Ciri istri yang merusak kepemimpinan suami secara halus hingga akhirnya tergerus tanpa terasa akibat akhlak & akidah yang melenceng.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Ciri istri yang merusak kepemimpinan suami secara halus.

ciri istri perusak kepemimpinan suami

PENTING UNTUK PARA SUAMI : "Kenali sejak dini ciri istri yang merusak kepemimpinan suami & solusinya".

Suami harus sejak dini mengenali ciri istrinya yang menjadi cikal baka kelak menjadi perusak kepemimpinan suami. Biasanya sejak pertama kali menikah, istri yang memiliki ciri khas kelak akan merusak kepemimpinan suami adalah : tidak mau mengikuti suami kemanapun dia tinggal, & jika ada masalah sedikit saja dengan suami pasti istri akan selalu mengadu pada orang tuanya terutama ibunya. Istri model seperti ini biasanya cinta harta & dunia, pandai mendramatisir menjual rasa iba kepada ibunya, pandai membakar rasa khawatir sekaligus rasa bangga orang tuanya.

Orang tua berperan penting dalam mendidik anaknya yang sudah menikah syah menjadi suami istri sesuai syariat agama :

Suami juga harus memahami paham "SEOLAH-OLAH BAIK PADAHAL SEBENARNYA BERSEBRANGAN", taktik ini biasanya dipakai para istri yang punya karir, cukup mapan secara finansial, sikapnya baik, sopan santun, taat beribadah, suka memberi uang, namun semua itu sekedar KAMUFLASE untuk menutupi niat buruk didalam hatinya untuk menentang perintah suami, istri seperti ini biasanya akan menggunakan tameng anaknya yang masih kecil untuk mendapatkan rasa simpati & iba dari ibunya, yang kemudian digunakannya untuk membela diri untuk menentang perintah suami secara halus. Suami harus teliti akan ciri khas ini sejak awal, supaya tidak menumpuk & mencampuri banyak aspek lagi kedepannya.

Tidak semua bisa sadar melihat ciri istri yang merusak kepemimpinan suami secara halus akibat terus dibentengi orang tuanya dengan cara yang sebenarnya salah.

Ciri halus tak kasat mata seorang istri yang kelihatannya sangat baik padahal akan merusak kepemimpinan suami hari demi hari :

  • 1. SUKA MEMANCING RASA BANGGA ORANG TUA PADA DIRINYA. Istri suka menceritakan hal-hal yang berbau : pangkat, jabatan, uang, materi. Tujuannya ketika orang tua membanggakan dirinya maka orang tua mudah DIPERINTAH termasuk melakukan hal yang sudah bukan tanggung jawabnya, istri seperti ini kerjaannya hanya berangkat kantor, pulang kantor, tidur, tidak pernah tau kondisi anaknya setiap waktu, dia akan menggendong anaknya & keliatan seolah-olah sangat baik disaat banyak keluarga berkumpul, ketika lagi sepi hanya memenuhi kepentingan pribadinya saja.

  • 2. SUKA MENJUAL RASA IBA PADA ORANG TUA. Suka menceritakan kesulitan pekerjaan padahal pekerjaannya dikantor ringan, suka menceritakan atasannya yang keras & harus lembur padahal tidak harus lembur, suka menceritakan kekurangan suami padahal hanya sedang menghidari perintah suami. Tujuan utamanya setelah orang tua iba pada dirinya, maka orang tua akan kasihan melihatnya, setelah itu istri ini akan menggunakan orang tua agar membela dirinya & akhirnya menentang perintah suami meskipun secara halus. Istri sepeti ini akan bebas dari kewajiban & tanggung jawabnya sebagai istri dirumah, kerjanya hanya memenuhi kepentingan pribadinya.

  • 3. SUKA MEMBAKAR RASA KHAWATIR ORANG TUA. Suka menceritakan kalau tinggal bersama suami katanya lingkungannya tidak tepat untuk cucunya padahal tidak demikian, crita kalau suami jauh dari orang tua suka bertidak kasar padahal tidak demikian, suka cerita kalau cari kerja jaman sekarang sulit padahal tujuannya supaya orang tua membanggakan dirinya sendiri, kemudian orang tua tersulut rasa khawatirnya sehingga menyuruh-nyuruh anak yang lainnya yang belum kerja supaya cepat bekerja.

  • 4. TUMBAK CUCUKAN. Suka memanipulasi informasi maupun kondisi dengan tujuan mengadu domba suami dengan orang tuanya. Didepan suami & keluarganya terlihat anggun, sopan ramah tamah, dermawan, tapi dibelakang suka MENDRAMATISIR mengarang cerita yang tujuannya membakan rasa emosi orang tua secara halus, supaya orang tua membela dirinya (istri) yang sebenarnya sedang merusak kepemimpinan suami. Istri model seperti ini tidak hanya merusak secara halus keluarganya sendiri tapi juga keluarga lainnya, saudara lainnya.

