Orang tua harus bisa menempatkan rasa adil kepada anak anaknya namun secara mendidik.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Orang tua harus bisa menempatkan rasa adil kepada anak.

Orang tua harus bisa memberikan & menempatkan rasa adil kepada anak-anaknya.

Orang tua menempatkan rasa adil -

Definisi & pengertian rasa adil adalah :

  • Suatu titik & kondisi dimana seseorang mampu memberikan sesuatu sesuai porsi hak, kewajiban & tanggung jawabnya.

  • Rasa adil memiliki dimensi lebih tinggi dibandingkan adil secara kuantitas.

  • Rasa adil tidak bs dihitung, tapi bs dipahami secara akurat oleh mereka yg berpemikiran bijak berdasarkan akidah, syariat, & hakikat adil yg sebenarnya.

  • Rasa adil yaitu mampu menempatkan tutur kata, sikap, tindakan, tingkah laku secara merata, bahkan dlm lingkingan yg dinamis & heterogen.

Semua orang tau tentang adil, keadilan, & rasa adil.

  • Tapi pada kondisi tertentu, rasa adil bs menjadi lebih rumit ditempatkan jika tidak memahami konsep dasarnya. Kalau rasa adil tidak dipahami sejak awal sesuai definisi & pengertian rasa adil diatas, maka kedepan justru akan menimbulkan perselisihan halus atau terselubung. Baik itu dilingkup sosial, terutama lingkup keluarga.

Contoh menempatkan rasa adil dlm level standar :

  • Dilingkungan keluarga ada 3 anak, semua masih kecil, sekolah masih tk, sd, sma. Orang tua masih mudah memberikan rasa adil, tinggal bagi rata, selesai. Tidak ada perselisihan.

Contoh menempatkan rasa adil dlm level medium :

  • Dilingkungan keluarga, ada 4 anak, serta ayah & ibu. Anak-anaknya sudah : sd, smp, sma, kuliah.

  • Dalam situasi tsb, orang tua sudah mulai kompleks memberikan rasa adil, terutama pada anak yg sudah sma & kuliah, sebab sudah mulai memiliki dunia sendiri.

  • Begitu juga anak yg sudah sma & kuliah, harus besar hati menyadarkan orang tua, kala mereka mendapatkan perhatian lebih banyak, harus bs meluruskan orang tua supaya bs pula memberikan rasa adil ke anak yg masih sd & smp.

  • Dalam kondisi demikian, rasa adil mulai masuk level medium, sudah membutuhkan hubungan timbal balik (feed back) antara anak2 & orang tua.

  • Seperti apa rasa adil dlm kondisi level medium inilah yg akan menentukan bentuk rasa adil level legend atau tingkatan lebih rumit dlm dimensi lebih tinggi.

  • Jika kebiasaan rasa adil sudah dibangun dg feed back timbal balik yg seimbang sejak pada level medium, maka kedepan akan menghasilkan keharmonisan sampai umur berapapun & kapanpun juga, begitupun sebaliknya.

Contoh kasus menempatkan rasa adil dlm level legend (Tingkat dimensi tinggi) lebih kompleks :

  • Disebuah keluarga terdapat 3 orang anak, 1 sudah selesei pendidikan, 2 berikutnya sudah menikah.

  • Anak yg ke-3 sudah menikah bertempat tinggal jauh dari orang tua.

  • Anak ygn ke-2 sudah menikah berikutnya dg berbagai aspek, bertempat tinggal lebih dekat dg orang tuanya.

  • Jika orang tua lebih sering menghubungi anak ke-3 utk sekedar menanyakan kabar, kondisi, situasi, kesehatan, itu adalah hal ygn benar dalam banyak aspek baik dimasa sekarang maupun jangka panjang kedepan.

  • Anak ke-1 & ke-2 harus menyadari dgn pemikiran lebih luas, utk memberikan ruang pada orang tua supaya bs lebih memberikan perhatian kepada anak ke-3. Bukan sebaliknya.

