Ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia apabila dia bisa menempatkan tutur kata prilakunya tanpa bertentangan dg aturan agama yg sebenar-benarnya.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia.

Seperti apa seharusnya : IBU RUMAH TANGGA ADALAH PEKERJAAN MULIA?

Ibu rumah tangga itu mulia jika patuh pada suaminya bahkan saat sedang bersebrangan pandangan sekalipun.

Selama ini ada paradigma tentang kemuliaan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yg hanya seolah-olah benar tapi sebenarnya masih belum benar & sudah menjadi doktrin yaitu :

  • 1. Kalau sudah menjadi ibu rumah tangga berarti sudah mulia.

  • 2. bila ibu rumah tangga bekerja mencari nafkah berarti pekerjaannya mulia.

  • 3. Ibu rumah tangga kadang mengendalikan suaminya sebab merasa berpenghasilan lebih besar.

  • 4. Semua kebutuhan ibu rumah tangga harus terpenuhi semuanya, sebab kebutuhannya banyak.

  • 5. Kebutuhan & nafkah keluarga bukan tanggungan ibu rumah tangga tapi kewajiban suami sepenuhnya.

  • 6. Mengurus rumah tangga dirumah itu repot, maka ibu rumah tangga boleh refreshing & mencari hiburan diluar bersama teman-temannya.

PADAHAL Ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia hanya apabila benar-benar memenuhi kriteria berikut :

  • 1. Kemuliaan ibu rumah tangga itu bukan perdikat selogan semata, tapi kemuliaannya didapat ketika dia menanggalkan ego kepentingan pribadinya demi untuk anak & suaminya, bagaimanapun posisi, situasi & kondisinya.

  • 2. Boleh ibu rumah tangga ikut mencari nafkah, bekerja, bahkan punya karir, tapi anak & suaminya tetap dinomorsatukan, bukan menjadikan karir pekerjaannya sebagai alasan untuk membelokan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga yg sebenar-benarnya.

  • 3. Meskipun ada ibu rumah tangga yg berpenghasilan lebih besar dari suaminya, maka tak bisa serta merta sering membantah perintah suaminya, selama suaminya berada pada perintah dg argumen yng jelas dasarnya, karena perintah suami yng seperti itu memuat tanggung jawab untuk anak istrinya kelak.

  • 4. Mengerti situasi & kondisi suaminya, menyadari kebutuhan rumah tangga adalah tanggung jawab berdua, bukan saling membebankan tapi merintis & bisa bekerjasama sesuai kapasitas keterampilannya masing-masing.

  • 5. Ibu rumah tangga yng baik tak hanya membantu menghabiskan uang, tapi memanage pengeluaran agar tdk terlalu membebani suaminya & justru dng jatah ygn pas-pasan menabung itu lebih baik lagi.

  • 6. Meskipun memang mengurus rumah tangga itu repot, ibu rumah tangga ygn mulia tdk akan pernah komplain, menggerutu, apalagi melampiaskan rasa capek, strees, depresinya dgn resfreshing mencari hiburan diluar bersama teman-temannya.

  • NOTES : Pada titik inilah sebenarnya pahala seorang ibu rumah tangga itu berada pada tempatnya & mendapatkan kemuliaan ibu rumah tangga juga dalam pandangan agama apapun.

Jaman sekarang, sebenarnya materi duniawi tanpa terasa sudah menggeser secara halus akhlak & akidah ygn sesungguhnya, maka harus berhati-hati sekali memahami kebenaran yang hakiki, supaya tidak tergerus pergeseran akhlak & moral yang begitu halus tanpa terasa, akibat dibungkus materi duniawi yang seolah-olah sudah sangat rapi.