Orang yang sering tanya kapan kamu menikah sebenarnya tidak bijak dalam menyadari kalau hidup itu dinamis.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Orang yang sering tanya kapan kamu menikah.

Menikah . Alasan . Cerai . Jalan . Belum . Tua . Sikap

ORANG YANG SUDAH MENIKAH HENDAKNYA LEBIH DEWASA SEBELUM BERTANYA :

Orang yang sudah menikah & sudah matang kedewasaannya, orang yang pernah menikah lalu cerai, orang yang merasakan menempuh jalan panjang untuk menemukan jodoh lahir batin, tak akan serta-merta sering menanyakan "Kapan kamu menikah?" tanpa alasan apapun. Karena mereka termasuk orang yang sudah merasakan kalau hidup itu sangat dinamis sekali & sudah tahu bagaimana mengambil sikap, ucapan & perbuatan yang sekiranya tak menyinggung & menyakiti orang yang belum menikah, baik itu tua maupun muda. Silahkan simak selengkapnya & anda yang belum nikahpun bisa kasih pendapatnya.

Menikah itu pasangan tubuh, sedangkan jodoh adalah pasangan jiwa :

  • Menikah lahir batin artinya menikah secara fisik & menikah secara jiwa. Jodoh adalah menikah secara batin, & ini sulit dipahami perspektif manuisa. Karena pada kenyataannya apalagi jaman sekarang ini banyak orang menikah tapi tak ketemu jodoh, karena kebanyakan orang memiliki orientasi pada materi duniawi, hanya itu saja yang dijadikan ukuran.

  • Kalau anda termasuk orang yang sudah menikah, sekarang tanyakan pada diri anda sendiri sejujurnya "Anda menikah lahir batin apa menikah lahir saja?" jawab dengan nurani anda, kalau memang anda menikah lahir batin syukurlah, tapi kalau memang sebalikanya, tinggal sadari kalau sekarang memang banyak yang menikah tapi sebenarnya tak ketemu jodoh, nyaman keliatannya diluar namun sebenarnya tak nyaman batinnya, mau disadari / tak itulah nyatanya.

Alasan orang yang sudah menikah gemar sekali menanyakan kapan menikah pada orang yang belum menikah? beberapa diantaranya sebagai berikut :

  • Bagi yang niatnya baik, maka akan bertanya hanya sekali, & langsung memahami serta toleransi dengan apapun jawaban anda. Orang dalam kategori ini biasanya penanya yang sudah sangat matang kedewasaannya.

  • Bagi yang tak baik niatnya, maka akan bertanya berulang-kali, seolah-olah sudah sangat ingin melihat orang yang belum menikah merasakan apa dirasakan sebenarnya orang yang telah menikah. Apapun alasan anda, akan selalu & terus tanya, & kadang bikin anda gak enak sendiri melihat orangnya.

  • Biasanya orang yang gemar sekali menanyakan "Kapan kamu menikah?" biasanya justru si penanya tu mempunyai lika-liku pernikahan yang tak beres, entah itu soal ekonominya, keluarganya, anaknya, "Intinya Menikah Tidak Ketemu Jodoh" yang ternyata masalah setelah berkeluarga dinamis dialaminya, ada yang merasa memiliki "kecemburuan sosial" dg mereka yang belum menikah. Silahkan anda bisa teliti ini, apapun alasan orang itu.

  • Kurang menyadari kalau setiap orang punya jalan hidup yang tak bisa disamakan.

  • Jaman sekarang ini banyak sekali "orang yang menikah tapi sebenarnya tak ketemu jodoh", bagus tampilan luarnya saja, keliahatannya harmonis, hidup enak & kecukupan, namun sebenarnya batinnya tak nyaman dengan pasangannya, karena sudah terlanjur nikah & termakan doktrin yang berbau materi duniawi semata. Orang dalam kategori ini rajin sekali menanyakan sapa saja yang bisa ditanya, dengan harapan orang yang ditanya itu merasakan hal yang sama dengan yang dia rasa. Padahal belum tentu.

  • Untuk menemukan jodoh yang sejati (lahir & batin) itu hal benar-benar tak gampang apalagi jama sekarang ini. Nah, orang yang menikah buru-buru lantaran usia, karena teman sebaya sudah pada menikah, & faktor luar lainnya, pasti memiliki kecenderungan menjadi penanya yang rajin tanya "kapan kamu menikah?", yah memang seperti itulah adanya.

  • Orang yang sudah menikah & rajin sekali menanyakan "kapan kamu menikah?" mungkin memang ingin merasakan ganjarannya, & tak menyadari "bagaimana kalau seandainya suatu waktu karena berbagai hal, pernikahannya berakhir cerai? & harus memulai merangkak dari nol?" mungkin saja ingin merasakan itu.