  • Anak ke-2 seharusnya memiliki pemikiran, tutur kata, empati ygn selaras dgn perspektif lebih luas utk menyadari tanggung jawabnya karena sudah menjadi orang tua, bukan membebani menguras waktu tenaga orang tuanya terutama ibu akan hal-hal ygn sudah tidak lagi menjadi tanggungannya. Meskipun anak ke-2 termasuk mapan secara finansial.

Sehingga orang tua (ibu) tidak terkuras waktu tenaga pikirannya untuk memberikan rasa adil & tetap bs memperhatikan suaminya sendiri, anak ke-1, terutama pada anak ke-3 ygn tinggal jauh dari orang tuanya.

Jika siapapun menemukan anak tipikal ke-2 tsb diatas, maka anak tipe-2 ini ygn nantinya menjadi pemicu utama ketidakharmonisam rasa adil didalam keluarga secara halus. Jika sudah menjadi kebiasaan, akan sulit diluruskan, karena kesalahan ygn berbalik menjadi pembenaran dgn perspektifnya sendiri akan berakibat fatal & salah kaprah baik dalam dimensi fisik & nonfisik.

Orang tua (Bapak terutama Ibu) tidak ada ygn salah, ygn keliru adalah anak tipe ke-2 inilah yng memanipulasi & mendramatisir serta memanfaatkan rasa adil orang tuanya menjadi berlebihan, hingga akhirnya orang tuanya (ibu) tidak menyadari sedang dimanfaatkan secara halus untuk membantu yng sudah tidak menjadi tanggung jawabnya, hingga akhirnya waktu, tenaga, pikirannya terkuras hanya untuknya, apalagi dilandasi dng sifat materialis.

Sesuai kondisi diatas, bagaimana seyogyanya anak tipe ke-2 menempatkan rasa adil terhadap orang tua & anak lainnya?

  • Menyadari sepenuhnya kalau sudah menikah & sudah memiliki putra, memang repot. Tapi serepot apapun itu sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri.

  • Tidak mengatasnamakan pekerjaan kerepotannya, hingga akhirnya mengaburkan tanggung jawabnya sendiri sesudah menikah & menjadi orang tua.

  • Memahami & mendewasakan diri untuk memahami definisi pengertian rasa adil sesuai penjelasan diatas, hingga bs menempatkannya secara seimbang dalam linkuangan keluarganya.

  • Menyadari bahwa orang tuanya sendiri tetap membantu jika ada kesulitan & kerepotan tertentu saja, tidak setiap hari menguras waktu tenaga & pikirannya (pagi, siang, sore, malam).

Siapapun sekarang yng sedang menyimak literatur ini, maka coba tanyakan dng nurani paling dalam : termasuk tipe ke berapa? sekarang diposisi mana? apakah sudah mampu menempatkan rasa adil sebenar-benarnya? biarkanlah nurani yng menjawabnya.

  • Jika anak tipe ke-2 bs menempatkan rasa adil sebenar-benarnya, maka keharmonisan didalam keluarga & hubungan dng anggota keluarga lainnya pasti harmonis, & sebaliknya akan disharmonies. & anak dengan tipikal kompleks ke-2 jika masih berlanjut maka biasanya yng akan menyadarkan nantinya bukan dalam bentuk manusia lagi, jika sukar diluruskan menurut perspektif norma manusia.

  • Maka dari itu siapapun yng sudah menikah, sudah menjadi orang tua harus mampu menempatkan rasa adil secara seimbang, agar terbentuk keharmonisan dalam jangka panjang.

Sementara itu yng sanggup disampaikan mengenai rasa adil dlm dimensi yng lebih kompleks, semoga bsa menjadi inspirasi positif untuk siapapun hingga membawa perubahan yng benar-benar harmonis sesuai jalur & porsinya masing2.

Jika siapapun yang sedang berada disini membutuhkan konsultasi, silahkan boleh ke form tanya jawab atau bahkan boleh menghubungi technical support via email/telepon supaya bsa dibantu pemecahannya.

Sebelum & sesudahnya terima kasih atas kepercayaan & kunjungannya. Selamat bekerja & beraktifitas.