Akibat rasa bangga orang tua yang terbakar oleh anaknya yg sedang dalam kelebihan materi, sehingga orang tua itu menjadi sangat materialis.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Akibat rasa bangga orang tua yang terbakar.

Akibat rasa bangga orang tua yang berlebihan terhadap materi duniawi, akhirnya anak perempuan ygn berhasil membakar rasa bangga orang tua menjadi sangat materialistis.

"Akibat rasa bangga orang tua terbakar oleh materi duniawi anaknya"

Setiap orang tua pasti bangga bila anak-anaknya berhasil..

Sekolah, kuliah, lulus, jadi pegawai, punya jabatan, gajihnya besar, semoa orang tua manapun menginginkan seperti tersebut.

Namun yg namanya siklus hidup itu sangat dinamis, jalan rejeki orang itu berbeda-beda, tak bisa langsung seperti itu jalannya.

Ada yg beruntung dalam tempo cepat, pun ada yg butuh waktu lama, akhirnya jadi juga.

Jaman sekarang ini memang hampir semua orang itu kiblatnya materi, uang, kekayaan, kalaupun penampilan orang itu baik, itu hanya luarnya saja, didalmnya terbakar isi kebanggaan akan keinginan materi duniawi semata. Realita ini ter cek dg tanya langsung ke sanubari masing-masing.

Boleh saja memiliki rasa bangga terhadapa keberhasilan materi kekayaan, tapi apabila terbakar dg cara yg tak tepat & berlebihan, maka akan MERUBAH segalanya, pandangan hidupnya berubah, cara dia memandang hidup jadi berubah, akhirnya materi jadi kiblat..

Anak perempuan itu setelah menikah wajib mengikuti suaminya.. sebab itu sesuai dg akad pernikahan & agama menganjurkan..

Namun kadang ada anak perempuan yg merasa kuat memiliki harta & kekayaan dari karirnya, memiliki keinginan mengendalikan semuanya dng kelebihan finansialnya itu, yg diinginkan : Suami ikut yg perempuan,, yng perempuan sebenarnya maunya tinggal sama ibunya,, hanya itu yng sebenarnya tersirat dalam benak sanubarinya,, terbungkus halus dng materi duniawi..

Anak perempuan model seperti ini biasanya pandai membakar rasa bangga orang tuanya,, terutama yng sangat gemar dng duniawi (harta & kekayaan + status pekerjaan yng menjanjikan)

Anak seperti itu biasanya :

  • 1. Suka menunjukan harta bendanya ke orang tua, supaya rasa bangganya terbakar, sehingga sering sombong & menyinggung orang lain akibat lupa diri / takabur.

  • 2. Suka memberi sesuatu pada orang tuanya, supaya bangga anaknya memberinya lebih, supaya orang tua bangga padanya, sayang sebab hartanya,, setelah itu orang tuanya dikendalikan secara halus, tak lebih seperti pembantunya, yng mau disuruh-suruh ikuti perintahnya.

  • 3. Suka meninggalkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga & membebankan kepada orang tuanya, pun dgn cara yng halus, sehingga tdk terdeteksi saat dia memperbudak orang tuanya.

  • 4. Suka menceritakan pangkat, jabatan, harta, gaji, & kekayaan yng diraihnya, supaya rasa bangga orang tua terbakar, setelah terbakar & cinta materi,, barulah orang tua itu dikendalikan..

yang ada dalam benak pikiran & hati anak perempuan seperti itu sebenarnya hanyalah kamuflase, untuk mendorong & merubah visi hidup orang tua ygn sudah benar, berubah menjadi materialistis,

Orang tua ygn mudah terbakar rasa bangganya terhadap anaknya pemilik materi duniawi lebih banyak, maka akan lebih mudah dikendalikan & dikelabui anak perempuannya ygn seperti itu secara halus, & lama-kelamaan akan di kethiplakaken secara halus.

Contoh analogi ygn menggambarkan hal diatas :

  • Anak perempuan ibunya, kulkasnya rusak & bermasalah..

  • Anak perempuan itu membutuhkan teknisi kulkas..

Maka :

  • Kalau anak perempuan ygn benar-benar mandiri, maka hanya akan meminta nomor telepon teknisi ke ibunya, & selanjutanya dia sendiri ygn akan kontak teknisi & mengurus semua sampai selesai,,

  • Kalau anak perempuan ygn suka memperbantukan orang tuanya secara halus, maka dia akan menyuruh ibunya untuk mengontak teknisi kulkas supaya memperbaiki kulkas anaknya, klo teknisi tdk datang dia akan beli kulkas sendiri yang baru katanya. Akibat rasa bangga orang tua akan harta anaknya, ibunyapun nurut saja disuruh2 seperti itu, sehingga dogma & doktrin pun melekat..

dan analogi seperti itu diterapkan disetiap aspek kehidupan,, hingga orang tuanya selalu dilibatkan pada setiap urusan-urusan rumah tangga anak perempuannya,, padahal itu sudah tdk menjadi tanggung jawab ibunya,

Tujuannya adalah mengendalikan orang tua (ibu) supaya mudah disuruh/diperintah, akibat akidahnya sudah di bakar oleh rasa bangga terhadap anak perempuannya yang sedang dilebihkan materinya. Waktu ibunya hanya dihabisi & dikuras habis hanya untuk mengurusi anak perempuan itu setiap hari.

Orang tua terutama ibu yang sudah masuk dalam perangkap duniawi seperti ini hendaknya cepat sadar, supaya melihat baik tidak anaknya itu bukan lantaran harta semata, namu lebih karena merasakan getaran mental, isi niat, & bagaimana akhlak budi pekerti anak-anaknya yang sebenar-benarnya, supaya tidak mudah di manipulasi & didramatisir oleh rasa bangga yang terbakar berlebihan akibat terlalu suka sifat duniawi.

Padahal agama sudah mengatur & memberi petunjuk dgn terang mengenai : Hak & kewajiban anak-anak yang sudah menikah, baik laki-laki / perempuan, sesuai status keturunan dalam keluarganya.

Semoga referensi ini memberikan inspirasi positif, membawa perubahan yang bagus, meskipun memang kondisi seperti itu adalah pelik, namun kalau dipahami dgn kategori yang jelas, maka tidak akan tercampur antara budi pekerti dengan sifat duniawi.