Untuk menjadi bener sing tiniba kebeneran butuh waktu & kesempatan yg tepat.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Bener sing tiniba kebeneran.

Jaman sekarang : Salah tapi sebab punya uang lebih diterima, dibandingkan sedang dalam masa benar tapi sedang kekurangan uang. Itulah : bener ning urung tiniba kebeneran.

"Bener sing tiniba kebenaran"

1. Orang yg salah tapi punya kelebihan uang, dibandingkan dg orang benar tapi sedang kekurangan uang, lebih diterima yg mana?

2. Orang yg benarnya tak 100%, pun salahnya juga tak 100%, apakah tipe ini mudah dinasehati? jawabannya tak mudah.

2 hal diatas adalah konsep yg akan menggambarkan & melukiskan petuah jawa : bener sing tiniba kebenaran. Berikut ulasannya :

Orang yg salah tapi punya banyak uang menjadi benar, tapi orang yng benar sekalipun bila sedang kekurangan maka menjadi salah / disalahkan.

Mengapa orang yng salah tapi banyak uang menjadi benar? sebab :

  • Salah tapi mencitrakan diri sebagai dermawan, sebab punya uang.

  • Salah tapi memberi sebab punya uang, sehingga mau tdk mau pasti akan mendapat predikat baik (Ngrikuih).

  • Salah tapi mampu membeli apa saja, sebab sedang punya uang.

  • Salah tapi merekrut orang lain untuk mendukung kesalahannya sebab punya uang.

  • Uang berpotensi merubah yng salah menjadi benar dng pencitraan khusus.

Mengapa orang yng benar tapi kebenaran (ndilalah) lagi kekurangan uang, menjadi salah? sebab :
  • Benar tapi belum men dermawankan diri karena sedang kekurangan uang.

  • Benar tapi belum memberi karena sedang tdk punya uang.

  • Benar tapi kemampuan / daya belinya belum ada, karena sedang kekurangan uang.

  • Benar tapi sulit membuat orang mempercayai dirinya, karena tdk merekrut orang dgn uang.

  • Kekurangan uang berpotensi merubah mereka yng benar menjadi dianggap salah, tanpa pencitraan apapun.

Lebih baik menjaga sikap & tutur kata, karena apabila sedang dalam masa benar tapi tidak tiniba kebenaran (ndilalah), maka akan selalu disalahkan & sangat sulit mempertahankan kebenaran, apalagi menerapkannya kepada orang lain.

Jaman sekarang, sadar maupun tidak disadari, semua orang memikirkan materi & kebutuhan hidup, berlomba mencari & mendapatkan uang, pangkat, jabatan, sebaik & setinggi mungkin, hingga akhirnya menggeser akhlak & akidah menjadi materi sebagai kiblatnya.

Hingga akhirnya mengikis, mengesampingkan tujuan hidup ygn sebenarnya ada dalam lubuk hatinya, suara hati murni didalam jiwa menjadi tertutup samar terdengar akibat paradigma tentang uang ygn sudah sangat mendominasi.

Untuk menjadi orang ygn benar sing tiniba kebenaran (ndilalah) :
  • Harus memiliki kesabaran ekstra, apalagi kalau sedang dalam masa kekurangan uang, belum punya daya beli terhadap sesuatu, pasti akan selalu terpojok bahkan dengan kebenaran ygn dibawanya. Memang sangat pahit rasanya jika sedang dalam masa seperti tersebut, ingin segera keluar dari lingkaran ygn sulit tapi tidaklah mudah, butuh waktu & kesempatan.

Dimanakah posisi anda sekarang? tentu anda sendiri yang mengetahuinya. Apapun posisi anda sekarang, sebaiknya mengambil sikap, tutur kata, & tindakan sesuai dengan tuntunan akhlak & akidah yang terpendam dalam nurani, bukan mendramatisirnya, karena kesadaran yang tinggi itulah yang membawa, membimbing, & menyatukan siapapun dalam kondisi yang harmonis tanpa bersebrangan, berbenturan, tanpa memaksa satu sama lainnya.

Sementara itu penyampaiannya mengenai "bener sing tiniba kebeneran", jika ada yang ingin memberikan masukan silahkan. Mari kita belajar bersama menemukan solusi & jawaban. Semoga bermanfaat positif & inspiratif. Selamat berkarya & beraktivitas. Salam hangat untuk rekan semua, semoga selalu dalam keberuntungan-NYA.