Kebiasaan mertua yang merusak pernikahan menantu akibat menjadi orang tua yang menjadikan akhlak & akidah sekedar blongsong kewolo.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Kebiasaan mertua yang merusak pernikahan menantu.

Mertua adalah orang tua bagi menantu yang tentunya sudah menikah dengan anaknya. Mertua memang harus dihormati & dihargai, namun kadang mertua memiliki kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadarinya akan merusak pernikahan menantu maupun anaknya sendiri. Kebiasaan mertua yang dimaksud adalah mereka mertua yang suka sekali mengedepankan uang & materi sebagai ukuran utama berumah tangga. Bukannya memberikan motivasi & mental yang tepat pada anak maupun menantunya agar bisa membangun keluarga sesuai kapasitas & kemampuannya, karena proses hidup setiap orang berbeda-beda tentunya.

Kebiasaan mertua yang merusak pernikahan menantu :

  • 1. Kebiasaan suka menceritakan hal-hal yang sifatnya berbau uang. Simak ciri orang tua materialistis disini.

  • 2. Suka membandingkan anak yang satu dengan lainnya, dari sisi uang & materi. Ini sangat merusak perasaan & pikiran.

  • 3. Mertua lebih condong pada anak yang banyak uangnya.

  • 4. Tidak mengedepankan ilmu akhlak akidah pernikahan dengan ajaran agama yang benar. Hanya menjadikan ekonomi & uang sebagai ukuran hidup.

  • 5. Paham agama, tau akhlak & akidah, namun tanpa disadari setiap hari prilaku maupun kata-katanya sering menyinggung menantu terutama kalau sudah berhubungan dengan karir, profesi, pekerjaan.

  • 6. Suka mencampuri urusan pribadi anak-anaknya yang sudah menikah, kebiasaan ini dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Supaya lebih jelas mengenai kebiasaan mertua tersebut bisa simak ciri orang tua / mertua yang merusak pernikahan anak maupun menantunya disini agar lebih jelas kategorinya.

Semoga bagi anda yang baru menikah bisa mendapatkan mertua yang berwawasan akhlak & akidah yang luas, sehingga anda hanya akan melihat kebiasaan mertua yang selalu menentramkan & membuat kondisi hidup yang harmoni. Kata-kata dari pihak ke tiga dalam hal ini mertua yang berhubungan dengan pekerjaan, profesi, karir maupun keuangan adalah hal sensitif yang jika dilakukan setiap hari dengan menghitung & membandingkan adalah paling merusak pernikahan menantu. Bagi yang baru menikah sebaiknya membangun prinsip hidup & komitmen yang kuat supaya tidak mudah dicampuri pihak ke tiga tidak hanya mertua saja.