Akibat istri yang sudah tidak mau ikut suaminya karena kesalahannya selalu dibela orang tua hingga akhirnya istri yang sekarang tersesat & karirnya semakin redup serta bermasalah.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 106 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Akibat istri yang sudah tidak mau ikut suaminya.

videofx2

Anak perempuan yang sudah menikah, seharusnya mengikuti suaminya, ikut yang dimaksud disini adalah :

  • 1. Patuh pada suaminya, artinya mengikuti perintahnya.

  • 2. Selalu menemani suaminya, artinya mau ikut bersama suami, kemanapun ia akan bertempat tinggal.

  • 3. Memiliki waktu lebih banyak bersama suaminya, artinya selalu menyelesaikan masalah, kebutuhan, berdua mengikuti bersama suaminya, bukan sering mengadu pada orang tua untuk mencari simpati, menjual iba, membakar rasa bangga orang tua, hanya untuk tujuan supaya orang tua membela si anak perempuan agar terhindar dari konsekuensi & kewajibannya pada sang suami.

Ke 3 hal diatas sudah diatur dalam kitab suci maupun ajaran pinisepuh jawa manapun. Validitas ini silahkan cari & temukan sendiri, supaya lebih realistis & nyata adanya.

Suami yang sudah cukup pemahaman agamanya, memiliki akhlak & akidah, sudah berusaha memberikan nafkah lahir batin kepada istri & keluarganya, maka WAJIB istri ikut & patuh pada suaminya tersebut. Tidak perlu menyangkal, prestis mengakuinya, apapun profesi & pekerjaan suami saat ini. Karena suami bisa menjadi neraka maupun surga akibat ulah istrinya sendiri, terutama yang dihinggapi sifat dajaliah.

Jaman modern seperti sekarang, banyak sekali istri yang melanggar 3 hal diatas, baik dilakukan secara :

  • 1. Langsung, terang-terangan.

  • 2. TIdak langsung, suka mendramatisir yang intinya menghindari 3 konsekuensi kewaijban istri pada suami diatas.

  • 3. Dengan cara halus, mengelabui dengan penampakan seolah-olah patuh pada suami, padahal sebenarnya jika si suami teliti, itu hanya tipu daya sang istri untuk menghindari repotnya, tanggung jawab & konsekuensinya menjadi istri dalam rumah tangga. Istri model ini bisa dibilang adalah jelmaan sifat dajaliah.

Bagi para suami, hendaknya extra teliti memahami perilaku, sifat, niat & watak sang istri. Terutama yang memiliki perilaku seperti poin 2, 3 diatas. Istri model tersebut adalah jelmaan sifat dajal & samarantu, samar baiknya namun busuk niat & hatinya, namun terbungkus halus seoalh-olah sangat baik seperti hantu yang sukar dilihat, jika suami tidak memiliki ketelitian tinggi dalam mengedepankan akhlak, akidah, tentang kewajiban utama istri pada suaminya.

Mengapa ada istri menghindari 3 konsekuensi & kewajibannya sutama sebagai ibu rumah tangga terutama untuk "Mengikuti" Suaminya?

  • 1. Biasanya istri merasa memiliki penghasilan / bisa juga merasa memiliki gaji lebih besar dari suaminya, sehingga merasa apa-apa bisa sendiri. Akibatnya akan terasa nanti dalam jangka panjang.

  • 2. Istri yang sering memberi uang, membelikan barang, untuk saudara, ibunya, dengan tujuan tidak tulus, namun hanya untuk mencari muka secara halus, menjual simpati & iba, agar kesalahannya akan 3 hal diatas, selalu dibela.

  • 3. Istri yang memiliki sifat iri, drengki, yang terselimut halus, sebenarnya ingin tinggal bersama orang tua / ibunya, namun tempatnya sudah salah karena perempuan sudah menikah harus ikut suaminya, sudah salah tapi terus mencari celah, membela diri, hingga merasa paling benar.

