Resiko membeli tanah belum sertifikat SHM, hanya SPPT saja tanpa pethuk dari desa.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 10 artikel masuk dalam Kategori House and Property. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Resiko membeli tanah belum sertifikat SHM.

Orang tua tergiur tanah luas & harganya murah. Akibat hanya mengejar rasa bangga karena anaknya bisa membeli tanah mahal.

Orang tua mana yg tdk bangga ketika anaknya mampu membeli tanah dg harga yg amat mahal?

Namun akibat hanya mengejar rasa bangganya itu, kadang pikirannya yg kritis terkikis, hingga tdk bisa berpikir logis, kritis, analitis. Yang ada dalam pikirannya hanya rasa bangga akan anaknya yg mampu membeli barang mahal. Akibat sifat itulah orang tual model seperti itu mudah didramatisir hanya karena uang semata, hingga obyektifitas pikirannya hilang tanpa terasa.

Pada suatu ketika ada salah satu anaknya yg telah menikah ingin membeli tanah. Anaknyapun mulai mengutarakan niatnya membeli tanah. Orang tuanya amat bangga, hingga akhirnya membantu anaknya mencarikan tanah sesegera mungkin, tanpa memikirkan resiko membeli tanah untuk anaknya. Baik efek yg positif maupun negatifnya.

Akhirnya pada suatu hari, sang orang tua beserta penjual tanah & perantaranya mengadakan pertemuan untuk negosiasi luas tanah & harga tanah yng akan dijual. Orang tua ini tdk tau / dalam tanda kutip seperti amat tau padahal sebaliknya tdk menyadari bahwa tanah yng sedang di negosiasi itu adalah tanah belum bersertifikat SHM (Surat Hak Milik), yng ada hanya SPPT saja.

Orang tua itu tdk menyadari, saking merasa seperti amat tau, bahwa : SHM, SPPT, pethuk (Silsilah kepemilikan tanah) adalah syarat mutlak membuat balik nama sertifikat SHM baru. Ini tidak dipikirkan. TANPA Lihat SPPT, SHM, Pethuk, langsung percaya saja dg si penjual & perantaranya, langsung deal harga. Padahal resiko membeli tanah belum sertifikat SHM hanya SPPT saja adalah amat merugikan pembeli kedepannya dalam banyak aspek. Mulai dari efek materiil & imaterial.

Akhirnya mau tidak mau, sang anak harus tetap membayar tanah yng sudah salah kaprah negosiasinya oleh orang tuanya sendiri yng merasa sangat tau segala-galanya.

Akibat dari kejadian itu, maka harus dibuat surat perjanjian jual beli tanah yng sangat mengikat antara penjual & pembeli. Supaya pihak pembeli terutama, tidak terlalu dirugikan akibat nego ygn salah sejak awal.

Kejadian seperti teresebut diatas adalah salah satu sekian contoh pelajaran berharga. Bagi siapapun ygn ingin membeli tanah, pikirkan dg baik resiko membeli tanah tapi belum sertifikat SHM, hanya SPPT saja. Padalah SPPT bukan tanda bukti kepemilikan tanah ygn syah, hanya bukti pembayaran pajak terhutang.

Resiko membeli tanah belum sertifikat SHM hanya SPPT itu membawa dampak ygn panjang kedepannya bagi pembeli dalam banyak aspek, pembeli harus memiliki pikiran ygn landung & hati ygn sangat sabar menghadapi berbagai hal terutama pengurusan balik nama sertifikat dari tanah yang belum sertifikat SHM hanya SPPT saja dasarnya, maka proses pengurusan ke notaris PPAT akan sangat lama, karena syarat administrasi akan semakin banyak. Juga tidak menutup kemungkinan ukuran tanah & batas tanah akan sangat berbeda dengan penawarannya dari awal.

Jika anda / siapapun, kapanpun, dimanapun ingin membeli tanah tapi tidak mau terkena resiko membeli tanah terutama yang belum sertifikat SHM hanya SPPT saja adanya, lebih baik kontak agen jual beli properti yang terpercaya, yang sudah paham seluk beluk jual beli tanah secara resmi & syah. Supaya bisa melakukan verifikasi, validitas kepemilikan tanah yang dijual memang layak dibeli dengan harga yang pantas sesuai dengan aturan jual beli tanah.

Semoga bermanfaat positif & inspiratif. Terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya. Selamat beraktivitas & bekerja, salam edukasi..