  • Kadang kurang menyadari sebenarnya pertanyaannya sudah sensitif & menyakiti perasaan orang yang dia tanya. Dan tak menyadari siapa sejatinya orang yang sering disakitinya dengan sering sekali tanya "kapan kamu menikah?".

PERTANYAAN KAPAN KAMU MENIKAH SEBENARNYA TIDAK PERLU SERING DITANYAKAN :

Orang yang pernah menikah lalu cerai & orang yang telah menikah karena benar-benar memperjuangkan pernikahannya sepanjang waktu hingga sangat matang & dewasa, tidak akan serta merta apalagi sering tanya "kapan kamu menikah", karena merekan ini termasuk orang yang betul-betul merasakan betapa dinamisnya orang hidup, tidak ada yang bisa memprediksi. Dan sebaliknya, orang yang baru menikah apalagi lagi sering merasakan hal yang enak-enak saja, maka sudah pasti sangat rajin menanyakan, tanpa dia sadari mau seperti apa pernikahannya kedepan & tidak menyadari kalau pertanyaannya itu menyakitkan orang yang dia tanya.

KALAU ADA YANG BELUM MENIKAH HARUS TETAP SABAR & BERUSAHA DENGAN NIAT BAIK :

Setiap orang mempunyai jalan hidup & prosesnya sendiri-sendiri & tidak bisa disamakan :

  • Setiap orang punya proses, jalan hidup & alurnya sendiri-sendiri & tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Ada yang ta"aruf (Bhs modern : pacaran) sebentar terus menikah, ada yang baru kenal langsung nikah, ada yang pacaran sampai jenggoten baru nikah, ada yang termasuk populer & digemari banyak orang sekalipun ada yang belum menikah & nemu jodoh, ada yang bolak-balik ganti pacar tapi ya belum juga jodohnya. Hidup itu dinamis sekali, seharusnya yang gemar tanya "kapan kamu menikah" ini toleransi & menyadari kondisi setiap orang itu berbeda-beda & tidak bisa disamakan.

Kalau kamu sampai saat ini masih belum menikah tidak masalah dengan catatan :

  • 1. Kamu sudah mapan, sudah tidak merepotkan & membebani orang tua secara materi, sedikit banyak sudah punya penghasilan sendiri & mandiri dg apapun yang dimiliki.

  • 2. Anda benar-benar punya motivasi & niat yang baik, kalau anda memang benar-benar ingin menemukan jodoh sejati tidak sekedar menikah fisk, jodoh yang lahir & batin, menikah yang karena lahir & batin.

ORANG TUA TIDAK PERLU MENUNTUT TAPI MENDOAKAN AGAR ANAKNYA DIDEKATKAN JODOHNYA & MENIKAH :

Tugas orang tua kepada anaknya yang belum menikah :

  • Orang tua seyogyanya tidak perlu khawatir, tugas sebagai orang tua hanya mendoakan & memotivasi, agar apapun yang sedang anaknya usahakan berhasil sesuai impiannya & menjalani semuanya dengan nyaman serta tidak tertekan, bukan terus memojokan apalagi dengan paham yang bertentangan dengan sang anak, karena hasilnya justru akan lebih parah, bagi yang belum matang emosinya.

MESKIPUN MASIH ADA SAJA ORANG YANG RIWEUH MENANYAKAN SUDAH MENIKAH / BELUM, HARUS BIJAK BERSIKAP.

Sikap anda yang masih sering ditanya "kapan kamu menikah?" :

  • Tenang & sabar, biarkan saja, & bicaralah seperlunya saja, kalau memang dibutuhkan.

  • Belajar menahan emosi, meskipun memang orang yang suka tanya seperti itu kadang menyakitkan tanpa dia sadari.

  • Jawab orang sering tanya itu kalau memang anda sudah punya kelas, sudah mandiri, & bisa memberikan fakta realistis orang yang telah menikah seperti apa lika-liku hidupnya jika sekedar nikah tapi tidak ketemu jodoh, jawab saja siapapun yang tanya, tidak perlu khawatir.

  • Tawakal & ikhtiar, jangan gampang nyerah, kalau memang sudah waktunya maka pasti akan sampai juga.

  • Percaya saja bahwa anda akan mendapatkan yang terbaik, & memang yang terbaik itu butuh seleksi & proses tidak sedikit.

Sementara itu yang bisa disampaikan mengenai cara menjawab pertanyaan "Kapan kamu menikah?" & alasan yang realistis untuk menemukan jalan keluar, supaya kelak jika menikah benar-benar menemukan jodoh yang lahir batin. Jaman sekarang banyak orang menikah namun tidak ketemu jodoh akhirnya cerai. Baik tua maupun muda ambilah sikap yang positif & menjaga perkataan terutama pada mereka yang belum menikah, karena setiap orang memiliki jalan & proses hidup yang tidak bisa disamaratakan. Sebelum & sesudahnya, Terima kasih atas kunjungan & kepercayaan anda.