  • 4. Istri yang sebenarnya sudah tidak harmoni dengan suaminya, namun menampilkan hal yang seolah-olah baik diluar, sehingga istri mencari benteng diluar terutama orang tuanya.

Istri yang sedang dalam kondisi : Kemulyan, Keleksanan, Jaya, Kaya, merasa punya jabatan, harta benda, biasanya akan ingkar, lupa, akan 3 konsekuensi & kewajiban inti terhadap suaminya, bukan dilaksanakan malah dihindari, dengan mengedepankan materi duniawi baik secara langsung maupun samar-samar (halus). Apalagi jika istri itu dibela orang tuanya, yang sudah dihasut, dibuai gemerlapnya duniawi semata. Istri seperti itu dalam hatinya biasanya : "pikiran, hati, perilakunya tidak selaras", dia tidak menyadari dinamikanya kehidupan rumah tangga terutama jika istri tidak mau ikut suaminya serta tidak menyadari akibatnya kelak dalam jangka panjang, seiring dengan rotasinya waktu & masa.

SEKARANG PAHAMI : APA AKIBATNYA JIKA ISTRI TIDAK MAU IKUT SUAMI & MENGHINDARI 3 KONSEKUENSI INTI SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA DIATAS?

  • 1. Istri yang sekarang merasa banyak uang, gaji besar, punya pangkat & kedudukan, maka seiring berjalannya waktu dimasa depan maka pasti karirnya akan hancur, kembali merangkak dari nol, belajar akibat sering menyakiti hati orang lain, terutama suaminya.

  • 2. Orang tua, terutama ibu biasanya akan mendapatkan beban moral yang tinggi kedepannya, akibat terlalu membanggakan anak perempuannya (yang sudah jadi istri orang) karena materi & kedudukannya, namun pada akhirnya anak karir anak perempuannya jatuh, meratapi nasib & tidak tau jalan keluarnya, karena memang tidak sadar-sadar akan kesalahan besar yang sudah dilanggar anak peremuannya serta dibelanya.

  • 3. Keleksanan, kemulyan, keberuntungan, akan dicabut melalui sistem seleksi alam semesta tanpa campur tangan manusia sekalipun. Karena 3 aturan inti diatas sudah tertera jelas pada kitabNya, hanya saja manusia (istri/wanita) enggan menyadarinya sejak awal akibat kecintaannya akan materi duniawi yang berlebihan menjadi kiblat.

Maka dari itu, jika anda (seorang istri) yang ingin keluar dari lingkaran kompleks seperti itu & merasakan akibatnya lebih jauh :

  • 1. Sadarilah dari sekarang, jika anda seorang istri yang sekarang ini secara halus / terang-terangan sedang menentang suami, menghidari 3 konsekuensi & kewajiban inti kepada suami, namun sekarang mungkin belum merasakan akibatnya / efek apapun maka sungguh sadari & berubahlah dari sekarang, sebelum nanti alam semesta yang menegur anda. Hargailah bimbingan orang lain tentang "Ilmu Tua", jangan meremehkannya.

  • 2. Bagi anda (Istri) yang sekarang ini sudah terlanjur terjerembab dalam lingkaran kesulitan yang kompleks & sudah merasakan akibatnya diatas, maka bertobatlah dengan sebenar-benarnya tobat, jalankan 3 konsekuensi & tanggung jawab inti istri pada suami yang sudah dijelaskan diatas, tanpa merasa : gengsi, prestis, iri, drengki, ego, emosi, berasa paling baik & benar sendiri, sebab jika diterusakan kesalahan itu tanpa menyadarinya maka akan semakin tersesat, tidak akan paham sejatinya kehidupan & semakin depresi (Multiplex Cunfusing), semakin terjerumus dalam tipu daya duniawi yang nyata.

Semoga ini semua bisa menjadi edukasi & pelajaran yang berharga, bagi siapapun, kapanpun, dimanapun yang benar-benar menyadarinya. Sebelum & sesudahnya, terima kasih atas kunjungan & kepercayaannya.