Mengapa pemain top eropa bisa sulit bermain di indonesia, inilah 6 poin jawabannya.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 26 artikel masuk dalam Kategori Olahraga. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Pemain top eropa bisa sulit bermain di indonesia.

Pemain top eropa bisa mengalami kesulitan ketika bermain di liga indonesia, karena karakter pola permainan sepak bola di liga eropa sangat berbeda.

Mengapa pemain top eropa bisa sulit bermain di indonesia?

Yah, kita semua tau, bila ada pemain top eropa sampai merumput di liga indonesia, liga 1 misalnya, pasti semua orang akan langsung ber ekspektasi sangat tinggi dg pemain top eropa tersebut.

Pasti pemainannya bakal sangat bagus, sangat mempengaruhi tim, dg prestasi sepak bola yg menggunung & gajih yg fantastis.

Siapapun pemilik ekspektasi sangat tinggi pada pemain top eropa ketika bermain di liga indonesia, pasti pada awalnya akan mengeluh & kecewa, kok berbeda ketika dia main di club liga eropa? kenapa bisa terjadi?

Berikut beberapa alasan teknis pemain top eropa bisa sulit bermain di indonesia :

1. Karakter bermain sepak bola di asia khususnya di indonesia sangat berbeda dng karakter bermain sepak bola di liga eropa. Kalau di indonesia permainan sepak bola lebih membutuhkan fisk, mental, kekompakan, sering mengandalkan umpan daerah, fokus pada satu striker & gelandang yg sudah dipercaya pelatih. Sedangkan sepak bola di eropa gaya bermainnya lebih taktis, tiki taka one two, bola dibuat mengalir & merata disetiap lini, pemain tak perlu meminta bola, apalagi apabila punya gelandang serang seperti lionel messi, bermain dng buka-buka ruang serang, & menyerang pada tempo yng telah ditentukan, kurang lebih begitu.

2. Di indonesia iklimnya tropis, suhu dilapangan lebih panas, butuh daya tahan fisik yng prima. Sedangkan di eropa suhunya dingin, pemain tdk cepat capek. Pemain sepak bola manapun yng biasa bermain pada suhu dingin, ketika berpindah ke suhu panas pasti butuh adaptasi lebih lama fisiknya. Sedangkan pemain dari suhu tropis ketika berpindah ke suhu lebih dingin, daya tahan fisiknya akan meningkat, bahkan malah justru pemain liga indonesia ketika sampai dipercaya & direkrut bermain di liga eropa bahkan memiliki permainan lebih bagus diatas pemain eropa, sebab daya tahan fisik meningkat disuhu dingin, dgn tenaga lebih banyak akan semakin melakukan banyak pola & gerakan variatif. Hanya tinggal kesempatannya saja bisa bermain di liga eropa.

3. Bermain sepak bola di indonesia, pemain harus lebih aktif membuat gerakan tanpa bola hingga mendapatkan ruang kosong, & meminta gelandang maupun pemain lain memberikan bola kepadanya. Sedangkan gaya main sepak bola eropa lebih menuntut gelandang serang lebih resoponsif untuk membuka ruang hingga memberikan bola pada siapapun ygn posisinya dinilai sudah tepat, tanpa pemain tersebut meminta. Sehingga pemain top eropa sekalipun ketika main di liga indonesia bisa kelihatan seperti kebingungan sebab jarang mendapatkan bola, malah bahkan akan mudah emosi karena sulit menunjukan kemampuan terbaiknya akibat sulit membuka ruang secara aktif karena butuh tenaga lebih besar untuk berlari kesana-kemari.

4. Sepak bola di indonesia lebih mengedepankan intruksi pelatih ingin pola permainan seperti apa & pemain harus mengikuti arahannya. Sehingga pemain top eropa sekalipun ketika bermain di liga indonesia awal-awalnya akan tetap kesulitan menerjemahkan instruksi teknis pelatih dilapangan meskipun sudah punya penerjemah, hasilnya tetap akan lain pada awalnya. Sedangkan di liga eropa, pelatih hanya memberikan konsep pola permainan & target gol, serta memberikan gelandang serang kebebasan mengembangkan kreativitasnya dalam membagi bola, ygn peting target pelatih bisa tercapai.

5. Sepak bola di eropa, ketika permainan berlangsung, pemain ygn dijadikan inti kunci permainan, akan dibantu rekan lainnya supaya secara sistematis pemain-pemain kunci ini bisa bergerak bebas, misalnya pemain lain menutup ruang gerak lawannya, sehingga pemain kunci mudah mendapatkan ruang serang & tembakan ideal. Sedangkan di indonesia, pemain dituntut kreatif membuka ruang gerak sendiri sampai ideal, baru pemain kunci bisa bermain maksimal. Maka pemain top eropa sekalipun, ketika bermain dalam tahap tersebut akan terkuras tenaganya akibat harus berjuang sendiri menemukan ruang gerak ideal.

6. Pemain yang berasal dari daratan eropa / luar negeri, sudah sejak dulu kala terlanjur memiliki brand lebih tinggi dibanding negara lainnya, sehingga ini menjadi beban saat pemain top eropa yang biasa bermain dgn gaya priyayi harus bermain di liga-liga asia yang sebenarnya membutuhkan permainan lebih keras, bukan permainan kasar maksudnya. Bermain keras dengan kasar sangat berbeda.

Itulah 6 poin inti & jawaban mengapa pemain top eropa bisa sulit bermain di indonesia, kalau ada rekan disini yang ingin menambahkan silahkan, mari kita sama-sama belajar menemukan jawabannya. Salam olahraga, semoga sehat & lancar selalu.