Dampak istri yang sudah sering ditinggal suami baik bekerja maupun bepergian.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Dampak istri yang sudah sering ditinggal suami.

Mencari nafkah & bekerja memang sudah menjadi kewajiban suami dalam rumah tangga. Tapi bukan berarti apapun yang menjadi kebutuhan istri harus dipenuhi suaminya. Bagaimanapun seorang istri memiliki konsekuensi & kewajiban hanya harus patuh pada suaminya. Ini sudah diatur dalam akhlak & akidah yang diajarkan agama manapun. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan jika istri sering ditinggal suaminya untuk bekerja maupun bepergian akan urusan lainnya. Dampak yang terjadi bisa dalam jangka pendek & panjang akan terlihat. Suami harus peka terhadap dampak yang akan timbul jika kedekatan suami istri semakin terkikis waktu. Jangan sampai kepemimpinan suami menjadi rusak akibat istri yang hanya seolah-olah patuh pada suami namun sebenarnya bertolak belakang dengan kata-kata & prilaku kesehariannya.

Istri yang seolah olah sesuai akhlak akidah yang benar namun kenyataannya bersebrangan secara halus :

Dampak yang terjadi jika istri sering ditinggal suami bekerja maupun bepergian :

  • 1. Istri menjadi tidak patuh pada suami. Karena setiap hari lebih sering bertemu dengan orang lain, maupun orang tua terutama ibunya, sehingga istri hanya sering menerima masukan dari luar bukan dari sang suami.

  • 2. Suami istri tidak pernah / jarang bisa menyelesaikan masalah & kebutuhannya sendiri berdua. Sebab setiap hari jarang bertemu, kedekatan suami istri menjadi terkikis, lama-lama menjadi hambar, berkeluarga hanya menjadi blongsong kewolo semata.

  • 3. Istri tidak mau mengikuti suami kemanapun ia tinggal. Maupun bisa juga seolah-olah mau tinggal bersama suaminya kemanapun ia tinggal namun sebenarnya tidak demikian, yang ada hanya drama & alasan-alasan halus untuk menghindari kewajiban istri pada suaminya, karena dampak 1 & 2 yang sudah terpenuhi.

  • 4. Jika dampak ke satu, dua, tiga sudah terpenuhi maka tibalah pada titik dimana istri merusak kepemimpinan suami secara halus tapi nyata, kalau sudah sampai pada titik ini suami hanya sekedar predikat, tapi ruang waktu suami untuk memimpin & membimbing istrinya menjadi tidak ada. Jika sudah sampai masa ini pula, sebuah keluarga dalam kategori tersebut kerjaannya hanya merepotkan, ngrusuhi, orang lain saja, baik secara langsung maupun secara halus.

Suami yang sering bekerja maupun bepergian jika dampak yang sudah mulai terasa muncul maka harus segera bersikap tegas.

Sebenarnya masih banyak dampak lain yang bisa muncul baik skala kecil maupun besar. Namun dampak yang sudah dijelaskan diatas adalah 4 dampak paling utama yang jika dilanggar baik secara halus lembut tanpa terasa maupun secara langsung, sudah jelas melenceng dari syariat akhlak & akidah yang sebenarnya sudah ada dalam berbagai ajaran agama maupun dari pinisepuh manapun. Istri yang hanya seolah-olah patuh pada suaminya & seolah-olah mau tinggal bersama suami kemanapun ia tinggal, padahal kenyataannya bersebrangan adalah cikal bakal dampak paling nyata akan hilangnya waktu & ruang suami untuk memimpin & membimbing istrinya hingga kepemimpinan suami rusak secara halus tergerus tanpa terasa. Suami istri yang sudah terkena dampak tersebut, sudah merasakan kesalahannya, namun tidak segera diperbaiki, maka nantinya akan sering menimbulkan selisih. Kunci menyelesaikan dampak tersebut adalah suami harus tegas, karena jika sudah menikah istri menjadi hak suami sepenuhnya sesuai akhlak & akidah yang hanya dibenarkan ajaran agama maupun pinisepuh. Jika anda seorang suami maka jangan sampai terkena dampak seperti itu meskipun masih terlihat sangat halus. Karena istri jaman sekarang yang memiliki karir & pekerjaan jika dasar agamanya tidak kuat, maka hanya akan menjadi istri model seolah-olah C padahal E, suami yang peka & teliti akan bisa mencium indikasi & dampak istri yang menghidari kewajibannya terhadap suami secara halus. Disamping itu hidup berkeluarga itu tidak sekedar membuat kebaikan yang tampak terlihat baik, berkecukupan, akur aja, namun ada dimensi yang lebih tinggi menilainya. Bagi yang memiliki nurani & jujur akan sanubarinya, akan memahami inti artikel ini dengan sebenar-benarnya.