Kesejahteraan Guru meningkat dan mulai memasuki masa emas, namun dibaliknya memuat tanggung jawab yang besar dalam mencetak peserta didik yang semakin produktif sebagai embrio baru di masa depan.

Info cara terbaru untuk solusi terlengkap terbaik Sekarang ada 100 artikel masuk dalam Kategori Edukasi Pengembangan Diri. Semoga bermanfaat positif lebih optimal aplikatif. Halaman bisa dilihat memakai PC-Desktop maupun Smartphone Android / Mobile Version. Silahkan selengkapnya simak artikel tentang Tanggung Jawab Guru Setelah Kesejahteraan Ditingkatkan.

Kesejahteraan Guru meningkat dan mulai memasuki masa emas, namun dibaliknya memuat tanggung jawab yang besar dalam mencetak peserta didik yang semakin produktif sebagai embrio baru di masa depan.

Guru . Unsur . Embrio . Rekrutmen . Aspek

Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Tanggung Jawab GuruGuru maupun tenaga pengajar terutama yang sudah pegawai negeri sekarang ini sudah mulai masuk masa emas, gaji pokok meningkat, ditambah berbagai jenis tunjangan dan juga sertifikasi. Namun dibalik itu semua sebenarnya guru mengemban tanggung jawab sangat besar dalam menghasilkan peserta didik yang kompetens dan mampu menanamkan pengertian dan tujuan belajar yang sebenar-benarnya berbau evolusi dan kreativitas, seiring dengan kemajuan zaman teknologi, sistem seleksi dan rekrutmen core bisnis dunia kerja yang semakin kompetitif diberbagai aspek dan bidang, juga diharapkan bisa menghasilkan bibit maupun embrio baru yg berkemampuan lebih produktif diberbagai level dan tingkat keahlian.

Unsur inti kompetensi guru baik secara ilmiah dan alamiah :

  • Unsur sebagai penasehat adalah kemampuan seseorang untuk memberikan instruksi maupun konsep menggunakan analisa yang rasional dan futuristik, berdasarkan observasi dan analisa secara empiris. Bekalnya adalah data maupun metode ilmiah tertentu yang sudah ada secara teoritis.

  • Unsur sebagai pembimbing adalah kemampuan seseorang untuk memberikan instruksi karena tahu bagaimana cara melakukannya, tahu cara mengaplikasikan ide maupun konsep dalam bentuk yang nyata secara produktif. Pembimbing rata-rata adalah praktisi yang memiliki keahlian sangat khusus dibidangnya masing-masing. Bekalnya adalah hasil pengalaman dan riset bertahun-tahun atau dalam tempo yang lama, baik menggunakan metode ilmiah sains maupun secara alami dan natural resources.

Guru itu digugu lan ditiru merupakan brand yang melekat dari sejak dulu kala, Siapapun orangnya kalau secara akademis sudah melewati banyak pelatihan dan pendidikan sudah jadi Guru, maka akan langsung mendapatkan kepercayaan yang tinggi, jadi teladan atas apa yang dilakukannya bisa ditiru. Brand yang melekat secara natural ini, sebenarnya mengemban tanggung jawab besar diberbagai lini dan sektor jika memuat kedua unsur diatas, karena guru merupakan embrio hasil peserta didiknya mau seperti apa kedepannya, ditangan gurulah tingkat kedewasaan mereka dibentuk :

  • Guru melakukan hal yang baik-baik maka muridnyapun akan demikian, begitu sebaliknya.

  • Gurunya seorang kreator maka peserta didiknya akan menjadi kreator.

  • Gurunya seorang motivator maka muridnya jadi motivator.

  • Gurunya seorang konseptor muridnya juga jadi konseptor.

  • Gurunya suka teori ilmiah, muridnya juga akan teoritis.

  • Gurunya seorang praktisi muridnya juga jadi praktisi.

  • Gurunya spiritualis sejati maka muridnya akan bermoral.

Guru sudah melakukan hal yang baik-baik dan berprospek positif kok masih ada peserta didik yang belum mengikuti dan bahkan bertentangan dengan apa yg di leading gurunya? Jawabannya : Itulah tanggung jawab guru mengarahkannya lebih positif dan aplikatif, itulah tugas yang diemban guru karena sudah diberi reward yang besar dan masuk masa emas. Substansi semua itu sebenarnya guru lebih memiliki intuisi dalam mengaplikasikannya.

Sekarang tinggal guru seperti apa yang sedang dibutuhkan? sementara teknologi dan zaman semakin berkembang serta core bisnis dunia kerja semakin ketat dan kompetitif, semakin banyak evolusi dan perubahan didalamnya. Bagaimana seharusnya rekrutmen guru supaya lebih efektif namun tetap memuat unsur inti diatas :
  • Rekrutmen dengan cara standar guru yg dihasilkan juga standar.
  • Rekrutmen dengan cara biasa guru yang dihasilkan juga biasa-biasa saja.
  • Rekrutmen dengan cara tradisonal maka guru yg dihasilkan juga tradisonal.
  • Melakukan rekruitmen dengan cara khusus maka guru yang dihasilkan juga akan memiliki kemampuan khusus.
Untuk menjadi seorang guru atau secara universal tenaga pengajar, memang banyak aspek formal dan normatif yang dinilai, namun sebenarnya ada aspek yang paling menjadi substansi inti dan jarang diperhatikan secara khusus, untuk menghasilkan guru yang benar-benar kompetens bekerja dengan cara kompetitif agar hasil peserta didiknya semakin produktif. Pengertian profesi dan pekerjaan adalah hal yang berbeda meskipun memiliki satu tujuan dan substansi. Sekarang tinggal yang dibutuhkan itu profesi sebagai guru atau pekerjaan sebagai guru.
Semoga deskripsi singkat diatas bisa memberikan inspirasi dan wacana yang positif, terutama untuk para guru yang kesejahteraannya semakin ditingkatkan dan memasuki masa emas supaya bisa memenuhi unsur inti diatas, agar bisa menghasilkan peserta didik yang kompetitif dan lebih produktif, supaya bisa memunculkan nuansa evolusi baru pada core bisnis dunia kerja secara menyeluruh, secara sportif dan fairness.
Terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan anda, Selamat berkarya dan beraktifitas. Sukses untuk anda karena sukses adalah hak anda.