Anak perempuan yang sudah menikah wajib mematuhi suami bukan menjadikan ibunya sebagai tameng tempat mengadu hingga merusak kepemimpinan suami secara halus.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Anak perempuan yang sudah menikah wajib mematuhi suami.

Keslahan seorang ibu terhadap anak perempuan setelah menikah

"Efek seorang ibu salah mendidik anak perempuan yang sudah menikah sejak awal". Akibat dimanupulasi materi duniawi.

Kesalahan utama seorang ibu yang sudah tak dirasa sejak awal terhadap anak perempuannya yang sudah menikah :

  • 1. Tidak tegas mendidik bahwa anak perempuan yang sudah menikah harus patuh pada suami, & mau mengikuti suami kemanapun ia tinggal.

  • 2. Tidak tegas mendidik anak perempuannya kalau sudah menikah harus bisa menyelesaikan masalahnya, kebutuhannya, berdua bersama suami. Bukan suka curhat & mengadu pada ibunya.

  • 3. Tidak menegaskan bahwa 2 aturan akhlak akidah diatas sudah tercantum dalam agama & kitab suci perihal kewajiban wanita setelah menikah. Sehingga 2 aturan dianggap biasa tanpa ditanam dalam hati & pikirannya sebagai aturan yang sakral.

ANAK PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH TAPI MENENTANG SECARA HALUS PADA SUAMI AKIBAT DIDUKUNG IBUNYA TANPA TERASA.

Mengapa seorang ibu bisa sampai salah tanpa terasa seperti itu ?

  • 1. Mudah dikleabui karena biasanya memang anak perempuannya suka mendramatisir cerita, memanipulasi kondisi, suka membakar rasa khawatir sekaligus rasa bangga ibunya terutama soal karir & keuangan. (Paling Utama). Anak perempuan model ini menggunakan materi / uang untuk membakar kesenangan ibunya terhadapnya, & menggunakan anaknya yang masih kecil sebagai senjata untuk memancing rasa iba ibunya, sehingga ibunya mudah dikelabuai & dikendalikan secara halus tanpa terasa.

  • 2. Menggunakan pembenaran sendiri tanpa melihat, meneliti, menggunakan referensi dasar agama yang sebenar-benarnya. Sehingga semakin salah tanpa terasa.

  • 3. Sudah paham aturan agama yang benar, sudah tau aturan pinisepuh, tapi menghindar akibat pembenaran yang dibuat sendiri yang dipicu anak perempuannya. Sehingga ibunya punya rasa rikuh pekewuh yang tak diperlukan akibat salah paham.

ANAK PEREMPUANNYA LEBIH SUKA MENGADU PADA IBUNYA DIBANDINGKAN PADA SUAMI YANG SEHARUSNYA.

Mengapa ada anak perempuan yang memiliki niat terselubung seperti itu ?

  • 1. Tidak taat pada suami, menghindari perintah suami, dengan dalih & tameng ibunya. Seolah-olah patuh pada suami padahal sebenarnya tak sama sekali, namun karena mengemasnya begitu halus, sehingga tak mudah dideteksi oleh mata umum.

  • 2. Menentang secara halus ketika diajak suami tinggal berasamanya, seolah-olah konsekuen mau ikut tinggal bersama suaminya tapi sebenarnya tak konsekuen, & selalu keslahannya dikemas dengan halus lembut & sangat apik. Sehingga sukar dideteksi oleh mata awam.

  • 3. Hidup tak harmoni dengan suaminya, Menikah hanya selogan supaya terlihat seperti orang tua, menikah lahir bukan menikah lahir batin, kelihatannya harmoni tapi sebenarnya masalah & kebutuhannya selalu mengadu pada ibunya, hingga akhirnya suami menjadi tidak punya ruang mengatur istrinya, akibat istrinya keliahatan dewasa namun aslinya sangat manja, karena kenjaannya hanya mengadu, membuat lagu, supaya didecking ibunya dengan membakar rasa khawatir ibunya supaya iba.

  • 4. Paham agama & kitab suci tapi menghindari, karena dianggap menghalangi ego & keinginannya, pun cara ini dibungkus dengan halus, jadi seolah-olah paham agam, rajin ibadah, sopan, namun prilaku aslinya bersebrangan.

SEBENARNYA KASIHAN IBUNYA KETIKA MENDUKUNG ANAK PEREMPUAN YANG SEBENARNYA MERUSAK KEPEMIMPINAN SUAMI SECARA HALUS TAPI NYATA ADANYA.

Dampak jika seorang ibu salah mendidik anak perempuan setelah menikah sejak awal :

  • 1. Capek, pegal linu, kesemutan, reumatik, akibat setiap hari harus mendengarkan karangan crita, dramatisir yang dibuat anak perempuannya, dibebani tanggung jawab yang sudah bukan tanggung jawabnya oleh anak perempuannya, waktunya dikuras habis oleh anak perempuan tersebut.
  • 2. Merasa sudah benar, sudah ibadah, sudah dermawan, namun sebenarnya semakin mendekati kesesatan, akibat kesalahan anak perempuannya tidak diakui tapi dilindungi terus, akibat dilapisi oleh materi duniawi, pangkat, jabatan, anak perempuannya yang suka metamorfosis "Seolah-olah baik padahal bersebrangan"
  • 3. Ibu tidak punya banyak waktu mengurus dirinya sendiri, mengurus suaminya, hingga visi pandangan hidupnya bergeser menjadi sangat materialistis tanpa terasa. Paham agama, prilakunya keliahatan baik secara umum, pemberi, tapi kiblatnya materi duniawi.
  • 4. Ibu secara langsung sudah mendukung anak perempuannya itu untuk merusak kepemimpinan suami anak perempuannya. Karena suami anak perempuannya lebih menghabiskan banyak waktu untuk mengadu pada ibunya bukan pada suami yang seharusnya setelah menikah.
SETELAH MENIKAH, ANAK PEREMPUAN HARUS MENGUTAMAKAN TAAT PADA SUAMI, BUKAN PADA IBUNYA. AGAMA, KITAB SUCI, NABI PUN SUDAH MENGISYARATKAN SANGAT JELAS.

Baca juga ciri anak perempuan yang merusak kepemimpinan suami secara halus lembut tanpa terasa.