Definisi & Pengertian : BLONGSONG KEWOLO yaitu seolah olah baik belaka namun terselubung dalam hati niatnya melenceng.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Blongsong kewolo merupakan wejangan pinisepuh jawa kuno yang sukar dimengerti tapi jaman sekarang muncul & nyata adanya sekutu-kutu walang ketega. Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Definisi Pengertian BLONGSONG KEWOLO.

Arti Blongsong Kewolo

BLONGSONG KEWOLO ITU SEOLAH OLAH BAIK TAPI HANYA SEKEDAR BINGKAI UNTUK MEMULUSKAN NIAT YANG MELENCENG :

Seolah-olah baik & perhatian, padahal dibalik itu terselubung niat yg tak bersih.

Seolah-olah tau aturan agama & lainnya, namun sebaliknya prilaku & tutur katanya secara halus, suka menyinggung & membakar perasaan oran lain. Entah itu membakar rasa iba, khawatir berlebihan, rasa bangga & lain sebagainya.

Seolah-olah dermawan namun dalam hatinya suka dipuji & disanjung tanpa terasa.

Diluar rumah menasehati orang, menjadi orang bijak, selalu memotivasi orang untuk merintis berjuang hingga sukses, namun didalam rumah adalah orang yg materialistis & sangat mencintai materi duniawi semata yg tercermin pada setiap prilaku & tutur katanya.

Suka memajang aturan kedisiplinan yg baik, menonjolkan kebaikan diluar, seolah-olah patuh aturan, menjunjung nilai luhur & budi pekerti, namun banyak kegiatan melenceng terselubung didalamnya.

Itulah beberapa hal yng menggambarkan arti BLONGSONG KEWOLO / blongsong kewala.

ORANG YANG SEOLAH OLAH BAIK NAMUN DALAM HATINYA KUFUR DAN RIYA :

Pinisepuh orang jawa dwipa jaman dulu kala mengatakan "Aja dadi blogsong kewolo, apik mung laire.." yng artinya dalam bahasa indonesia adalah "Jadi orang itu jangan hanya menggunakan kebaikan sebagai kemasan belaka, namun dalam lubuk hatinya terpendam niat melenceng yng terselubung.."

Contoh gambaran lebih kongkrit, yng akan sukar dimengerti bila tdk benar-benar sejati memahaminya :

Pertama : "Orang yang suka mabok dipinggir jalan maupun orang yang suka meminta-minta dipinggir jalan"

JAUH LEBIH TERPUJI, DARIPADA :

Kedua : Orang yang keliatannya ibadahnya rajin, berpangkat, gajihnya besar, namun dilubuk hatinya riya, tutur kata & prilakunya hanya seolah-olah baik semata namun tunjuannya melenceng akibat niat tidak bersih ygn terselubung.

Mengapa bisa demikian?

Orang yang pertama : Ketika dikejar, bahkan akan dihajar, maka pasti akan lari terbirit-birit ketakutan, sebab mereka menyadari betul perbuatannya sudah salah, meskipun harus menahan rasa malu yang begitu dalam.

Orang yang kedua : Bagaimana mau menasehati & memvonis kesalahannya? orangnya saja rajin ibadah, punya kedudukan, berpangkat, tutur katanya halus, prilakunya baik, meskipun semuanya hanya seolah-olah belaka, namun dalam hatinya terpendam riya & niat melenceng terselubung.

HANYA SEOLAH OLAH ATURAN BELAKA NAMUN DALAM PRAKTEKNYA MELENCENG JAUH & MERUGIKAN BANYAK ORANG :

Pun demikian jangan menelan mentah-mentah gambaran contoh analogi diatas, pikir & rasakan lebih dalam maka akan mengetahuinya sendiri. Itulah sulitnya memahami arti & makna : blongsong kewolo, yang merupakan wejangan dari pinisepuh jawa jaman dulu kala. & sekarang nyata adanya, di jaman sekarang lah blongsong kewolo muncul, hingga akhirnyasekutu-kutu walang ketega berwujud tumpah ruah didalamnya dg berbagai kamuflase hiruk pikiuk duniawi yang mendekati akhir jaman.