Koreksi diri lebih baik daripada mengurusi urusan orang lain, waktunyapun akan semakin efektif untuk hal psitif & produktif.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Koreksi diri lebih baik daripada mengurusi urusan orang lain.

tidak suka membicarakan orang lain akibat merasa paling benar, adalah jalan menuju akhlak akidah yg sebenarnya, sebab suka mengurusi orang lain dibanding mengoreksi diri sendiri akan menggeser kiblat tujuan hidup yg sebenarnya.

Mengoreksi diri sendiri jauh lebih baik daripada terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain.

Jaman sekarang adalah jaman cukup sulit, ngobrol membicarakan orang lain tanpa tahu kepentingannya sudah menjadi kebiasaan yg tak terasa menggeser nilai akhlak & akidah yng sebenarnya.

Ciri utama orang yng kekurangan pekerjaan (kurangen pegawean) adalah :

1. Waktunya lebih banyak dipakai untuk ngobrol, ndopok, & membicarakan kepentingan orang lain. Tanpa mau mengoreksi diri sendir lebih dahulu secara lengkap.

2. Suka mencontohkan diri sendiri lebih baik dari yng lainnya. Baik dg kalimat langsung maupun tak langsung.

3. Punya banyak kesibukan tapi hanyalah sekedar sibuk, menyebabkan pengeluaran, boros tak ada hasilnya, sangat jauh dari kelas produktif.

4. Suka menasehati orang lain tetapi tdk mau diberi nasehat, sebab merasa paling benar.

Manfaat mengoreksi diri sendiri dibanding mengurusi urusan orang lain :

1. Akan lebih bijak dalam bersikap, bertutur kata, berpikir & merasakan lebih lembut. sebab akan lebih memiliki kesadaran (ngrumangsani) dibanding dg selalu merasa bisa (rumangsa bisa) dibanding dng ygn lainnya.

2. Orang lebih senang mengoreksi diri sendiri, meluruskan dng dasar akhlak & akidah ygn benar, maka orang itu tdk akan takut & khawatir bila : tdk dipuji / disanjung / dinilai lebih dari orang lain.

Efek apabila suka mengurusi urusan orang lain :

1. Kesadaran spiritualnya akan semakin rendah tanpa terasa, karena selalu merasa paling benar dgn membicarakan orang lain semauanya sendiri tanpa koreksi diri.

2. Waktu, tenaga, pikiran terbuang sia-sia, & kegiatannya punya kecenderungan tidak produktif. Kesibukannya hanya sekedar sibuk ygn menimbulkan pengeluaran semakin banyak.

3. Mekanisme berpikir & cara belajarnya setengah-setengah, tidak seutuhnya, sehingga sering gagal paham, memicu perselisihan, karena suka memotong pembicaraan orang lain akibat ego & keinginan untuk diakui lebih tinggi dibandingkan dgn wawasan & pengetahuannya baik secara mental & intelektual.

4. Sukar dinasehati & diluruskan ke jalur akhlak & akidah yang sebenar-benarnya. karena tipikal tersebut biasanya benar ya tidak 100%, salahpun juga tidak 100%, butuh ketelitian tinggi menasehati orang dalam kategori ini.

Terlepas dari deskripsi itu semua, bagi yang ingin menambahkan & memberikan input silahkan. Mari kita belajar bersama agar ada titik temu & solusi, supaya semua bisa sinergi agar bisa saling menghormati & menghargai satu sama lain sesuai kapasitasnya tanpa determinasi apapun.

Terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya, selamat bekerja & berkarya.