Orang tua yang mudah sekali dikelabui oleh istri model seperti itu adalah ibunya. Karena ibu memiliki sifat mudah terbakar rasa khawatir sekaligus rasa bangganya terhadap sang anak perempuannya. Seorang ibu yang jatuh pada pelukan seorang anak perempuan (istri suami) akhlak & akidahnya akan rusak secara halus perlahan tanpa terasa. Suamipun akan ikut rusak kepemimpinannya oleh istri model seperti ini juga halus tanpa terasa.

ISTRI MODEL SEPERTI INI PANDAI MEMBUAT DRAMA YANG AKHIRNYA MENENTANG PERINTAH SUAMI SECARA LEMBUT TANPA TERASA.

Suami yang tidak peka, jeli & teliti memiliki istri seperti itu akan sampai pada satu titik, dimana : suami mau menasehati istrinya tidak enak pada orang tuanya, karena kelihatannya sehari-hari anak perempuanya rajin bekerja, sopan, suka memberi uang orang tuanya, rajin ibadah padahal kenyataan prilakunya bersebrangan dengan isi niat hatinya. Kalau tidak dinasehati lama kelamaan kepemimpinan suami akan rusak secara halus & lebur tanpa terasa. Mau berhenti ditengah jalan sudah kadung menjadi istrinya & punya anak kecil. Jangan sampai menjadi suami yang sampai pada titik ambigu seperti itu, bingung tapi sebenarnya tidak perlu, karena suami punya hak penuh pada istrinya. Dan ibunya (orang tua anak perempuannya) sudah tidak berhak ikut campur urusan rumah tangganya.

PARA SUAMI YANG SUDAH TAU DASAR AJARAN AGAMANYA SEHARUSNYA TEGAS JIKA MENGHADAPI ISTRI YANG HANYA SEOLAH-OLAH BAIK PADAHAL SEBALIKNYA.

Bagaimana solusinya menghadapi istri yang keliahatannya baik tapi sebenarnya merusak kepemimpinan suami :

  • 1. Untuk suami sendiri harus tegas, bahwa istri harus mengkiuti perintah suami, selama perintahnya berdasarkan atas aturan agama akhlak & akidah yang dianjurkan. Kitab suci agama manapun sudah menjelaskan terang soal ini.

  • 2. Suami harus tegas, kalau istri harus ikut tinggal bersama suami kemanapun suami tinggal, sebab jika istri masih ngusel alias lengket dengan orang tua terutama ibunya, maka suami tidak akan bisa memimpin istrinya secara total. Kalau sudah seperti ini fungsi suami dalam keluarga anak perempuannya menjadi hilang tanpa terasa.

  • 3. Ibu sebagai orang tua anak perempuan (istri dari suaminya) juga harus tegas mengedepankan aturan norma, agama, anjuran pinisepuh manapun, kalau anak perempuan sudah jadi istri orang melalui akad pernikahan yang syah, maka anak perempuan sudah menjadi hak & kewajiban suaminya, harus patuh pada suaminya, mau mengikuti kemanapun suaminya tinggal karena itu sudah ada dalam akad pernikahan. Tertulis jelas pada kitab suci manapun. Istri yang patuh pada perintah suaminya meskipun itu berat baginya, jutrua dia (istri) yang akan menuargakan orang tuanya. Dan sebaliknya istri yang merusak kepemimpinan suami secara halus dengan berbagai drama cerdas yang dibuatnya justru akan menjerumuskan orang tuanya ke dalam (anda sudah tau sendiri).

Diibaratkan jika setan akan takut jika dibacakan ayat suci karena sadar akan status & kesalahannya, maka istri model seperti diatas yang suka mendramatisir bahkan tidak takut ayat suci, malah membungkus kesalahannya dengan cerita atas pembenarannya sendiri, yang akan membuat orang disekitarnya bisa tercuci otaknya akibat terpana dengan bujuk rayu & jualan rasa ibanya, luar biasa.

SUAMI YANG CEPAT MENGAMBIL TINDAKAN TEGAS JUSTRU AKAN MENYELAMATKAN ORANG TUA & ISTRINYA HINGGA MENJADIKANNYA ISTRI YANG MULIA LAHIR BATINNYA.

Jika anda merasa memiliki istri dengan ciri khas semacam itu maka segera ambil tindakan, kalau tidak ingin kepemimpinan anda sebagai suami dirusak perlahan secara halus oleh istri yang memiliki ciri khusus yang halus seperti diatas. Sebab istri model seperti itu pada jaman era modern seperti sekarang semakin banyak jumlahnya, akibat materi duniawi menjadi kiblatnya.

Semoga siapapun, kapanpun & dimanapun segera menyadari sesuai tempat, posisi & tanggung jawabnya masing-masing. Sebab apapun itu sudah ada tuntunannya baik itu dari kitab suci, petuah pinisepuh, & lainnya. Jika semua diikuti dengan niat & kesungguhan semua akan harmony, tapi jika dilanggar akibat hanya memilih wejangan yang dianggapnya enak saja, maka akan bisa merusak secara langsung maupun halus hubungan apapun bentuknya.