Dasar dasar Perbaikan Ponsel yang mengalami kerusakan Contact Retailer atau White Blink Pada pada ponsel Nokia pada jenis ataupun berbagai rumpun seperti DCT4 BB5 DCTL WD2

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 56 artikel masuk dalam Kategori Handphone. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Dasar dasar Perbaikan Ponsel Contact Retailer White Bilink.

Cara mengatasi HP restart sendiri maupun contact retailer.

Cara servis Hp (White Blinking) dari berbagai penyebab dg teknik perbaikan manual & menggunakan flasher box utk repair IMEI corrupt ataupun IC-UEM, pemilik ciri muncul tulisan contact retailer tanda tanya di hp saat dinyalakan.

Contact Retailer . Blinking . IMEI . IC-UEM . Penyebab . Perbaikan

Cara servis hp restart sendiri! -

kalau hp mengalami white blink / mati hidup restart sendiri maka perlu menyimak dg intens cara servis hp restart sendiri alias white blinking. Ciri khas paling umum pada kerusakan hp sejuta : adanya tampilan imei tanda tanya / muncul tulisan contact retailer, saat dilakukan pengecekan di HP mwpun melalui flasher UFS & HWK. Hal yg menjadi penyebab tanda tanya muncul dapat karena kelas ringan seperti UI Area corrupt / yg terparah adalah karen IC-UEM rusak. Untuk melakukan perbaikan ada dua cara servis hp yaitu dg cara manual yg ringan melalui hp itu sendiri & dg cara melakukan flashing menggunakan box flasher khusus yg biasa digunakan seperti : JAF, MXKEY, UFS+HWK, namun utk perbaikan RPL IMEI Corrupt biasanya yg lebih maksimal menggunakan credit MxKey.

Untuk memperbaiki Hp nokia yng mengalami contact retailer / white blink, sebelum menggunakan tools repairer dg berbagai box flasher, dibutuhkan pemahaman mengenai dasar-dasar perbaikan Hp khususnya contact retailer maupun pada kondisi white blink berlaku khususnya utk Hp / handset Nokia dari berbagai rumpun baik DCT4, BB5, DCTL, WD2

Contact retailer merupakan kondisi dimana bootloader pada Hp mendeteksi bug / kerusakan firmware, karena tdk adanya linearitas konfigurasi system pada Hp itu sendiri.

kalau dlm dunia PC dinamakan dgn Boot Block BIOS Error, kerusakan contact retailer biasanya terjadi karena :

  • IMEI Hp yng berubah

  • Flex Memory penuh melebihi kapasitasnya, DUMPING Cache.

  • Crosslink bootloader akibat terkena virus (terutama OS Syimbian).

  • RAM Hp yng bermasalah, Terlalu banyak beban pada memori internal & external MMC.

  • Seri IMEI yng tak sesuai antara ROM IMEI & EEPROM IMEI (IC Flash SN).

Sebenarnya Hp dlm kondisi contact retailer seharusnya di bawa ke Nokia care center, bila Hp dlm masa garansi, supaya mendapatkan layanan free & khusus karena masa garansi, / diluar kondisi bila memungkinkan, bs memperbaikinya sendiri / dibawa ke rekan yng memahami teknis perbaikan contact retailer.

Perbaikan contact retailer & white blink ada beberapa langkah ringan sebelum masuk pada High Risk Area (Penggantian EEPROM, IC Flash, Update RPL, & aktivitas High Condition to High Risk Area lainnya).

Contact retailer kelas ringan sanggup diatasi dgn :

  • 1. Matikan ponsel, kemudian copot baterai, ambil & keluarkan SD, MMC & Eksternal memori lainnya. & keluarkan SIM Card dari Hp ygn terkena conatct retailer, kemudian dlm kondisi kosong, nyalakan Hp Nokia, lihat indikator berikutnya. jika pada kondisi kosong masih juga contact retailer / bahkan white blink, maka lakukan langkah ke dua :

  • 2. Pada kondisi kosong, format user area (kosongkan flexible memory ygn merupakan memory internal ponsel) dengan cara format standard dari ponsel, dgn Set user default, / dgn memasukan kode khusus buat memformat total user area, dgn kondisi default & kosong, Hp akn lebih mudah & ringan tanpa beban melakukan inisialisasi bootloader agar Hp dapat On / booting dng baik. jika berhasil, berarti beruntung, karena contact retailer ygn dialami masih dlm kategori kerusakan ringan.

Tapi bila masih tetap sama, lakukan langkah ygn ketiga :
  • 3. Hidupkan Hp dalam kondisi kosong, sampai keluar tulisan deteksi sim card, / ada message insert sim card, apabila message telah muncul cek IME Hp, apakah IMEI sesuai dng IMEI sebelumnya, / apakah IMEI berubah dalam bentuk lain misalkan menjadi tanda tanya (?) / menjadi angka berurut oktal 1111 / 2222 / 3333 / 4444 & lainnya, / menjadi dalam bentuk Hexa, misalkan FFFF01, FFFF, etc. jika ini terjadi kemungkinan besar, contact retailer sdh masuk High Risk Condition, & kemungkinan besar IC-UEM corrupt / membutuhkan RPL ygn baru buat diinject ke dalam IC-UEM, apabila ini terjadi, harus merepair firmware sesuai dng seri Hp / mengupgrade dng fimrware baru & menginjeksi RPL yang baru juga,

jika dng cara tsb masih sama kondisinya, maka langkah High Risk area berikutnya adalah :
  • 4. Melakukan Erase Whole Flash Area (Tapi harap diingat buat melakukan ini, direkomendasikan memiliki backup UEM & EEPROM yang berisi PM & RPL backup) apabila enggak memiliki ini, silahkan minta bantuan rekan, yang lebih memahami seluk-beluk kondisi tersebut untuk mendampingi, melakukan perbaikan pada High Risk condition ini, karena kalau dilakukan dengan unsur coba-coba hasilnya akn sangat fatal, karena selain akn membutuhkan RPL baru, PM Baru, & SD Auth, resiko tertinggi adalah harus mengganti UEM / IC Flashnya, membutuhkan proses & konsentrasi tinggi, mengingat IC BGA dlm kategori ini Ball/Kaki ic bga berukuran sangat kecil sebesar diameter jarum, jadi untuk melakukannya harus dengan hati-hati & konsentrasi tinggi.

kalau dengan erase whole flash mengalami trouble / hasilnya tidak maksimal, maka :
  • 5. Kemungkinan paling High Risk adalah dengan mengganti total IC-Flash & UEM biar mantap, & jangan lupa sebelum melakukan repair uem direkomendasikan minimal sdh memiliki backup ASK & RPL, supaya saat mengisi firmware baru, data konfigurasi asli bootloadernya mampu dikembalikan dalam kondisi aslinya.

Notes : Cara tersebut diatas bisa diterapkan pada generasi BB5 seperti n73 maupun express music-e seperti N5130. / pada seri lain yang serumpun, dengan catatan khusus memiliki varian & struktur komponen terutama pada FW, Ukuran flash, & kelas generasinya. kalau diingin lebih lengkap maka bisa buka & simak pada pengenalan komponen untuk dasar servis hp terutama rumpun BB5.

Sekian terima kasih, semoga tips singkat cara servis hp restart sendiri (White Blinking) & masih sangat sederhana tetap bermanfaat positif & bisa melengkapi tutorial service hp & selamat mencoba, Terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya. Salam..