Cara supaya produktif ketika masuk masa tua supaya kesibukan yg tidak perlu bisa diminimalisir.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Cara supaya produktif ketika masuk masa tua.

Selalu ingin diakui disanjung dipuji dihormati orang lain maupun anggota keluarga lain & bahkan cenderung sangat boros hingga berdampak ke anggota keluarga lainnya adalah ciri sifat pra & pasca pensiun / yg sudah berumur.

Mengapa orang yg sudah tua suka mencari kesibukan yg tak perlu?

Salah satu sifat & watak orang yg sudah maupun menjelang pensiun, kebanyakan rata-rata serta realitanya adalah selalu ingin diakui. Entah itu diakui : kebaikannya, kedermawanannya, pekerjaannya, juga suka disanjung, dipuji, & dihormati. Inilah inti sifat sindrom pensiun yg merasuk dalam jiwanya, baik disadari maupun tak disadari, silahkan teliti & validasi saja.

Tua yg dimaksud disini adalah berumur sekitar 48 tahun ke atas, / umur ideal orang pra & pasca pensiunan.

Mengapa orang masuk masa purna tugas? jawaban realistisnya : sudah tak produktif pekerjaannya. Jawaban humanisnya : memberikan waktu & kesempatan padanya untuk kembali penuh ke keluarga & masyarakat. Itulah intinya.

Namun kebanyakan orang tua yg sudah pensiun, selalu ingin diakui produktif, meskipun kenyataannya sudah tak produktif lagi.

Akibat dari sifat selalu ingin diakui & khawatir keberadaannya tak diakui serta mendapatkan pujian & sanjungan, maka mencari kesibukan apa saja, supaya terlihat orang lain disekitarnya untuk menunjukan dia masih aktif, hanya saja sibuknya hanya sekedar sibuk yg menyebabkan biaya pengeluaran saja, buka menyebabkan pemasukan, cenderung sangat boros. bila tak ditopang anggota keluarga lain yg notabene punya kelebihan uang, maka orang yng sudah pensiun bisa depresi & stress. sebab bila dipikir lebih dalam, operasional orang yng sudah pensiun cenderung sangat boros, demi mengejar pengakuan, sanjungan & pujian anggota keluarga lain & lingkungan sekitarnya.

Kesibukan yng tdk perlu setiap hari dilakukan contohnya :

  • Dopokan / ngobrol bareng sama tetangga maupun teman-teman pensiunan. Entah apa yng diobrolin yng penting tdk keliatan nganggur ada kegiatan. Hobinya menasehati orang lain siapa saja, & mencontohkan dirinya sendiri. Tapi apabila dinasehati tdk mau.

  • Suka merancang, mendesain, mengeluarkan ide & gagasan, namun giliran soal biaya nanti cuci tangan & membebankan / melimpahkan ke anggota keluarga lain, namun diluar sana seolah-olah dia sendiri yng sangat baik, sebab orang lain diluar tdk tahu siapa yng sebenarnya membiayai kesibukan yng tdk perlu tersebut.

  • Suka memaksakan metodenya jaman dulu diterapkan jaman sekarang yng jelas-jelas tdk cocok & hanya mengakibatkan perselisihan, namun tidak mau disalahkan karena selalu merasa paling benar.

  • Hobi membersihkan rumah & mempercantik rumah, ganti sana & sini, ygn nantinya menimbulkan banyak biaya operasional ygn tidak diperlukan. Kalau membiayai sendiri kesibukannya itu masih bagus & mending. Tapi apabila soal biaya kesibukannya masih minta-minta terus ke anggota keluarga lain, ini ygn kadang bikin sesak saja.

Apa ygn sebaiknya dilakukan diluar kesibukan ygn tidak perlu tadi? :
  • 1. Sebaiknya menyepi dari hal-hal siaft duniawi. Sifat selalu ingin diakui, dipuji, disanjung, dihormati adalah inti sifat mendasar ygn tanpa disadari menjauhkan seseorang dari nilai-nilai spiritual ygn sebenarnya sejati. Apalagi jaman sekarang ygn mana materi & uang sudah menjadi kiblat & tanpa terasa sudah menggeser akhlak & akidah. Sangat baik kalau dilihat menurut perspektif manusia / lingkungan sosial umumnya namun masih jauh kalau dilihat menggunakan kacamata spiritual ygn sejati.

  • 2. Mencari kesibukan yang efektif, hemat operasional, namun memiliki visi & tujuan yang jelas bermanfaat, supaya waktu & biaya tidak terbuang percuma untuk kesibukan yang tidak perlu lagi. Sehingga bisa masuk mendekati dalam kategori kesibukan yang produktif.

  • 3. Mau mendengarkan nasehat orang lain, bahkan lebih muda usianya. Selama nasehat itu realistis, rasional, jelas orientasinya. Tanpa harus selalu merasa paling benar.

  • 4. Mulai mengurangi & mnegikis sifat ingin selalu diakui, disanjung, dipuji, dihormati, agar kelak menjadi orang tua yang sebenarnya sejati. Baik menurut penilaian orang lain maupun baik jika dinilai dari kacamata spiritual.

Sementara itu penyampaiannya, semoga bermanfaat positif & inspiratif. jika ada yang ingin memberikan masukan & tambahan, silahkan. Mari kita belajar bersama untuk menuju kehidupan yang sebenar-benarnya lebih baik lahir & batin. Selamat bekerja & beraktivitas.