Syarat administrasi tes CPNS 2018 yang tidak menguntungkan guru honorer yang sudah bakti bertahun tahun lamanya.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Terutama guru wiyata bakti yang sudah terdaftar resmi di DAPODIK & sudah memiliki beberapa sertifikat lomba ditingka kabupaten maupun propinsi, sangat layak diangkat menjadi ASN / Guru PNS. Sekarang ada 122 artikel masuk dalam Kategori Psikotes. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Syarat administrasi tes CPNS 2018 yang tidak menguntungkan guru honorer.

Bagaimana nasib guru honorer yang telah bakti & mengabdi selama bertahun-tahun, telah mengantongi banyak sertifikat lomba baik tingkat kabupaten maupun propinsi, berpengalaman mengerjakan laporan BOS, RPP, RKAS, Administrasi Kelas & lainnya. Bisa digagalkan begitu saja hanya karena tak lolos tes SKD & tak berhak mengikuti tes SKB, bahkan malah ada yang TMS (Tidak Memenuhi Syarat) administrasi gara-gara umur diatas 35 tahun & syarat administrasi lainnya.

Syarat administrasi tes yang tak menguntungkan guru honorer yang telah bakti bertahun tahun :

Tahun 2018 merupakan tahun keberuntungan bagi para fresh graduate yang masih muda umuran 25 tahun, masih muda, bisa lolos tes CPNS nantinya, luar biasa. Namanya CPNS umum, siapapun yang memenuhi syarat administrasi berhak mengikuti peluang menjadi ASN 2018. Mereka masih muda, apalagi yang belum berkeluarga, belum banyak beban pikiran, tentu mengerjakan tes SKD & tes SKB jelas jauh lebih responsif. Secara intelektual & potensi akademik pasti mereka bisa saja lebih unggul. Tapi realita yang tak bisa dipungkiri adalah mereka tetap saja kalah pengalaman & skill dengan para guru honorer yang telah bekerja bertahun-tahun, para wiayata bakti ini hanya kurang beruntung soal syarat administrasi menjadi ASN.

  • 1. Fresh graduate terbaru 2018 unggul soal tes akademik namun belum cukup berpengalaman menangani dunia keguruan & kesiswaan.

  • 2. Guru honorer yang telah bakti bertahun-tahun, sudah resmi terdaftar di DAPODIK, unggul dalam hal pengalaman mengajar, ikut berbagai lomba, mengerti seluk beluk administrasi dunia pendidikan, namun kadang kalau tes potensi akademik seperti tes SKD & SKB tak selalu lolos, kenyataannya memang demikian.

Kalau merujuk padatujuan utama pendidikan nasional yaitu menciptakan peserta didik yang produktif & kompetens jelas 2 kategori guru diatas, sama-sama dibutuhkan.

Mereka yang memenuhi syarat administrasi & lolos tes CPNS 2018 apalagi fresh graduate memang sangat beruntung :

Disinilah pemerintah harus segera menemukan aturan kebijakan dalam rangka reformasi birokrasi agar tujuan utama pendidikan bisa tercapai. Karena kalau formasi CPNS 2018 hanya dipenuhi oleh salah satu kategori dari mereka jelas akan sulit mencapai tujuan utama pendidikan. Mereka semua harus sama-sama mendapatkan hak & kesejahteraan, karena merekalah pelaku utama dalam dunia pendidikan yang akan mempengaruhi output secara nasional / keseluruhan.

Nasib guru honorer sangat layak dipertimbangkan & diperjuangkan :

Kalau mereka yang TL (Tidak Lulus) maupun TMS (Tidak Memenuhi Syarat) administrasi jelas tak perlu menuntut apa-apa dari pemerintah, karena memang sama sekali tidak memenuhi kualifikasi. Mereka harus kreatif menemukan peluang baru yang mungkin lebih efektif & produktif, daripada terus berharap menjadi ASN. Sebab tahun 2018 sekolah melalui DINDIK maupun DAPODIK sudah menutup rekruitmen untuk pendaftaran guru wiyata bakti / guru honorer.

Dimanakah posisi anda sekarang? & apa harapan anda kedepan? ..