrol oleh sistem sinyal elektrik kemudian menggerakan motor wesel sebagai perangkat eksterior mekanik untuk mengatur percabangan rel. Jadi Kereta Api (KA) ternamis bukan sebab alat fisik kemudi & pengemudi (masinis), Tapi percabangan rel keretalah ygn mengemudikan KA, & motor wesel sebagai kendali percabangan di kontrol oleh sistem persinyalan.
  • C-2 : Ponsel. Mengapa ponsel dikategorikan mobile/dinamis? Ponsel ternamik juga karena sistem persinyalan, dng sinyal sebagai indikator penomoran frekuensi/Band, maka ponsel bisa terhubung & bisa berkomunikasi satu dgn yang lain secara dinamis, dimanapun berda, signal frekuensilah yang mengontrolnya. & karena teknologi signal ponsel memiliki fungsi lebih fleksible & universal, lebih dari sekedar alat komunikator.

Kedua contoh diatas adalah implementasi teknologi sistem persinyalan digital & programable, & terpahami dgn menggunakan pemahaman-2 (P-2) yang diterangkan diatas. Sebagai pembanding (Compare) supaya lebih mudah, perhatikan contoh berikt ini :

  • C-3 : Perangkat/Alat berat selain KA, misalkan Slender, Bull Doser, Bus, & lainnya. Perangkat ini menjadi tidak statis karena dikendalikan alat kemudi/setir & pengemudinya. Setir disini bersifat analog & mekanis untuk menggerakan roda/ban.

Jadi kalau C-1 & C-2 mobilitasnya diatur/dikendalikan oleh teknologi sistem persinyalan, Maka C-3 menjadi tidak statis karena dikendalikan secara analog & mekanis.

LEBIH DETAIL SPESIFIK SISTEM SINYAL : update berikutnya.

Itulah pemahaman dasar aplikatif mengenai teknologi sistem persinyalan & dasar sistem sinyal digital. Semoga referensi singkat & sederhana ini menambah pengetahuan positif dalam melihat sesuatu dari sisi digital & kompleks. Untuk lebih detail & spesifik, jika masih memiliki waktu luang, membuka tautan mengenaiSistem Persinyalan, pada halaman tersebut akan lebih detail & spesifik langsung berhubungan secara teknis dengan elekronika analog, digital, programable & sistem komputerisasi persinyalan.